Hari Hari mu adalah Umur mu..

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

Dari Ustadz Abu Usaamah, dari Ustadz Abu Kholil (solo), beliau bercerita tentang seorang gadis bercadar yang  yang pemberani (walaupun berbeda pendapat ulama tentang hukum cadar, wajib atau sunah namun mari kita ambil sedikit pelajaran),

“Bahwasanya dahulu thn 90-an ada seorang akhwat memakai cadar kuliah di Fakultas Kedokteran UGM, SEHINGGA gemparlah seluruh orang yang ada didalam maupun diluar UGM, karena masih sedikit yang belum paham dan sangat aneh di lingkungan masyarakat kita.

Maka dipanggillah wanita itu oleh pihak kampus kemudian kampus memberikan peringatan bahwa ia akan di DO (dikeluarkan) jika masih bercadar.

wanita itu pun bersedih hatinya, ketika banyak wanita pada zaman itu berpakaian tapi telanjang, memamerkan auratnya kemana-mana. NAMUN ia dengan kekuatan iman dan hati nya, ia kenakan pakain tertutup dan rapat. NAMUN orang malah mencemooh dia dan mengasingkan dia.

********

Mendengar ia akan dikeluarkan dari kampus UGM tercinta, maka dengan kekuatan iman dan hatinya, dengan keberanian dan kecerdasannya. Wanita itu lalu bertemu dengan rektor UGM.

Sampailah ia menghadap Rektor UGM

Dia tanyakan alasan kenapa ia akan dikeluarkan dari kampus ? apa salah dia? apa dengan cadar berarti dia berbuat kejahatan.

Sang Rektor menjelaskan dengan baik bahwa kondisi kampus yang tidak bisa menerima wanita bercadar, akan menjelekkan nama kampus, akan membuat nilai akademik buruk, dsb.

Dengan tegas dan santun, dengan kepercayaan diri dan kecerdasannya, wanita itu berkata, “Pak Rektor, saya akan buktikan kepada anda, UGM dan orang lain bahwa cadar bukanlah penghambat seseorang untuk sukses, cerdas, dan maju, saya akan kalahkan teman-teman saya, saya akan buktikan bahwa saya bisa mendapatkan nilai yang lebih baik dari mereka semua.”

terdiam,,,

akhirnya wanita itu pun diberikan kesempatan membuktikan ucapannya.

walhasil akhir kisah  wanita bercadar itu berhasil mendapatkan nilai yang sangat memuaskan. Dengan akhlak yang santun, kecerdasan, akidah yang lurus, dan keberanian diatas kebenaran dia membuktikan fitnah miring tentang wanita bercadar…

taukah antum siapa wanita bercadar itu?

Dialah yang kemudian menikah dengan ustadz Mujahid (Ustadz abu Kholil)…

selesai kuliah, ia dan suaminya tercinta pergi ke Negeri Yaman bersama dua orang putranya yang masih kelas 3 SD dan masih TK.

tau kah antum ?

dua anak putra mereka kini telah tumbuh dewasa.

anak pertama sekarang tahun 2011 berumur 19 tahun dan yang kedua berumur 16 tahun.

ada cerita yang membuat saya (admin) sangat takjub, anak pertama mereka telah menamatkan SMA di Yaman, dan kini anak itu telah menjadi Pemuda Tahfidzul Qur’an hafal 30 juz Al Qur’an, dia juga hafal shahih Bukhari, dan dia juga hafal shahih muslim.

anaknya yang kedua hafal Al Qur’an 20 juz.

mungkin ada yang berpendapat, “ah biasa karena mereka tinggal di Yaman”, tapi  taukah antum orang asli Yaman sendiri belum tentu bisa seperti itu.

*******

ya ikkhwa, ada tangan halus yang mendidik mereka. dialah ibu mereka

ya ikhwa, betapa peran penting seorang wanita sholehah untuk mendidik anak-anak yang sholeh dan sholehah.

Seorang penyair dalam bait syairnya  :

“Anak kecil itu akan tumbuh dewasa di atas apa yang terbiasa (didapatkannya) dari orangtuanya. Sesungguhnya di atas akarnyalah pohon itu akan tumbuh”

[Kitab “Adabud dunya wad diin” (hal. 334)]

Senada dengan syair di atas, ada pepatah arab yang mengatakan:

“Barangsiapa yang ketika muda terbiasa melakukan sesuatu maka ketika tua pun dia akan terus melakukannya”

[Dinukil dan dibenarkan oleh syaikh Muhammad bin Shaleh al-‘Utsaimin dalam Majmu’atul as-ilah tahummul usratal muslimah (hal. 43)]





10 Comments to “Kisah Nyata “Dibalik Wanita Sholehah dan Cerdas””

  1.   name | December 26th, 2011 at 10:08 pm     

    saya punya dua keponakan(dr sepupu) yg sudah hafal surat an-naba, adz-dzariat, ath-thariq, asy syam disaat usia mereka 4 dan 3 tahun.
    ibunya ketika hamil melantunkan ayat al qur’an utk janinnya, ketika bayi-balita yg diperdengarkan tiap hari pun murottal, ayahnya pun sering memuraja’ah hafalan2 itu (tentu saja mereka tidak dikontaminasi dg televisi dirumahnya).
    skrg yg paling gede (yg dlu 4 thn skrg sdh 6 thn) masuk pesantren penghafal qur’an di pekanbaru.
    subhanallah, ibunya sarjana biologi, ayahnya bkn sarjana.

  2.   redy | December 27th, 2011 at 10:51 am     

    subhanallah..
    semoga allah memperbanyak orang-orang seperti mereka !

  3.   Jamaluddin malik | March 14th, 2012 at 12:11 pm     

    Cerita semacam iini yang perlu di masukan Fail …..
    karena kejadianya pada Abad mutakhir ……. kalau yang jaman Prabu siliwangi itu Wallahu A’lam ………..

  4.   luluk | April 19th, 2012 at 10:44 am     

    subhanallah… keren banget…
    semoga kita bisa menjadi seperti mereka. amin.

  5.   muhammad ali adam | May 28th, 2012 at 12:48 pm     

    SUBHANALLAH, SUBHANALLAH, SUBHANALLAH,

    ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR,

  6.   adam ali | May 28th, 2012 at 12:55 pm     

    setelah melihat dan membaca kisah diatas, saya sangat tersentuh, semoga allah memberi kan hidayah nya pada anak” yang lain, sehingga dapat berguna bagi nusa dan bangsa terutama bagi agama.

  7.   muhammad ali adam | May 28th, 2012 at 1:07 pm     

    SUBHANALLAH, SUBHANALLAH, SUBHANALLAH,

    ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR,

    setelah melihat dan membaca kisah di atas, saya sangat tersentuh, semoga allah senantisa memberikan hidayah nya untuk semua anak” muslim di dunia, khususnya di INDONESIA negara tercinta ini, agar anak” tersebut dapat berguna bagi Bangsa da Negara terutama dan utama bagi agama, amin allahumma amin,,,,,,,,,,,,,,,,

  8.   muhammad ali adam | May 28th, 2012 at 1:09 pm     

    SUBHANALLAH, SUBHANALLAH, SUBHANALLAH,

    ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR,

    setelah melihat dan membaca kisah di atas, saya sangat tersentuh, semoga allah senantisa memberikan hidayah nya untuk semua anak” muslim di dunia, khususnya di INDONESIA negara tercinta ini, agar anak” tersebut dapat berguna bagi Bangsa dan Negara terutama dan utama bagi agama, amin allahumma amin,,,,,,,,,,,,,,,,

  9.   retno | May 29th, 2012 at 10:45 pm     

    Subhanallah,,tak hentinya ku ucap syukur atas karunia Allah yang begitu menakjubkan,, terima kasih telah menambah pengetahuanku sebagai seorang wanita untuk dapat mendidik keturunan kelak yang cerdas akan dunia dan akhirat..amin

  10.   Moci | September 25th, 2015 at 10:20 pm     

    Subhanallah… kisah ini begitu menyentuh dan memotivasi para wanita untuk terus belajar dan menjadi cerdas, agar keturunannya nanti juga menjadi orang2 yg luar biasa.

Leave a Comment