Hari Hari mu adalah Umur mu..

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

Yang kita ingat dalam menghadapi musibah yang menimpa kaum muslimin, yang pertama antum harus ingat dan kita wajib ingat, bahwa semua musibah yang terjadi pada diri kita dan juga yang terjadi di muka bumi semuanya berjalan menurut qoda dan qadar Allah subhanahu wata’ala. Itu yang harus kita yakini. Jadi Apa saja yang terjadi di langit, di bumi dan terhadap diri kita semuanya berjalan menurut qoda dan qadar Allah. Dan Allah sudah tuliskan takdir makhluk itu 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Sebagaiman disebutkan dalam riwat Muslim dan Tirmidzi..

“Bahwa allah menuliskan semua takdir itu 50.000 tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi”

Ini harus kita yakini sebagai seorang muslim. Bahwa semuanya sudah ditakdirkan oleh Allah. Dan Allah juga sebutkan dalam beberapa ayat Al Quran tentang masalah ini.

kemudian, ikhwah fiddin, Allah tuliskan semua takdir yang Allah tetapkan itu supaya kita tidak terlalu sangat gembira dengan apa yang kita terima dan kita tidak putus apa dengan apa yang luput dari kita.

Dalam surat Al hadid, Allah menyebutkan , Allah tetapkan takdir ini yang menimpa diri kalian yang terjadi di langit dan di bumi, supaya kalian tidak terlalu sangat berduka cita dari apa yang luput dari kalian, dan juga supaya tidak terlalu bergembira dengan apa yang kalian peroleh. Dan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi angkuh.

Kemudian ikhwah fiddin, yang ketiga adalah bahwa apa yang menimpa kaum muslimin, Allah telah menyuruh orang-orang yang terkena musibah itu untuk bersabar. Dan kemudian Allah memberikan kabar kembira : (Al Baqarah 155-157) . Jadi Allah sudah jelaskan, bahwa kami akan uji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, kekurangan buah-buahan, kekurangan jiwa, dan kami berikan kabar gembira bagi orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengatakan Inna Lillahi wa Inna ilaihi roji’un.. Sesungguhnya kami milik Allah dan akan kembali padaNya. Dan mereka itu kata Allah akan mendapatkan ampunan dari Allah. Mendapatkan rahmat dari Allah. Mendapatkan petunjuk. 3 disbutkan. Jadi orang yang sabar ketika mendapatkan musibah, dia mengucapkan Inna Lillahi wa Inna ilaihi roji’un.

Dalam hadits nabi yang shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, “apabile seseorang tertimpa musibah, dia ucapkan Inna Lillahi wa Inna ilaihi roji’un, Allhumma jurni fii Mushibati waaklhif Liy khairan minha”.

Menurut Imam Ibnu Qoyyim, didalam kitabnya zaadul ma’ad, bahwa orang yang mengucapkan kalimat ini, dia harus memahami tentang 2 pokok. Yang pertama, dengan kita mengucapkan Inna Lillahi wa Inna ilaihi roji’un, Inna Lillah, bahwa kita milik Allah. Pada hakikatnya kita ini diliputi oleh 2 keadaan. Yang pertama, ‘adamin qoblahu wa ‘adamin ba’dahu. Yaitu kita tidak ada sebelumnya, yang kedua, kita tidak ada sesudahnya. Artinya, kita lahir kedunia tidak punya apa-apa dan tidak membawa apa-apa. Sama sekali. Kita lahir, kita tidak bawa harta, nggak bawa benda, nggak bawa segala macam. Kita terlahir dalam keadaan tidak membawa apa-apa. Sama sekali. Kemudian, nanti sesudah itu, wa ‘adamin ba’dahu. Sesudah itu kita meninggal dunia, juga nggak bawa apa-apa. Nggak bawa harta, benda, nggak bawa segala macam kecuali amal kita. Itu dijelaskan imam ibnu qoyyim.

Makanya ketika kita menyebutkan innalillahi , semua milik allah, apa yang terjadi bagi diri kita itu, semuanya milik Allah. Semua yang kita terima pinjaman. Rumah kita, harta kita, istri kita, anak kita, kakak kita, adik kita, keluarga kita.. Semuanya pinjaman dari Allah. Dan Allah ketika mengambil pinjamanNya, dikembalikan pada Allah semuanya..Allah yang memiliki semuanya. Bukan punya kita. Kita nggak punya apa-apa. Kita terlahir kedunia, tidak membawa apa-apa. Sekarang Allah minta lagi, Allah kembalikan.

Jadi apa saja yang menimpa kita, anak kita sakit, keluarga kita sakit. Ato kita terkena luka, penyakit , dan lain sebagainya. Pada hakikatnya kita milik Allah subhanahu wata’ala. Dan yang harus kita ingat, ketika Allah memberikan musibah pada kita, itu yang terbaik bagi kita. Tidak ada yang jelek yang Allah berikan pada kita. Apa yang Allah berikan pada kita, itu yang terbaik bagi kita. Makanya diantara do’a nabi “Ya Allah, jadikanlah ketentuan engkau yang engkau tentukan untuk kami, Baik buat kami Ya Allah”. Jadi semua yang Allah tentukan buat kita itu Baik buat kita.

kemudian yang kedua, kata Ibnu Qoyyim, prinsip yang kedua, wa inna ilaihi roji’un. Kita semua akan kembali pada Allah. Semua kita pasti akan kembali pada Allah subhanahu wa ta’ala. Dan kita akan mempertanggung jawabkan semua dari apa yang kita lakukan di muka bumi ini. Jadi dunia ini bukan tempat tinggal kita, bukan tempat yang abadi. Dunia ini sementara. Maka dengan ujian yang Allah berikan kepada kita, disini ada ibadah yang harus kita penuhi. Apa ? ‘Ubudiyaturridho, wa ‘ubudiyatus shobr. Harus ditumbuhkan ibadah kepada Allah dengan bentuk ridho dan sabar. Musibah, semua orang mendapatkan musibah. Maka ditumbuhkan disaat yang seperti ini, ibadah sabar dan ibadah rido. Itu harus ditumbuhkan. Karna dengan ibadah ridho dan sabar itu kita mendapatkan ganjaran dari Allah yang luar biasa. Karna musibah sekecil apa pun yang menimpa kita diganjar oleh Allah. Sebagai mana disebutkan dalam hadits shahih yang diriwayatkan Imam Muslim “Tidak lah menimpa seorang muslim, dari kelelahan, keletihan, penyakit, kesedihan, kegundah gulanaan, sampai duri yang menusuk kakinya, itu Allah akan hapuskan dosanya”.. Ini nikmat. Makanya Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyebutkan dalam Majmu’ Fatawa, ketika menyebutkan tentang musibah-musibah, dia katakan “Al Mashaibun Nikmah”, Musibah itu nikmat. Kenapa ? Karna dengan musibah itu Allah hapuskan dosa kita. Karna dengan musibah itu Allah angkat derajat kita. Dengan musibah itu juga, Allah mengembalikan kita kepada-Nya. Kita istiqhfar, kita bertobat, kita kembali pada Allah. Betapa banyak orang-orang yang kembali pada Allah dengan sebab musibah. Yang tadinya orang itu sombong, dengan musibah, dia kembali pada Allah. Tadinya dia maksiat, dengan musibah dia kembali pada Allah. itu yang harus kita perhatikan.

Sabar ada 3 macam ;

1. Sabar dalam melakukan keta’atan pada Allah

2. Sabar dalam menjauhi maksiat

3. Sabar dalam menghadapi musibah.

Dan sabar dalam menghadapi musibah, artinya sabar saat pertama kali datangnya musibah. Begitu terjadi Kita langsung husnuzhon, bahwa apa yang Allah tetapkan itu yang terbaik buat kita. Langsung saat kejadian itu. Bukan sesudah nggak mungkin lagi  istri kita, adik kita, ibu kita ato bapak kita, rumah kita kembali baru sabar. Tidak. Saat kejadian itu. Makanya nabi salallahu ‘alaihi was salam ketika melewati seorang wanita yang menangisi anaknya karna meninggal dunia, maka Nabi tegur. Kemudian wanita ini tidak terima. Kemudian ada sahabat yang mengatakan, itu yang menegur kamu Rasulullah. Maka dia kejar Rasululullah mengatakan, ya Rasulullah saya minta maaf, saya tidak tahu bahwa tadi itu engkau ya Rasulullah. Kemudian nabi mangatakan “Sesungguhnya sabar itu ketika pertama kali terjadi kejadian itu”.

kemudian selanjutnya, ikhwah fiddin ‘aazakumullah,

Kata imam ibnu Qoyyim, bahwa kita ketika mengalami musibah, yang harus kita ingat, bahwa musibah itu dibandingkan dengan nikmat yang kita peroleh, Cuma sedikit dan sebentar musibah itu. Kita sejak lahir kedunia sampai sekarang, nikmat itu nggak bisa kehitung. Dan tidak akan mungkin bisa terhitung nikmat itu. Musibah ketika menimpa kita, apakah terkena kaki kita, kepala kita, saudara kita meninggal atao usaha kita jatuh bangkrut, itu Cuma sebentar. Nikmat ini udah PULUHAN TAHUN kita rasakan. Sedangkan musibah Cuma sebentar. Makanya kita bandingkan antara musibah dan nikmat yang Allah berikan kepada kita. Nikmat itu sangat banyak dan tidak bisa kita hitung. Musibah hanya kecil, dan sebentar saja.





4 Comments to “Penyejuk Hati bagi Saudaraku Yang Ditimpa Musibah (Bag.1)”

  1.   venty | March 13th, 2010 at 11:16 am     

    subhanallah… tulisan yang menarik….

  2.   nieza | March 31st, 2010 at 12:22 pm     

    Terima kasih atas artikelnya….q jadi lebih tenang…

  3.   Tas Wanita | October 18th, 2011 at 5:51 pm     

    makasih infonya… semoga barokah…salam

    [WORDPRESS HASHCASH] The poster sent us ‘1453077504 which is not a hashcash value.

  4.   jam tangan | October 19th, 2011 at 1:43 pm     

    Wah mantap infonya… sayngat bermanfaat… Semoga banyak orang yang tertolong dengan adanya blog ini…Salam kenal…

    [WORDPRESS HASHCASH] The poster sent us ‘379335681 which is not a hashcash value.

Leave a Comment