Hari Hari mu adalah Umur mu..

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

Semuanya khoir insya Allahu ta’ala. Kami do’akan juga agar kita semua ditunjuki kepada hidayah taufik, dan istiqomah di atasnya serta meniti jalan yang pernah ditempuh oleh Rasulullah salallahu’alaihi wassalam dan para sahabatnya radhiallhu’anhum ajma’in serta salafush shaleh (orang shaleh terdahulu) dalam beragama. Karna yang demikianlah jalan yang telah diperintahkan oleh Al Khaliq dalam banyak ayat dan juga sabda nabi salallahu’alaihi wassalam dalam banyak hadis. Karna sudah menjadi kewajiban kita semua untuk menyeru dan mengajak kaum muslimin agar mereka kembali ke agama mereka yang murni, yang bersih dan terhindar dari syirik, khurofat, takhayul dan lain-lainnya yang bukan dari ajaran Nabi yang mulia salallahu’alaihi wassalam.  Dan tak kalah pentingnya  kita ingatkan mereka dari perkara baru dalam agama sebagaimana dulu Nabi kita juga telah memperingatkan ummatnya. Kita hanyalah mengatakan apa yang Allah dan Rasul katakan, kita terima dengan hati yang lapang segala apa yang sudah termaktub dalam AlQur’an dan As Sunnah tanpa menolak sedikitpun, menambahi atau mengurangi.  Maka janganlah henti-hentinya dalam menuntut ilmu, yang bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah dengan bimbingan dari para ulama Sunnah yang telah rela mengorbankan waktunya untuk menyebarkan ilmu mereka, baik di mimbar-mibar, di buku-buku yang mereka tulis maupun dalam banyak rekaman video dan kaset. Jazaahumullah khoiran khairan jaza’.  Maka adapun setelah itu, jangan henti-hentinya meberikan nasehat karna sesungguhnya agama Islam ini adalah nasehat. Sebagaimana nabi bersabda “Agama ini adalah nasehat”.  Lalu ditanyakan untuk siapa wahai rasululllah. Lalu Rasulullahpun menjawab, salah satunya : untuk pemimpin-pemimpin kaum muslimin dan ummat muslimin seluruhnya.

Wahai ikhwah skalian…  Aazaniallahu wa iyyakum
Semoga Allah memberikan tambahan ilmu kepada ana, antum dan antunna semua.
Kita memang berada di suatu zaman yang penuh dengan fitnah, yang mana datangnya silih berganti bagaikan ombak lautan yang tiada henti. Dan musuh-musuh islampun yang merupakan motor penggerak di balik semua ini. Mereka hembuskan subhat ke tengah tengah kita, yang mana subhat ini berupa kesamar-samaran, berupa penyimpangan makna, memburamkan ajaran hakikat Islam yang sebenarnya. Sehingga tanpa kita sadari, yang tadinya adalah syirik malah dianggap adat istiadat kebiasaan masyarakat, dan orang yang berTauhid malah dianggap orang yang kolot dan ketinggalan zaman. Orang yang berpegang kepada Sunnah dianggap sebagai suatu orang yang sok tahu, sok alim atau orang selalu merasa benar selalu. Bukanlah kita merasa ujub dan isyrof ya kawan….  Aku hanyalah seorang penuntut ilmu pemula , yang masih haus akan ilmu. Aku pun baru menyadari betapa pentingnya ilmu, selalu terngiang di telingaku perkataan seorang Imam besar kaum muslimin, yaitu Imam Malik-rahimahullah-, beliau mengatakan “butuhnya seseorang kepada ilmu jauh lebih besar dibandingkan butuhnya manusia terhadap makan dan minum. Kenapa? Karna manusia butuh makan dan minum hanya 2kali atau 3kali saja dalam sehari. Dan sedangkan butuhnya manusia terhadap ilmu, sepanjang tarikan nafasnya”. Subhanallah, zaadallahu ilman lana.
Hadirilah kajian ilmu, bergaullah dengan orang sholeh, orang yang bisa mengajarkan kebaikan kepada kita. Marilah bersatu di atas jama’ah kaum muslimin, dan bukan ditas kelompok-kelompok yang memecah belah Islam. Karna sesungguhnya Islam ini hanya satu, yaitu Islam sebaimana yang dijalani oleh Rasulullah dan para sahabtnya.  Sholatlah sebaimana nabi kita sholat, puasalah sebagaimana nabi kita berpuasa, beramallah sebaimana nabi kita beramal, yakinilah apa yang diyakini nabi dan para sahabatnya, cintailah apa yang nabi cintai, musuhilah apa yang nabi musuhi, dan berpendapatlah dengan apa yang menjadi kesepakatan nabi dan para sahabat. Bermuamalahlah kepada Allah dengan Tauhid yang benar, bermuamalah juga lah kepada makhluk dengan akhlak yang terpuji sebagaimana nabi dan para sahabatpun juga telah melakukannya.  Jika kita semua telah melakukan yang demikian, semua amalan kita, aqidah kita, keyakinan kita, adab dan aklak kita serta pendapat kita sudah mencocoki yang demikian, maka demi Allah kita telah berada di atas jalan Shiratal Mustaqim, kita sudah berada dibarisan jama’ah Rasulullah dan para Sahabatnya yang lurus dan terbimbing. Demi Allah juga, kita sudah berada didalam suatu kelompok, yang mana Imam Besarnya adalah Nabi kita Muhammad salallahu’alaihi wassalam, saf pertamanya adalah para khulafur rasyidin dan para sahabat lainya, yang diikuti oleh Tabi’in dan tabi’ut tabi’in dan kita pada akhirnya. Itulah jalannya salafush sholeh.
Wallahu’alam bi shawab
Penulis : Redi Ramli, S.Si
12 Oktober 2011
Pariaman – Musim Haji Bersemi 1432 H.





Leave a Comment