Hari Hari mu adalah Umur mu..

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

Untaian Syair Zainal Abidin -rohimahulloh-
لَيْس الغرِِيبُ غرِيبَ الشَّامِ وَاليمنِ           إنَّ الغَريب غَريبُ اللحْد والكَفَنِ
Orang asing bukanlah orang yg merantau ke negeri syam atau yaman
Tp orang asing adl, org yg asing dalam liang lahad bersama kain kafan
إنَّ الغريبَ لَهُ حَق لِغُربَتِهِ              علَى المُقِيمينَ فى الأوْطَانِ والسَّكَنِ
Sungguh orang yang terasing memiliki hak yang harus dipenuhi
Oleh penduduk daerah yang sedang dilaluinya
لاَ تَنْهَرَنّ غَرِيْباً حَالَ غُرْبَتِهِ                      الدَّهْرُ يَنْهَرُهُ بِالذُّلِّ وَالْمِحَنِ
Janganlah kau hardik orang asing ketika sedang dalam perantauan
Karena masa telah menghardiknya dengan kehinaan dan berbagai cobaan
سَفْرِي بَعِيْدٌ وَزَادِي لَنْ يُبَلِّغَنِي                  وَقُوَّتِي ضَعُفَتْ وَالْمَوْتُ يَطْلُبُنِي
Perantauanku jauh… padahal bekalku tidak mencukupi
Kekuatanku semakin rapuh… sedang kematian terus mencariku
وَلِي بَقَايَا ذُنُوْبٌ لَسْتُ أَعْلَمُهَا                  اللهُ يَعْلَمُهَا فِي السِّرِّ وَالْعَلَنِ
Aku tentu punya banyak sisa dosa, yang aku tak mengetahuinya
Allah mengetahui dosa-dosaku yang tersembunyi di saat bersendirian atau yang nampak
مَا أَحْلَمَ اللهَ عَنِّي حَيْثُ أَمْهَلَنِي                وَقَدْ تَمَادَيْتُ فِى ذَنْبِي وَيَسْتُرُنِي
Betapa sayangnya Alloh padaku… krn telah menangguhkan hukuman-Nya
Bahkan Dia tetap menutupi dosaku… meski aku terus melakukannya
تَمُرُّ سَاعَاتُ أَيَّامِي بِلاَ نَدَمِ                      وَلاَ بُكَاءٍ وَلاَ خَوْفٍ وَلاَ حَزَنِ
Hari-hariku terus berjalan (dan aku terus melakukan dos-dosa)
Tanpa ada rasa penyesalan, tangisan, ketakutan, ataupun kesedihan
أَنَا الَّذِى أَغْلَقَ الأَبِوَابَ مُجْتَهِدًا                  عَلَى الْمَعَاصِي وَعَيْنُ اللهِ تَنْظُرُنِي
Akulah orang telah menutup pintu
Untuk giat dalam maksiat, padahal Mata Alloh selalu mengawasiku
يَا زَلَّة كُتِبَتْ فِي غَفْلَةٍ ذَهَبَتْ                  يَا حَسْرَة بَقِيَتْ فِي الْقَلْبِ تُحْرِقُنِي
Salah sudah tercatat, dalam kelalaian yang telah lewat
Dan sekarang, tinggal penyesalan di hati yg terus membakar diriku
دَعْنِي أَنُوْحُ عَلَى نَفْسِي وَأَنْدُبُهَا                 وَأَقْطَعُ الدَّهْرَ بِالتَّذْكِيْرِ وَالْحَزَنِ
Biarkanlah aku tangisi jiwaku dan meratapinya
Dan aku isi masa hidupku dengan muhasabah dan kesedihan
دَعْ عَنْكَ عَذْلِي يَا مَنْ كَانَ يَعْذُلُنِي             لَوْ كُنْتَ تَعْلَمُ مَا بِي كُنْتَ تَعْذُرُنِي
Wahai orang yang selalu menghinaku, tinggalkan hinaanmu!
karena jika kau tahu keadaanku, tentu kau member udzur kepadaku
دعني أسِحّ دموعا لا انقطاع لها                 فهل عسى عبرة منها تخلصني
Biarkanlah ku usap linangan air mata, yang tak mau berhenti ini
Maka adakah tetesan air mata ini, dapat menyelamatkan diri?!
كأنني بين كل الأهل منطرحا                   على الفراش وأيديهم تقلبني
Dan seakan-akan aku sekarang
tergeletak tak berdaya diatas ranjang
di hadapan seluruh sanak keluarga
yang membolak-balikkan tubuhku dengan tangan mereka
وقد تجمع حولي من ينوح ومن                يبكي عَلَيّ وينعاني ويندبني
Lalu berkumpullah di sekelilingku, orang yang meratapiku dan
menangisiku
وقد أتوا بطبيب كي يعالجني                   ولم أرى الطب هذا اليومَ ينفعني
Mereka telah mendatangkan tabib untuk mengobatiku
Tapi aku yakin, saat ini ia takkan mampu menyembuhkanku
واشتد نزعي وصار الموت يجذبها              من كل عرق بلا رفق ولا وهن
Selanjutnya nafasku semakin tak karuan
Ajal mulai merenggutku, dr setiap urat nadi, dg tanpa keramahan & kehalusan
واستخرج الروح مني في تغرغرها              وصار ريقي مريراً حين غرغرني
Kemudian kematian mengeluarkan nyawaku dariku yang pada saat nyawaku di kerongkongan
saat itu ludahku menjadi terasa pahit
وغمضوني وراح الكل وانصرفوا               بعد الإياس وجَدُّوا في شرا الكفن
Mereka pun menutup mataku  lalu pergilah mereka seluruhnya
Tatkala mereka putus asa maka merekapun berpaling dariku untuk membeli kafan
وقام من كان حِبَّ الناس في عجل             نحو المغسل يأتيني يغسلني
Orang yang dulunya paling ku kasihi
Segera mencari pemandi mayat untuk memandikan mayatku
وقال يا قومُ نبغي غاسلاً حذقاً                 حراً أديباً أريباً عارفاً فطن
Dia mengatakan: Wahai kaumku, kami ingin pemandi mayat yg lihai
merdeka, ahli syair, cerdas, mengerti, dan pandai
فجاءني رجل منهم فجردني                    من الثياب وأعراني وأفردني
Akhirnya datanglah seorang dari mereka menghampiriku
ia melepas pakaianku, menelanjangiku, dan menyendirikanku
وأودعوني على الألواح منطرخا                 وصار فوقي خرير الماء يُنظِفُني
Dengan terlentang di gerabah, ia membiarkanku
sedang pancuran air yang akan membersihkan ada di atasku
وأسكب الماء من فوقي وغسلني                غسلا ثلاثا ونادى القومَ بالكفن
Ia pun mengucurkan air dari atasku, dan membilasku dengan tiga bilasan
Setelah itu, ia meminta orang-orang agar mendatangkan kain kafan
وألبسوني ثياباً لا كمام لها                      وصار زادي حنوطي حين حنطني
Orang-orang itu memakaikan padaku pakaian yang tanpa lengan
Dan jadilah bekalku hanya parfum kematian, saat mereka memarfumiku
وأخرجوني من الدنيا فوا أسفاه                 على رحيل بلا زاد يبلغني
Mereka kini telah mengeluarkanku dari dunia… Duhai malangnya aku
Sebagai seorang perantau tanpa bekal yang dapat mengantarkanku
وحملوني على الأكتاف أربعة                   من الرجال وخلفي من يشيعني
Mulailah 4 lelaki mengangkat jasadku di atas pundak
Dan di belakangku terlihat para pelayat yang mengarak
وقدموني إلى المحراب وانصرفوا                  خلف الامام فصلى ثم ودعني
Mereka lalu meletakkanku di mihrob depan
Lalu ke belakang imam untuk sholat & mengucapkan kata perpisahan
صلوا عليّ صلاة لا ركوع لها                  ولا سجود لعل الله يرحمني
Mereka menyolatiku, dg sholat yg tanpa ada ruku’ dan sujudnya
Dengan iringan doa semoga Alloh mencurahkan padaku rahmat-Nya
وأنزلوني إلى قبري على مَهَل                    وقدموا واحدا منهم يلحدني
(Sampai di kuburan), mereka menurunkanku ke kuburan dengan perlahan
Dan mulailah salah satu dari mereka memasukan aku ke liang lahat
وكشّف الثوب عن وجهي لينظرني             وأسبل الدمع من عينيه أغرقني
Dia membuka kain yg menutupi wajahku untuk melihatku
Hingga mengucur dari kedua matanya, air yg mampu menenggelamkanku
فقام محترما بالعزم مشتملاً                     وصفّف اللَبْن من فوقي وفارقني
Ia lalu berdiri dg penuh hormat… Dan dengan tekad yang bulat…
ia menata bata di atasku… lalu beranjak meninggalkanku…
وقال هُلُّوا عليه الترب واغنتموا                 حسن الثواب من الرحمن ذي المنن
Ia mengatakan: “Uruklah dia dengan tanah kuburan
Dan raihlah pahala kebaikan dari Ar-Rohman, yg memiliki banyak pemberian!
فى ظلمة القبر لا أمٌّ هناك ولا                   أب شفيق ولا أخ يؤنسني
Di liang kubur yang gelap itu, tak ada bapak yang penyayang
Tak ada ibu, atau pun saudara yang dapat membuatmu senang
وهالني صورة فى العين إذ نظرت               من هول مطلع ما قد كان أدهشني
(Stlh itu) datanglah sosok yg membuatku gemetar, saat mata ini menatapnya
Karena tampang yang sangat menakutkan orang yg melihatnya
من منكر ونكير ما أقول لهم                   قد هالني أمرهم جداً فأفزعني
Itulah malaikat Munkar dan Nakir… Apa yg akan ku katakan pada mereka?!
Di saat mereka benar-benar telah membuatku sangat takut dan kaget tiada tara
وأقعدوني وجَدُّوا في سؤالهم                   مالي سواك إلهي من يخلصني
Mereka mulai mendudukkanku, dan mengintrogasiku
Sungguh ya Tuhan, tiada seorang pun selain Engkau yg dpt menyelamatkanku
فامنن عليّ بعفوٍ منك يا أملي                  فإنني موثق بالذنب مرتَهَن
Maka berikanlah maaf-Mu padaku, wahai Harapanku
Sungguh aku sekarang terjerat & tergadai oleh dosa-dosaku
تقاسم الأهل مالي بعدما انصرفوا               وصار وزري على ظهري فأثقلني
Adapun keluargaku… setelah pulang, mereka membagi-bagi hartaku
Di lain sisi, dosa-dosaku menjadi semakin terasa berat di pundakku
واستبدلت زوجتي بعلاً لها بعدني               وحكمته على الأموال والسكن
Sedang istriku… ia mencari suami lain yang menjadi pengganti sepeninggalku
Lalu menyerahkan kekuasaan harta & rumah padanya (yg dulunya adlh milikku)
وصيرت ولدي عبداً ليخدمها                  وصار مالي لهم حلاّ بلا ثمن
Adapun anakku… mereka berubah menjadi budaknya yg harus melayaninya
Sedang hartaku… sekarang semuanya menjadi halal & barang gratis utk mereka
فلا تغرنك الدنيا وزينتها                      وانظر إلى فعلها في الأهل والوطن
Oleh karena itu, janganlah engkau terkecoh dengan dunia & perhiasannya!
Lihatlah apa yang diperbuat  dunia kepada tempat tinggal dan penghuninya
وانظر إلى من حوى الدنيا بأجمعها              هل راح منها بغير الحنط والكفن
Lihatlah orang yang berhasil mengumpulkan dunia seisinya
Apakah ia akan pergi dari dunia dg selain hanuth & kafannya?!
خذ القناعة من دنياك وارض بها                لو لم يكن لك إلا راحة البدن
Bersikaplah qona’ah dan rela terhadap dunia!
walau kau hanya memiliki badan yang sehat (dan hidup sederhana)
يا زارع الخير تحصد بعده ثمراً          يا زارع الشر موقوف على الوهن
Wahai penanam kebaikan… pasti kau nanti akan memanen buahnya
Wahai penanam keburukan… pasti kau akan dimintai tanggung jawabnya
يا نفس كفي عن العصيان واكتسبي              فعلا جميلا لعل الله يرحمني
Wahai jiwa ini, berhentilah menjalani maksiatmu
Dan mulailah beramal yang baik, semoga Alloh merahmatimu
يا نفس ويحك توبي واعملي حسنا           عسى تجازَيْن بعد الموت بالحسن
Wahai jiwa ini, segeralah bertaubat dan lakukanlah kebaikan
Semoga engkau raih balasan kebaikan, saat melewati kematian
ثم الصلاة على المختار سيدنا                 ما وضَّأَ البرق فى شام وفي يمن
Semoga sholawat tercurahkan kepada Nabi yang terpilih dan mulia
Selama kilat masih menerangi negeri Syam dan dataran Yaman
والحمد لله ممسينا ومصبحنا               بالخير والعفو والإحسان والمنن
Segala puji bg Alloh, yg ketika pagi & sore selalu memberi kita kebaikan
Juga maaf, ke-ihsan-an, dan banyak lagi pemberian

Alih bahasa oleh: Musyaffa’ Addariny, Lc di Madinah, 21 /11/1430 H (dengan sedikit editan oleh Firanda)





Leave a Comment