Hari Hari mu adalah Umur mu..

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

Pada hari Ahad 12 Rabiul Awwal 1433 H / 05 Februari 2012, kami pelajar Indonesia di Darul Hadits, Syihir, Hadramaut, Yaman mendapat kunjungan istimewa dari Duta Besar NKRI untuk Yaman, bapak Nurul Aulia. Ini adalah kunjungan beliau yang pertama sejak beliau bertugas. Biasanya beliau hanya mengutus wakil beliau, Bapak Agus Syarif Budiman untuk mengontrol keadaan kami sini. (Profil Darul Hadits Syihir-Hadramut dapat dibaca di: http://aasiraj.wordpress.com/2012/02/06/darul-hadits-syihir-hadramaut-selayang-pandang/ )

Datang menjelang ashar, pak Dubes pun langsung makan siang bersama kami di rumah salah seorang penuntut ilmu di sini. Setelah shalat, beliau pun beliau memberikan beberapa patah kata sambutan dan wejangan bagi kami.

Di antara poin yang beliau sampaikan adalah kekawatiran pemerintah atas kemerosotan moral bangsa serta merebaknya aliran-aliran sesat dan konflik sektarian yang terjadi di Indonesia belakangan ini. Beliau berharap para penuntut ilmu bisa ikut berperan aktif memperbaiki ini semua tentunya dengan mengedepankan hikmah dan mauzdhoh hasanah. Beliau lalu mengutip firman Allah ta’ala,

Serulah manusia kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah dan mauizhoh hasanah (pelajaran yang baik) dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. (An Nahl: 125)

Beliau juga memberikan nasihat bahwa untuk memperbaiki umat itu membutuhkan kesabaran. Jangan sampai ketidaksabaran kita dalam berdakwah malah menjerumuskan kita ke dalam perbuatan-perbuatan ekstrim yang meresahkan masyarakat. Kesabaran dalam dakwah juga sangat diperlukan oleh para dai, karena yang dicari dalam dakwah bukanlah materi melainkan keridhoan dari Allah.

Setelah sambutan beliau, Al Ustadz Salim Al Kaf yang bertanggung jawab atas pelajar Indonesia di Darul Hadits Syihir menjelaskan kepada beliau bahwa para pelajar di sini memang senantiasa dididik untuk mengedepankan dakwah bil hikmah. Dan inilah yang sering diingatkan oleh Asy Syaikh Abdullah bin Mar’ie, guru kami di sini.

Dakwah Salafiyah bukan Dakwah yang Keras

Ada sesuatu yang terungkap dari pertemuan kami, bapak Dubes mengaku bahwa selama ini beliau telah keliru menilai kami karena masukan sebagian orang yang tidak suka dengan dakwah salafiyyah. Beliau sebelumnya menganggap dakwah salafiyyah adalah dakwah yang keras.

Beliau juga mengingatkan kepada kami betapa tentang kuatnya pengaruh media massa dalam membentuk opini publik sehingga yang tergambar di benak masyarakat bahwa orang-orang yang berpegang teguh kepada agama adalah orang-orang yang kaku dan suka kekerasan. Oleh karena itu kita pun harus menunjukkan citra yang baik, menyampaikan dakwah dengan cara yang santun.

Alhamdulillah setelah pertemuan ini pandangan beliau berubah terhadap kami dan malah menyemangati kami agar nanti menyebarkan ilmu yang diperoleh di sini. Pertemuan kami berakhir menjelang maghrib dan beliau beserta rombongan pun meninggalkan Syihir untuk melanjutkan perjalanan. Walhamdulillah.

Sumber: Tulisan Al-Akh Urwah Abu Umar (Wira Mandiri Bachrun) di: http://wirabachrun.wordpress.com/2012/02/07/dubes-ri-untuk-yaman-perbaikilah-moral-bangsa-dengan-hikmah-dan-mauidhoh-hasanah/ dengan perubahan.




Leave a Comment