Hari Hari mu adalah Umur mu..

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

Sebenarnya kami sudah banyak bersabar dan sudah banyak menasehati.

Bagiku dan bagi ahlus sunnah lainnya maka tugas kami hanyalah menyampaikan saja sementara apakah ia akan tersentuh atau tidak dengan apa-apa yang telah kami sampaikan kepadanya adalah urusan Allah karena hidayah adalah pemberian dari Allah semata. Tidak ada yang namanya target dakwah terhadap orang-orang tertentu untuk direkrut sebagai kader karena dalam manhaj salaf kader adalah urusan Allah karena Allahlah yang memiliki hati-hati dan jiwa-jiwa dari para ‘calon kader’ tersebut. Tak ada kecewa dalam diri-diri kami apabila orang yang kami dakwahi tidak menerima seruan kami atau bahkan menolaknya dan menentang kami, yang ada adalah do’a dari kami semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka melalui lisan-lisan, perbuatan-perbuatan atau melalui hal-hal lainnya dari orang-orang yang lebih ikhlas dan lebih ‘alim dari kami, karena mungkin saja hati kami yang kurang ikhlas dalam menyeru mereka atau ilmu kami yang tidak cukup dalam hal itu sehingga hatinya pula tidak bisa menerima seruan kami. Hanya kepada Allah sajalah kami mohon pertolongan.

Seandainya mereka mau saja sedikit bersabar dan duduk sejenak bersama kami serta memasang niat yang baik ingin mencari kebenaran serta memanjatkan do’a hidayah kepada Allah, dengan senang hati akan kami usahakan menjelaskan tentang hakikat kebenaran itu sebenarnya.

Wasiat Al ‘Alamah Syaikh Al Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al Albani –rahimahullah Ta’ala-

Kira-kira satu tahun sebelum beliau meninggal, beliau berwasiat:

Wasiatku untuk setiap muslim yang ada di muka bumi ini, terutama untuk saudara-saudara kami yang sama-sama menisbahkan diri kepada dakwah yang penuh berkah ini –yaitu dakwah kitab dan sunnah di atas manhaj as salafush shalih:… Hendaknya kita senantiasa berlemah lembut tatkala mendakwahkan manhaj ini kepada orang-orang yang berseberangan dengan kita, dan hendaknya kita selalu terus menerus bersama fiman Allah Ta’ala (yang artinya). “Serulah manusia kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik”

Dan orang yang pertama kali paling berhak untuk kita sikapi dengan penuh hikmah adalah orang yang paling keras permusuhannya terhadap prinsip-prinsip dakwah dan aqidah kita, agar kita tidak termasuk orang-orang yang manggabungkan antara beratnya dakwah al-haq yang telah Allah karuniakan kepada kita, dengan beratnya metode yang buruk dalam berdakwah kepada jalan Allah.

Dinukil dari kitab Muhaddits al ‘Ashr Muhammad Nashiruddin Al Albani karya Samir bin Amin az Zuhairi.

Dakwah salaf adalah dakwah yang berat karena ia berusaha mengembalikan ummat yang telah banyak jauh menyimpang dari jalan Nabi shalallahu’alaihi wa sallam, maka jangan sampai kita termasuk orang-orang yang menambah beratnya dakwah yang penuh berkah ini dengan beratnya metode dakwah yang keras dan kasar.

Maka berlemah lembut lah wahai ahlussunnah !





Leave a Comment