Satu lagi Insinyur Indonesia “dibuang” Keluar Negeri

KARYA anak bangsa yang bisa membanggakan dunia, belum tentu mendapat tempat di negeri sendiri. Kekhawatiran Ricky Elson, si pembuat mobil listrik itu akhirnya terbukti. Ia pun tak ingin lama-lama kecewa. Daripada ilmunya sia-sia, kini si pemuda asli Padang ini memilih ingin kembali ke negeri Sakura.

Sekian lama Ricky menunggu izin mobil listrik yang dibuatnya bersama Menteri BUMN Dahlan Iskan. Berharap mobil listrik bernama Selo dan Gendhis itu, dapat menjadi inspirasi kelahiran mobil listrik buatan anak negeri. Namun apa daya, izin mobil listrik buatan pria kelahiran Padang 11 Januari 1980 itu tak kunjung keluar. Bahkan terkesan digantung oleh  Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

“Saya tak bisa lagi menahannya (untuk pulang ke Jepang). Dulu saya bermohon-mohon agar pemuda ini mau kembali ke Indonesia. Ilmunya soal mobil listrik sangat berguna. Tapi ternyata benar, ilmu itu tidak dihargai di negerinya sendiri. Dia masih muda, masa depannya masih panjang,”. Begitulah pernyataan kecewa yang diungkapkan Dahlan Iskan, perihal rencana Ricky kembali ke Jepang.

Dahlan yang ditemui wartawan di rumahnya di Surabaya, Rabu (9/4) pantas kecewa. Semangatnya melahirkan mobil masa depan, mobil listrik buatan anak negeri, ternyata tidak mendapat sambutan baik dari koleganya di Kemenristek. Padahal untuk membuat mobil listrik, Dahlan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan untuk memaksa Ricky mau kembali ke Indonesia, Dahlan sampai rela seluruh gajinya sebagai menteri diberikan pada Ricky.

“Ricky ini sudah 14 tahun di Jepang. Ia sudah memiliki hak paten internasional mobil listrik di sana. Saya merayunya habis-habisan agar mau kembali ke Indonesia. Dia sempat takut dengan resiko gajinya turun dan belum tentu ilmunya dihargai. Saya terus yakinkan dia dan memberikan seluruh gaji saya tiap bulan untuknya. Saya minta dia membangun mimpi mobil listrik buatan anak Indonesia, akhirnya dia mau dan kita buat Tucuxi, Selo  dan Gendhis,” kisah Dahlan mengenai awal perkenalannya dengan Ricky.

“Namun ternyata, kekhawatiran Ricky terjadi. Ternyata sambutan dalam negeri (soal mobil listrik) tidak baik. Tidak ada kepastian dan tidak ada ketentuan yang jelas. Saya harus minta maaf pada Ricky. Saya bayangkan dulu orang dari luar negeri kalau pulang bisa dimanfaatkan, ternyata tidak,” tambah Dahlan masih dengan nada kecewa.

Dahlan seolah kehabisan alasan untuk tetap menahan pemuda cerdas itu bertahan di Indonesia. Apalagi hingga saat ini, Kemenristek tak jua memberikan penjelasan, mengapa izin itu belum dikeluarkan. Padahal mobil-mobil listrik buatan Ricky, sudah pernah mejeng di acara KTT APEC di Bali.

“Kalau sampai satu atau dua bulan ini tidak ada kejelasan, saya harus izinkan dia (Ricky) pulang ke Jepang. Dia ini anak muda yang cerdas. Masa depannya masih panjang. Saya tidak mau menggantung masa depannya dengan bertahan di Indonesia,” kata Dahlan.

Izin yang Tak Kunjung Keluar

Mobil listrik Tucuxi, Selo dan Gendhis telah lama selesai. Mungkin ini bukan mobil listrik pertama yang dibuat di Indonesia. Namun inilah jajaran mobil listrik yang pertama kali dikerjakan seluruhnya oleh putra putri bangsa.

Untuk mendapatkan izin ketiga mobil listrik ini, pada awalnya Dahlan meminta surat izin mobil listrik kepada Kementerian Perhubungan, namun kementerian tersebut tidak bisa memberikan izin.

“Akhirnya Kemenhub dan Menristek bicara dan akhirnya urus izin di Menristek. Ini sedang kita urus,” kata Dahlan menjawab wartawan beberapa bulan lalu.

Namun seiring berlalunya waktu, izin dari Kemenristek tak kunjung ada kejelasan. Padahal Menristek Gusti Muhammad Hatta pernah memuji mobil listrik Selo saat melakukan ujicoba.

Berbagai carapun sudah ditempuh bekas Dirut PLN ini agar mengantongi izin menggunakan mobil bernama ‘Selo’ itu. Dari mengirim pesan singkat (SMS), telephone, hingga mengirimkan surat pribadi pada Kemenristek. Hanya saja, upayanya hingga kini tak berbuah manis.

“Saya sudah kirim surat pribadi, sebagai salah satu orang yang bisa kendarai mobil listrik itu untuk uji coba. Sampai sekarang enggak dibales. Saya udah SMS, telepon juga sudah. Jawabannya cuma ‘ya’ saja, tapi tidak dikasih izinnya,” papar Dahlan heran.

Menteri yang ogah pakai pengawalan ini juga bingung, beberapa bus listrik yang juga masih nangkring di Kemenristek masih kesulitan keluar izinnya. Padahal secara tak langsung, bus-bus listrik itu sudah melewati jarak jauh, dari Jakarta-Bandung-Yogjakarta-Jakarta.

“Kalau mobil listrik warna hijau waktu itu pernah saya kendarai sendiri sampai 1000 km. Maksud saya gitu, kalau saya pakai dulu terus baru dikritik apanya saja yang kurang, tapi ini mau dipakai enggak bisa,” sesal mantan Dirut PLN ini.

Perkenalan Ricky Elson dengan Dahlan

Saat kunjungannya ke Balikpapan beberapa waktu lalu, Kaltim Pos (Grup JPNN) sempat membuat laporan mengenai sosok Ricky Elson. Pemuda kelahiran tahun 1980 ini menempuh pendidikan sarjana hingga program master di Jepang. Ia mengambil ilmu spesifikasi Teknik Mesin di Polytechnic University of Japan. Dia selalu jadi lulusan terbaik hingga dilirik seorang profesor di sana yang merupakan perancang motor di Nidec Corporation. Ricky pun memenuhi tawaran itu.

Meski sempat kesulitan, Ricky berhasil beradaptasi. Bahkan, dia jadi andalan di perusahaan tersebut. Banyak pelajaran berharga didapatkan Ricky di sana. Terutama untuk menumbuhkan semangat kerja. Di perusahaan tersebut, kalimat motivasi jadi cambuk semangat karyawan. Yakni; segera kerjakan, pastikan kerjakan, dan kerjakan sampai selesai!

Selain itu, perusahaan-perusahaan di Jepang punya pengertian sendiri bagi setiap jenjang pendidikan. S-1 misalnya. Artinya jenjang ini sekadar tahu bagaimana memecahkan masalah. Sedangkan S-2, bagaimana menemukan masalah dan menyelesaikannya. Terakhir, S-3 adalah bisa membuat masalah dan memecahkannya sendiri.

Berbagai filosofi Negeri Samurai ini rupanya membentuk karakter Ricky menjadi orang yang produktif. Buktinya, enam tahun sejak bekerja di Nidec Corporation, dia berhasil jadi andalan. Sekitar 80 persen produk perusahaan ini merupakan karya sang Putra Petir ini.

Adapun Nidec Corporation bergerak di bidang elektronik, memproduksi elemen motor presisi alias mikromotor.

Selama 14 tahun di Jepang, Ricky telah menemukan belasan teknologi motor penggerak listrik yang sudah dipatenkan oleh pemerintah Jepang.

Namun demikian, di tengah kariernya yang sedang bagus, Ricky memilih kembali ke Indonesia. Dia turut membeberkan alasannya pada para mahasiswa kemarin. Pertemuan Ricky dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, ternyata menjadi titik segalanya.

Bermula dari pertemuan sekitar 3 jam itu, Dahlan melobi Ricky untuk pulang dan berkarya di Tanah Air.

Bagi Ricky, pertemuan serupa bukan hal baru. Ada beberapa tokoh nasional yang sebelumnya menemui Ricky dan menawarkan untuk bekerja di Indonesia. Dia dijanjikan banyak hal yang barang tentu menggiurkan. Gaji tinggi mulai puluhan juta sampai ratusan juta rupiah, hingga diberi perusahaan, sudah biasa didengarnya. Tapi dia selalu menolak. Kenapa kali ini berubah?

“Yang saya tangkap, Pak Dahlan Iskan itu berbeda. Dia tak kasih janji-janji. Hanya berkata ‘Sudah cukup Anda kerja di luar negeri. Maukah ikut dengan saya? Kita bersama-sama berbuat untuk Indonesia’,” ucap Ricky menirukan percakapan dengan Dahlan Iskan saat itu.

“Beliau sangat paham. Dia minta saya pulang. Saya pun tak tahu kenapa tak menolak padahal yang lain berani menggaji hingga dua kali lipat dari yang saya terima kala itu,” sambungnya.

Dahlan yang mengetahui bahwa tenaga dan pikiran Ricky dihargai sangat tinggi, saat itu mengaku tak bisa memberikan hal serupa.

Namun supaya Ricky mau, Dahlan tanpa pusing-pusing langsung menawarkan gajinya sebulan sebagai menteri BUMN, untuk menjadi bayaran Ricky tiap bulan.

Berkat kesamaan visi membangun Indonesia, akhirnya kesepakatan tercapai. Apalagi, dia bertekad mau membalas jasa para guru yang membantunya bisa kuliah hingga ke Jepang. Ricky pun balik ke Indonesia dan memulai proyek mobil listrik Indonesia.

Selo dan Gendhis, mobil listrik karya Ricky yang sekarang jadi sorotan. Karya anak bangsa tak kalah dengan mobil sport buatan luar negeri. Padahal, durasi pengerjaannya hanya lima bulan. Selo memiliki kecepatan 250 kilometer per jam sedangkan Gendhis 180 kilometer per jam. “Karena mengejar untuk ditampilkan di APEC, motor dan controller-nya masih pakai buatan luar negeri,” sebutnya.

Menurut Ricky, langkah membuat mobil listrik saat ini sudah tepat. Beberapa waktu ke depan, dunia diprediksi beralih ke kendaraan listrik. Ini kesempatan buat Indonesia untuk memulai industrinya. Bahkan, bukan hanya Indonesia, seluruh negara saat ini turut berproduksi mobil listrik.

“Jika tidak dari sekarang, puluhan tahun lagi akan dipertanyakan apa produksi Indonesia,” ucap Ricky. “Indonesia butuh penggagas. Dari sini diharapkan lahir pengembang mobil listrik lain,” sambungnya.

Cerita di balik pemberian nama mobil listrik karya Ricky ini turut dibeberkan. Mulanya, mobil tersebut bakal dinamai Gundala. Nama itu diambil dari tokoh fiksi pahlawan super yang dijuluki Putra Petir. Tapi, Gundala terlanjur jadi nama komik. Hingga muncul nama Selo dari legenda Ki Ageng Selo yang dikenal dapat menangkap petir. Akhirnya nama inilah yang didaulat jadi nama mobil listrik Indonesia dengan model sedan sport.

“Kalau Gendhis, memang ingin dicari yang manis untuk mendampingi Selo. Jadi diambillah Gendhis yang artinya gula dari Bahasa Jawa,” imbuhnya.

Segera Pulang ke Jepang

Meski asli Indonesia, prestasi Ricky Elson justru mentereng di negeri Sakura. Di sana, ia sebenarnya telah menduduki jabatan penting. Yakni sebagai kepala Divisi penelitian dan pengembangan teknologi permanen magnet motor dan generator NIDEC Coorporation, Kyoto, Minamiku-kuzetonoshiro cho388, Jepang.

Ilmu anak Padang ini, sedikitnya telah menghasilkan sekitar 14 teori mengenai motor listrik dan telah pula dipatenkan oleh pemerintah Jepang. Ia telah kembali ke tanah air, namun kini ia berencana untuk segera pulang kembali ke Jepang. Melalui akun facebooknya, pembuat kincir angin terbaik di dunia untuk kelas 500 watt peak ini mengaku, perusahaan di Jepang tempatnya bekerja dulu, terus mengirimi tawaran untuknya kembali. Apalagi menurutnya, saat ini Indonesia belum bersahabat untuk hasil-hasil karyanya.Oh Indonesia… (afz/jpnn)
Menteri BUMN Dahlan Iskan saat Melihat Mobil Listrik, Selo. Foto: Jawa Pos

sumber :

http://www.jpnn.com/read/2014/04/10/227553/Tak-Dihargai-di-Indonesia,-Pembuat-Mobil-Listrik-Pilih-Pulang-ke-Jepang-

Kenapa harus di Iran ?

UMMAT HARUS TAHU!! INILAH JAWABANYA!!
KENAPA AGAMA SYI’AH BERPUSAT DI IRAN & KENAPA IRAN SANGAT BENCI DENGAN BANGSA ARAB???
——————————————————————————————-
Ayyuhal-Ikhwah,Seperti yang kita ketahui,Iran adalah salah satu negara Syi’ah terbesar di dunia. Iran terkenal dengan sejarahnya yaitu ‘Revolusi Islam Iran’ yang dipimpin oleh Ayatullah Khomeini,seorang pendeta besar Agama Syi’ah Rafidhah.

Namun,pernahkah kita bertanya,“MENGAPA AGAMA SYI’AH BERPUSAT DI NEGARA IRAN DAN TIDAK DI NEGARA LAIN? dan MENGAPA IRAN SANGAT BENCI DENGAN ISLAM DAN BANGSA ARAB?”

Untuk menjawab pertanyaan ini,maka alangkah baiknya kita kembali kebelakang,mengkaji realita dan sejarah masa lalu.

Iran merupakan negara yang dahulunya dikenali dengan nama Parsi/Persia. Persia merupakan sebuah kerajaan yang besar di mana majoriti penduduknya menganut agama Majusi (penyembah api,atau lebih dikenal sebagai Zoroaster). Kehidupan mereka mewah dengan harta benda,kerana sememangnya kota-kota di Persia itu indah dan subur,serta peradabannya cukup maju pada masa itu.

Pada abad ke-7 Masihi,ketika cahaya Islam baru saja menjadi satu kekuasaan besar dalam percaturan kekuasaan di dunia,Islam tampil sebagai ‘rising star’ and super power di bawah pimpinan Amirul-Mukminin Sayyidina Umar Bin Al-Khattab Karramallahu Wajhah. Ketika itu,Bangsa Arab (Ummat Islam) di bawah Pimpinan Sayyidina ‘Umar Bin Khattab Radhiyallahu’anhu mengembangkan wilayah Islam sehingga ke Persia,ketika itu bernama Sassania.

Pertempuran tentara Islam melawan tentara Persia yang dikenal dengan nama peperangan Qadisiyah,diantara Pasukan Sahabat Nabi yang ulia Sa’ad bin Abi Waqqash melawan panglima Parsi,Rustum. Persia akhirnya kalah. Peperangan demi peperangan melemahkan Imperium Persia sekaligus membawa Kaisar Persia ke ambang pintu kehancuran. Akhirnya Empayar Parsi (Imperium Persia) benar-benar runtuh dalam Perang Madain pada tahun 651 Masihi.

Nah ketika itu,banyak kaum Majusi yang berpura-pura memeluk agama Islam. Niat mereka hanyalah satu : UNTUK MENGHANCURKAN ISLAM DARI DALAM. Mereka menyusun rancangan dan siasat busuk demi meruntuhkan kekuasaan kaum muslimin dengan cara menyelewengkan ajaran Islam dengan mencampur adukkan ‘aqidah Majusi dan Yahudi. Dan antara rancangan lain yang yang termasuk dalam strategi mereka untuk melemahkan Islam adalah dengan pembunuhan Umar Al-Khattab, Khalifah Islam yang telah meruntuhkan Imperium Majusi Kaisar Persia. Hal itulah yang menjadikan Syi’ah benar-benar benci kepada Umar Bin Al-Khattab. Kebencian yang terlalu tinggi itu di potretkan lagi apabila mengagungkan Fairuz Abu Lu’luah (Si Majusi pembunuh Khalifah ‘Umar) dengan gelar “Baba Syujja’uddin” yang artinya ‘Bapak Pembela Agama’

Sementara salah seorang puteri kaisar terakhir mereka, yaitu Yazdegerd III telah menjadi tawanan kaum Muslimin setelah runtunya Kaisar Persia. Puteri Kaisar itu akhirnya di nikahkan dengan Husein bin Ali bin Abi Thalib. Maka, kerana ini jugalah mereka begitu fanatik dan cenderung ‘mendewakan’ Husein bin Ali,Dari sinilah Husein memiliki keturunan dari puteri Sassania yang mereka anggap sebagai keramat.

Disini terjawablah sudah mengapa Syi’ah berpusat di Iran. Syi’ah adalah agama yang ‘Ciptakan’ oleh Majusi untuk membalas dendam atas kekalahan Kaisar Persia terhadap Islam. Syi’ah adalah simbol kedengkian dan kemarahan kaum Persia Majusi kepada bangsa ‘Arab umumnya dan kaum Muslimin khususnya.

Silahkan merujuk ke http://www.nahimunkar.com/kenapa-syiah-berpusat-di-iran-2/

Allaahumma Shalli Wa Sallim ‘Ala Nabiyyina Muhammadin Wa ‘Ala Aalihi Wa Shahbihi Ajma’iin.

Indonesia Damai Tanpa Syi’ah.
#Abu Husein At-Thuwailibi.

Daily Lesson

Everyday  i usually about to adjust myself in this work. I’m embarrassed in case of not able to perform the jobs.

I’m a beginner, therefore i ask a question to my friend sitting beside me often. Today, i acquie new thing. I’m so excited. I learned how to check the parameter cell o the whole. Using Nastar aplication, we able to do it easily.

Thank a lot for my colleage !

 

 

DAUROH BAHASA ARAB – BANDUNG

Alhamdulillah , satu lagi acara yang sudah sangat saya tunggu – tunggu

 

IKUTILAH DAUROH BAHASA ARAB ANGKATAN II

Pada 20-29 Januari 2014 (Dua sesi per hari)

Pemateri Ustadz Rahmat Fitrah Ramadhan (Mahasiswa LIPIA)

Tempat di Masjid Al-Furqon, Jalan Jurang Bandung (Sebelah Alfamart)

Biaya pendaftaran Rp.50.000,- (Fasilitas modul, notebook, dan snack)

Pendaftaran dan Contact Person: +6285710100076 (Mahrus)

Diselenggarakan Oleh Udrussunnah Bandung (http://udrussunnah.or.id/)

Ariel Sharon, Mati Beriring Laknat

=== > Share sebanyak2nya untuk renungan kita semua !!!

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Allah berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Sesungguhnya orang yang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya. (QS. Al-Baqarah: 161).

Lahir diiringi tawaan, meninggal diiringi tangisan. Itulah kondisi umumnya manusia. Di saat kita dilahirkan di dunia, kita menangis sendirian, sementara orang-orang di sekitar kita menyambut dengan dengan tertawa suka cita.

Kita berharap, keadaan akan terjadi sebaliknya, di saat kita meninggal dunia, kita tersenyum sendirian, sementara orang di sekitar kita mengiringinya dengan tangisan. Tangisan yang menandakan mereka kehilangan kita. Tangisan yang menandakan mereka mengharapkan kita. Sehingga doa kebaikan akan mereka lantunkan, mengiringi kepergian kita meninggalkan dunia yang fana.

Namun di sana ada manusia yang bernasib sebaliknya. Kematiannya justru disambut dengan gembira seluruh umat manusia. Kematiannya disambut dengan senyum dan tawa manusia di berbagai penjuru dunia. Kebahagiaan yang menandakan kebencian mereka kepada orang yang meninggal. Di saat yang sama, doa buruk umat manusia, mengiringi kepergiannya menuju akhirat yang abadi.

Tak jauh untuk menyebutkan contohnya, Ariel Sharon, perdana menteri yang kematiannya disambut gembira oleh umat manusia di penjuru dunia. Doa buruk kaum muslimin mengiringi kematiannya, menuju murka Allah yang abadi.

Kita menjadi saksi, dia adalah manusia yang buruk…

Kita menjadi saksi atas kedzalimannya…

Kita menjadi saksi, dia manusia yang layak mendapat laknat…

Kita menjadi saksi baginya dari kalangan penduduk bumi.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan,

Suatu ketika para sahabat melihat seorang jenazah yang diangkat menuju pemakamannya. Merekapun memuji jenazah ini. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وجبَتْ، وجبتْ، وجبت
”Wajib.., wajib.., wajib.”

Tidak berselang lama, lewat jenazah lain. Kemudian para sahabat langsung mencelanya. Seketika, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وجبَتْ، وجبتْ، وجبت
”Wajib.., wajib.., wajib.”

Umarpun keheranan dan bertanya,

”Apanya yang wajib?”

Jawab sang Nabi,

هَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ خَيْرًا، فَوَجَبَتْ لَهُ الجَنَّةُ، وَهَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ شَرًّا، فَوَجَبَتْ لَهُ النَّارُ، أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الأَرْضِ
”Jenazah pertama kalian puji dengan kebaikan, maka dia berhak mendapat surga. Jenazah kedua kalian cela, maka dia berhak mandapat neraka. Kalian adalah saksi Allah di muka bumi.” (HR. Bukhari 1367 dan Muslim 949).

http://www.konsultasisyariah.com/ariel-sharon-mati-beriring-laknat/

More at Moslem Channel

Ilmu Tajwid – Dauroh Al Qu’an

Pertumbuhan ilmu tajwid berkaitan dengan 2 hal:

  1. Ilmu Lughotul ‘Arabiyah
  2. Ilmu Qiroat

Inti dari ilmu tajwid adalah tentang cara pelafalan.

Ada 3 fase tentang imu tajwid:

  1. Marhalatul uwla (Fase pertama)

Dimulai sejak zaman nabi sampai abad ke-2 H

  1. Marhalatul Ats Tsani

Diawal-awal penulisan ushul dan tilawah yang kita jumpai dalam pokok-pokok kitab qiroah

  1. Marhalut AtsTsalisah

Pada munculnya kitab-kitab khusus pada ilmu tajwd

Membentengi Akidah Akhlak & Keluarga di Masa Fitnah

Kita hidup di akhir zaman yang merupakan suatu takdir dari Allah yang tidak kita ingkari. Di zaman inilah kita hidup, yang mana tentang zaman ini Nabi kita telah bersabda tentangnya “Yaitu masa-masa  yang penuh dengan kebodohan, dimana kebodohan merajalela”, “sesungguhnya di hadapan kalian nanti akan datang hari-hari yang penuh dengan kesabaran. Dimana orang yang berpegang teguh dengan agamanya bagaikan orang yang menggenggam bara api”.

Rasulullah juga mengatakan “Sesungguhnya Islam itu datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing . Maka beruntunglah orang-orang yang dianggap asing tersebut”.

Salah satu yang bisa menyalamatkan manusia adalah menuntu ilmu syar’i. Inilah pondasi awal, jika ilmu ini hilang maka tersesatlah jalan manusia selama-lamanya.

Al Imam ibnul Jauzi -rahimahullah- didalam kitab Talbisul Iblis mengatakan “Sesugguhnya tipu daya setan yang pertama kali kepada anak manusia adalah menajauhkan mereka dari ilmu. Karna ilmu adalah cahaya. Apabila cahaya ini berhasil dipadamkan, maka iblis akan leluasa dalam menyesatkan manusia”.

Al Imam Asy Syafi’i mengatakan “Semua ilmu itu menyibukkan dan sia-sia. Kecuali ilmu Qur’a, Sunnah dan Fiqih”.

Dan diantara pertanyaan Malaikat Munkar Nakir di alam kubur kepada kita ialam , Maa ‘ilmuka ? (apa ilmu mu)

Maka alangkah celakanya kalo kita menjawab , ilmuku adalah S2 teknik elektro, ilmuku adalah sarjana pendidikan, ilmuku adalah spesialis bidang kedokteran. Jika itu jawaban kita tentu tidak selamat dari adzab kubur.

Adapun orang mukmin (orang beriman) ketika ditanya oleh malaikat Mungkar Nangkir dengan pertanyaa , Ma ‘Ilmuka ?(apa ilmu mu), maka orang mukmin akan menjawab, qora’tu kitabullah faaaminu faamaltu.

 

Faedah ini didapatkan pada dauroh 2 hari Di kota Bandung, Sabtu di masjid Cipaganti, dan Ahad di Masjid An Nuur PT. Bio Farma (timur RS. Hasan Shadikin). 30 November-1 Desember 2014. Pemateri Ustad Abu Ihsan Al Maidani -hafidzahullah-

 

UNGKU SALIAH / TUANKU SHALEH..

Himbauan sahaja..
JIKA ANDA SEORANG MUKMIN…DAN MENEMUKAN FOTO INI DIGANTUNG-GANTUNG DI RUMAH MAKAN PADANG DIMANA SAJA…. MAKA SEBAIKNYA :
1. BERITAKAN KEPADA PEMILIK RUMAH MAKAN ITU SECARA BAIK TENTANG KEKHILAFAN DIA AKAN ILMU TAUHID.

2. SEBAIKNYA ANDA CUKUP SEKALI ITU SAJA MEMAKAN MAKANAN YANG DISEMBELIH BUKAN KARENA ALLAH TA’ALA.

3. HINDARI BERTEMAN DALAM “URUSAN AGAMA” DENGAN KAUM NAQSABANDIYAH AL FANSURIYAH..

ungku saliah

Ungku Saliah adalah seorang yang taat beragama semasa hidupnya dan beliau bermazhab syafi’i, beliau tinggal di daerah Piaman Laweh, atau tepatnya di daerah Sungai Sariak, Pariaman,Ungku Saliah sepupu dari Pakiah Saleh dimana beliau dekat sekali dengan Buya Hamka.
Setelah wafat, makam dan foto beliau dikeramatkan oleh murid-murid Hamzah al-Fansuri, para pengagum dan orang-orang yang mengetahui cerita serta seluk beluk beliau. Fotonya pun sering dijadikan jimat pelaris dagangan. Termasuk di kedai-kedai nasi, rumah makan ataupun restoran Padang yang mungkin pernah Anda jumpai.

Jika ada foto kakek berkopiah itu terpajang di dinding rumah makan Padang, Anda bisa langsung menyimpulkan bahwa kedai, toko atau rumah makan Padang tersebut adalah milik orang Pariaman yaitu Ungku Saliah atau masakannya merupakan khas Pariaman. Demikian juga Pakiah Saleh sama nasibnya dengan Ungku Saliah, dimana foto dan gambarnya terpajang di Rumah Makan Padang. Ini membuat keluarga beliau berang sekali. Hal ini terjadi di Kota Pekanbaru Riau ketika keluarga beliau yang sedang makan di Rumah Makan tersebut memaksa pemilik Rumah Makan tersebut untuk menurunkan foto Pakiah Saleh. Ditambah pada tahun lalu ketika keluarga berniat membersihkan kuburan Pakiah Saleh tidak diduga ternyata Sesaji dan Cangkang Kerang besar yang di isi air hujan di letakkan di sekeliling kuburan, ternyata kuburan ini telah dikeramatkan oleh murid-murid Hamzah al-Fansuri. Maka dengan terpaksa keluarga almarhum Pakiah Saleh membersihkan sesaji dan sampah-sampah tersebut dimana mereka menilai itu adalah syirik.

 

KISAH SEORANG SYAIKH MENGETEST MAHASISWA

Suatu hari salah seorang dosen yang begelar doktor masuk ke salah satu ruang mahasiswa, yang kebetulan mata kuliah saat itu adalah tentang siroh Nabi shalallahu alaihi wasallam. Untuk menguji wawasan atau pengetahuan mahasiswa tentang siroh Nabi shalallahu alaihi wasallam, sang dosen mengajukan satu pertanyaan yang sangat simple kepada mereka yang saat itu berjumlah empat puluh mahasiswa.

“Sebutkan empat saja dari istri Nabi shalallahu alaihi wasallam ”, kata sang dosen. Spontan salah seorang dari mereka mengacungkan tangan dan menjawab, “Khadijah ya syaikh”, “Bagus!” jawab syaikh sambil menghitung dengan jemarinya, lantas seorang mahasiswa lain pun memberi jawaban setalah mengangkat tangan, “Aisyah ya syaikh”, “Bagus!, mumtaz!”, kata syaikh.

Lalu tiba-tiba semua mahasiswa terdiam, ya, empat puluh orang mahasiswa diam seribu bahasa, lantas sang dosen mulai menatapi mereka sambil mengulang-ulang kata “sungguh aneh, tidakkah kalian mengetahui rosul kalian..? tidakkah kalian mengetahui Ummahatul mukminin (istri-istri Nabi shalallahu alaihi wasallam)?” lanjut syaikh.

Di saat suasana kelas terdiam, tiba-tiba salah seorang diantara mereka berkata, “Ya syaikh..!!”, “Ya” sahut syaikh, “Saya teringat nama salah seorang dari istri Nabi shalallahu alaihi wasallam” katanya, “Siapa?” kata syaikh, “Aminah” jawabnya, “Aminah itu ibunya, dia mengira Aminah itu istrinya, itu ibunya!” tegas syaikh, sang mahasiswa tadi pun terdiam karena malu.

Mereka kembali terdiam, sang syaikh merasa sedih (melihat realita para mahasiswanya). Salah seorang dari mereka ingin menghilangkan kesedihan dan kekecewaan syaikh seraya berkata, “Ya syaikh..! aku teringat nama seorang istri Nabi shalallahu alaihi wasallam”, “Hah siapa?” tanya syaikh, mahasiswa tadi menjawab “Fatimah”, spontan sebagian mahasiswa lain tertawa dan sebagian lainnya merasa aneh sedang sebagiannya lagi tak ada reaksi apapun karena menyangka jawabannya benar, bahwa Fatimah adalah salah satu dari istri Nabi shalallahu alaihi wasallam. “Fatimah adalah putri Nabi shalallahu alaihi wasallam” tutur syaikh. Sontak sang mahasiswa tersebut diam bahkan semua mahasiswa terdiam.

Kemudian syaikh bertutur lagi,
“Sebutkan lima nama pemain salah satu club sepak bola,” saat itu syaikh teringat dengan club korea, tapi syaikh mengira club ini terlalu mudah untuk dijawab, maka syaikh menyebutkan club yang menurutnya agak susah dengan harapan mereka tidak bisa menjawabnya,,, sebutkan diantara pemain bola club brazil? Lanjut syaikh.

Sungguh menakjubkan ternyata mereka pada ngacung sambil berkata saya,,,saya,,saya,,mulailah nama-nama pemain brazil meluncur dari mulut2 mereka,, Ronaldo….dst, sang syaikh sambil menghitung dengan jarinya, jari tangan kanan habis pindah jari tangan kiri, tangan kiri habis balik lagi ke awal,,ternyata mereka telah menyebutkan lima belas nama pemain.

Sang syaikh bertanya, “Setahu saya pemain setiap club itu cuma 11orang.. kenapa kalian sebutkan 15 pemain…?”

Para mahasiswa menjawab, “Kami sebutkan pemain inti beserta pemain cadangannya syaikh…”

Yang aneh lagi kata syaikh,,, ketika mereka menyebutkan nama pemain bola itu, saya mengulangnya sambil menghitung dengan jari saya, ketika saya salah dalam pengucapan nama pemain tersebut, mereka tertawa (karena kebodohan sang syaikh terhadap nama pemain bola itu).. dan mereka membenarkan pengucapan ku,,, tegas sang syaikh.

Benarlah firman Allah: “Tidakkah mereka mengetahui rosul mereka…?”
Jangan kalian minta maaf……!!

para mahasiswa melihat wajah syaikh yang terlihat sedih,,, maka mereka meminta maaf seraya berkata, ya syaikh jangan engkau cela kami, media telah menayangkan tentang mereka sehingga kami menghafalnya.

Jangan kalian minta maaf, tegas syaikh.. media punya hak untuk menampilkan kabar tentang mereka kehadapan kalian tetapi mereka tidak punya hak untuk mengharuskan kalian mengikuti acara, berita-berita serta menghafal nama-nama mereka, mengingat-ingat kisah2 mereka, menjadikan mereka topic pembicaraan di majlis2 kita….jelas sang syaikh..dst

Sebagaimana halnya media yang menayangkan berita olahraga, disana juga ada media-media yang menampilkan berita-berita tentang islam dan pengajaran-pengajaran yang baik dan bermanfaat.

Kenapa kalian tidak bersikap terhadap masalah keislaman seperti kalian bersikap terhadap media olahraga dan internet….!!?? Jangan kalian minta maaf…..tegas sang syaikh.

Saudaraku fillah…
Apakah kita seperti mereka…? Apakah kita lebih menghafal nama-nama bintang film daripada nama-nama para sahabat…? Apakah kita lebih tahu kisah-kisah para artis-artis dari pada kisah para pejuang islam..?
Setiap kita lebih mengetahui tentang diri kita sendiri…..

====================
Keterangan:
- Ini adalah kisah Dr. Muhammad bin Abdurrahman al-‘Arifi dengan para mahasiswanya di Riyadh.
- Kisah ini diterjemahkan secara bebas dari salah satu buku beliau tentang sirah Nabi shalallahu alaihi wasallam.
(http://belajardienulislam.blogspot.com/)

Thullabul ‘Ilmi

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji hanyalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah melimpahkan karunia-Nya yang tiada terkira kepada hamba-hambanya yang beriman, sesungguhnya termasuk dari sekian kenikmatan yang terbesar adalah nikmat menuntut ilmu serta menyibukkan diri dengan sesuatu yang dapat mengantarkan kepada pemahaman mengenai agama secara baik dan benar.

Tak sedikit ayat-ayat al-quran dan lembaran-lembaran sunnah Rosulullah Shallallaahu ‘alaihi Wasallam yang menegaskan tentang keutamaan ilmu dan ahli ilmu, tentunya –setelah taufiq dari Allah Subhaanahu Wa Ta’ala – keutamaan tersebut tidaklah dapat diraih melainkan dengan wasilah menuntut ilmu, menyibukkan diri dengan sesuatu yang menghasilkan faidah ilmiah berupa mempelajari hukum-hukum agama, sungguh sebuah kenikmatan yang besar tatkala seorang muslim mencondongkan jiwanya, mengorbankan waktunya, melapangkan hati untuk menuntut ilmu agama, ikhlas karena mengharap ridho Rabb semesta alam, serta mengangkat kekurang tahuan akan ilmu agama yang ada pada dirinya.

Kalaulah kita mau menengok sejenak tentang kondisi umat islam dewasa ini.. kalaulah kita mau jujur dalam menyikapi, sesungguhnya kaum muslimin sangat membutuhkan jutaan muslim yang berpengetahuan baik tentang agamanya, untuk membimbing umat ini kepada ajaran agama yang sesuai dengan tuntunan rosulullah sholallahu alaihi wa sallam, menjelaskan kepada umat terkait hukum-hukum agama, menerangkan yang benar dan menyalahkan yang batil, jauh melebihi kebutuhan orang-orang yang sakit akan kehadiran seorang dokter yang mengobati mereka.

Untuk dapat mengenyam belajar di Yaman barangkali ada sebagian sobat yang ngebayangin begitu susah banget ngurusinya and seleksinya seperti di negara timur tengah lainnya, apalagi bagi kita yang nggak mudeng bahasa arab. Sobat nggak perlu khawatir, jalur belajar ke Yaman sangat mudah karena nggak ada yang namanya tes seleksi, umur pun tak dibatasi, dan tidak ada batasan standar intelektual.
Wah enak banget kan. Tapi apa yang musti disiapkan? Sobat cukup siapin uang dan paspor, lalu kirim ke Yaman agar di daftarkan di sebuah Universitas. Ngirimnya ke temen-temen yang ada di sana, insyaallah mereka siap membantu. Untuk lebih detailnya sobat bisa tanya langsung sama temen-temen yang pernah belajar di sana biar dikenalin sama temen yang masih belajar di sana. Dengan demikian setiap santri yang datang ke Yaman legal dengan visa pelajar. Biaya yang dibutuhkan untuk mengurusi itu semua sekitar 18-22 juta rupiah. Mahal? Itulah sobet, memang merupakan salah satu syarat untuk bisa mendapatkan ilmu adalah dengan modal uang atau dirham kata Imam Syafi’i.
Setelah sampai di Yaman, sobat nggak perlu khawatir masalah fasilitas dan akomodasi di kampus. Di Darul Hadits makanan santri sudah disediakan dengan gratis tiga kali sehari, tentu dengan menu orang Yaman. So nggak perlu khawatir kelaparan di tanah gersang.
Terus biaya kuliahnya gimana? Untuk biaya belajar atau kuliah nggak dipungut biaya sepeser pun alias gratis. Hanya yang perlu disiapkan adalah biaya untuk membeli kitab dan biaya untuk tajdidul iqamah (pembaharuan ijin tinggal) setiap tahunnya sekitar 3-5 juta rupiah. Dengan memiliki iqamah (izin tinggal resmi) kita akan mendapatkan perlindungan dari pemerintah Yaman dan KBRI disana. Selain itu juga akan mendapatkan kemudahan dalam pengurusan haji & umroh, juga kemudahan dalam pengurusan reentry visa bagi yang ingin pulang ke Indonesia & kembali ke Yaman dengan biaya yang lebih murah (hanya dengan mengurus reentry visa & membeli tiket Yaman – Jakarta PP)
Pengin Sih Tapi….
Saya ingin belajar ke Yaman tapi…. Yup barangkali ada juga sobat yang pengen banget belajar ke Yaman tapi ada kendala karena sudah nikah alias berkeluarga. Bagi temen-temen yang sudah berkeluarga nggak usah putus asa, karena di sana bakal disediakan rumah gratis. Bahkan pondok pun memberi Mukafaah (bantuan) untuk biaya kebutuhan keluarga setiap harinya.
Ada lagi nih pertanyaannya, gimana kalau bawa anak atau mungkin juga ada sobat yang pengen mengenyam pendidikan formal seperti tingkat SD sampai SMA? Bagi orang yang masih duduk di sekolahan SD, SMP, atau SMA maka di dalam pondok pun ada sekolahan resmi milik pemerintah yang siap menampung anak-anak pondok. So, nggak perlu khawatir juga.
Ada lagi nih buat kamu yang pengen mencari gelar formal di bangku kuliah seperti LC (S1), MA (S2), atau DR (S3), maka di Yaman sangat mudah, hanya dengan mendaftar di universitas lalu datang ke universitasnya ketika musim ujian saja, dan setiap harinya tetap mernimba ilmu bersama ulama yang ahli dalam bidangnya di pondok. Sobat juga nggak perlu khawatir mengenai soal-soal yang keluar ketika ujian karena soal-soal ujian universitas sangat mudah bagi yang setiap harinya belajar di pondok. Kok bisa? Yup, ini dikarenakan pelajaran di pondok lebih tinggi dari pelajaran yang di universitas.
Kayaknya jadi semangat banget nih buat nuntut ilmu disana, tapi ada lagi nih yang masih mengganjal di benakku, semangat oke punya tapi aku nggak bisa bahasa arab sama sekali karena selama ini di indonesia hanya mengenyam pendidikan di sekolah umum, gimana dong? Apa perlu kursus bahasa arab dulu di indonesia baru berangkat ke sana? Atau gimana nih?
Bagi yang masih nol belum bisa Bahasa Arab atau belum punya hafalan Al-Qur’an, maka di sana banyak temen-temen senior yang siap mengajari bahasa arab sampai bisa dan mampu duduk mengambil faedah ilmu langsung dari para masyayikh tanpa harus mengundang penerjemah.
Semoga Allah memberkati negeri Yaman dan para ulama serta para penuntut ilmu di dalamnya, sebagaimana Rosulullah berdo’a:
اللهم بارك لنا في شامنا و في يمننا
“Ya Allah berkatilah negeri Syam dan Yaman kami”. (Riwayat Bukhari dari Ibnu Umar)
Sobat muda, itu tadi sekelumit pengalaman tentang cara belajar ke Yaman. Mudah-mudahan bisa memberikan sedikit gambaran bagi yang pengin banget ngelanjutin studi di Yaman. Tentu tulisan tersebut belum sepenuhnya terperinci mengenai tata cara belajar di sana, tapi paling tidak sudah memberikan info secara globalnya.
So, buat semua sobat fata, jangan pernah putus asa dech dalam menuntut ilmu syar’i hanya karena kendala bahasa yang asing bagi kita. Mumpung masih muda, pompa terus adrenalin kita buat belajar sebelum nyesel kelak di hari tua. Berhentilah mengukur masalah atau kendala yang kita hadapi dan mulailah untuk membangun langkah ke depan.

Hadiah rihlah ilmiah dari Ustadz Thabrani dengan penyesuaian redaksi.