Hari Hari mu adalah Umur mu..

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

‎::: KETIKA HIDAYAH MENYAPA ::: ~ Kisah seorang Yang Mendapatkan Hidayah ke Jalan Yang Benar ~ ……….. Ana seorang pegawai honorer di sebuah instansi di jakarta, saat ini ana tinggal bersama orangtua di bekasi awalnya ana seorang yg bermanhaj haraki.. Bahkan telah diprospek sebagai kader masa depan sebuah partai terkemuka di negri ini,setidaknya itu yang terjadi pada kawan-kawan liqo-an ana dulu. Mulanya ana mengenal manhaj salaf berawal dari sebuah doa -alhamdulillah- yg diijabah oleh Allah, meskipun dengan cara yang tidak disangka-sangka , tak terduga dan tak terpikirkan namun kelak akan mengubah sikap ,pandangan, bahkan cara bicara ana 180 derajat ke arah yg lebih baik -insya Allah-. —————————— —————————— ketika itu pada suatu senja yang sepi, ana termenung memikirkan kehidupan yang telah lewat, sejak SMA ana telah mengikuti liqo, berkenalan dgn demonstrasi, rapat konsolidasi partai, juga sempat menjadi saksi perwakilan saat pemilu. Waktu itu ana merasa benar-benar menjadi seorang muslim yg komplit! ana suka nasyid ,marawis, sering menjadi panitia perayaan bid’ah (dulu ana ga menganggap demikian) ,aktif di Rohis (sekalipun telah alumni) ,aktif di partai dakwah ,dll hanya satu yg ana rasakan kurang : ILMU! Ya! ana miskin ilmu, bahkan miskin sekali, hukum shalat gak paham, dzikir ga tahu, bahkan tata cara mandi wajib pun ga ngerti.. Jangan tanya masalah fikih karna masalah aqidah pun ana bodoh! Hingga pada senja itu ,ana merasa berada pada sebuah kebingungan..ana menginginkan ilmu , tapi kemana ana harus mencarinya?? Di liqo ana tidak menemukan melainkan sedikit, di ta’lim dekat rumah pun sama saja , terlalu banyak waktu habis untuk shalawatan, lalu dimana dan siapa, Yg bisa menghilangkan dahaga ana akan ilmu?? >>Akhirnya doa itu pun terucap juga, (ana lupa persisnya) ana berdoa kepada Allah agar ditunjuki kepada guru yang benar, dan pengajian yg benar-benar mengajarkan ilmu. Dan ternyata Allah kabulkan doa hamba -ALHAMDULILLAH- —————————- —————————— beberapa saat setelah senja itu ana mendapat surat pindah tugas ke kantor lain. Di kantor baru, atasan pun baru, ternyata dia seorang ikhwan berjenggot dan bercelana cingkrang, punya istri dua, dan senang bicara masalah agama, dan melalui dialah akhirnya ana kenal manhaj salaf. Perlu waktu beberapa tahun sebelum ana mau menerima ajakannya tuk ngaji di kwitang dgn seorang ustadz bernama YAZID BIN ABDUL QADIR JAWAS hafidhahullah (sekarang pindah ke cawang polonia tiap selasa bada isya). Bayangkan aja, siapa sih yang bisa akrab dgn orang yg sering menyalahkan apa yg kita lakukan?? (karakternya memang agak keras dan to the point) ditambah ana seorang haraki yg jelas berseberangan dengannya. dan hanya karna kehendak Allah dan kenyataan bahwa dia atasan ana yang membuat ana tetap dekat dengannya. Dia sering meminjami ana majalah assunnah yang sarat dgn ilmu, dia juga pernah bicara tentang larangan isbal, sesuatu yang banyak dilalaikan kaum muslimin di negri ini.. Perlahan-lahan ana mulai mengaplikasikan sunnah seiring dengan pemahaman yang bertambah ( karna itu ya ikhwah , jangan cepat putus asa jika teman atau keluarga kita belum mau menerima manhaj yg haq ini, jangan bosan menasihati.. Barangkali dari seribu kata hanya satu yg diterima, namun mudah-mudahan yg satu itu menjadi sebab hidayah bagi yg kita dakwahi) hatta, setelah ajakan yang kesekian kali,ana ikuti beliau ke tempat kajian ust. Yazid, .. Dan setelah mengikuti kajian disana ana merasa sangat menyesal sekali, kenapa?? Karna ana heran dgn diri ana, KENAPA TIDAK DARI DULU,ana ikuti ajakan atasan ana,!? Subhanallah dalam 10 menit pertama ana duduk di kajian, langsung hati ana menjadi terang,lega ,bagai seorang musafir yg menemukan tujuannya, ana katakan pada diri ini.. INILAH YG SAYA CARI! Hingga pekan berikutnya, tanpa diajak pun ana datang sendiri ke tempat kajian.. Sampai ke tempat-tempat yg jauh pun ana kejar, Walhamdulillah. Demikian kisah ana,meski kadang futur ,tapi insya Allah ana akan istiqomah di atas manhaj yg haq ini, semoga antum yg membaca pun demikian. Barakallahu fykum. Wassalamu ‘alaykum warahmatullah wabarakatuh. Nb: saat ini ana telah keluar dari aktifitas ana yg dulu..namun hubungan baik insya Allah masih terjaga. Hujatan sbgai orang aneh, teroris dan lainnya pun telah ana anggap biasa, dan kini ana sedang mencoba mengurai kebodohan dgn menimba ilmu di sebuah ma’had di bekasi.. Pesan ana seperti yg diwasiatkan ustadz ana , jangan katakan pernah belajar bahasa arab(karna beliau ustadz lughoh), tapi katakanlah MASIH/SEDANG belajar bahasa arab. Karna menuntut ilmu itu wajib, dan hanya akan selesai saat kita dikubur. Semoga bermanfaat Wallahu a’lam Sumber : RAGAM KISAH PERJALANAN MENUJU HIDAYAH




One Comment to “~ Kisah seorang Yang Mendapatkan Hidayah ke Jalan Yang Benar ~”

  1.   Umm Karamy | March 4th, 2012 at 4:42 pm     

    Assalamu’alaikum… yaa akhi. Sungguh banyak orang2 yg mengalami apa yg dialami ikhwan dlm kisah tsb, komplit dg penentangan dan kebencian orang2 dan kelompok sebelumnya yg ‘jelas’ berseberangan dengan salafy. Subhanallah…

    Catatan yg bagus, walau singkat tp menginspirasi. Jazakallahu khayran

Leave a Comment