Hari Hari mu adalah Umur mu..

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

Orang-orang “salafi” (yang bermanhaj Salaf) tuh aneh dan ngeselin, karna kalo berdalil soal Islam selalu bawa-bawa Al-Qur’an, Hadist-hadist shahih, ijma para sahabat dan ulama-ulama yang mengikuti manhaj mereka. Mereka tuh bodoh dan pengecut, karna gak pernah berani pake akal dan pendapat mereka kalo berdalil. Gak seperti guru mereka (anti Salafi) yang berani gak pake dalil kalo berbicara dan beramal karena tingginya ilmu mereka (menurut mereka).

Orang-orang “salafi” tuh aneh dan ngeselin, karna kalo beribadah gak suka berinovasi, nambah-nambahin, padahal itu kan baik dan apa salahnya?. Maunya nurut Al-Qur’an, hadist-hadist shahih, ijma para sahabat dan ulama-ulama yang mengikuti manhaj mereka. Beda sekali dengan guru2 mereka (anti Salafi) yang suka nambah2in ibadah, biar bisa mengalahkan ibadahnya para shahabat Nabi.

Orang-orang “salafi” tuh aneh dan ngeselin, mereka gak pernah ikut-ikutan ngadain perayaan dan peringatan yang gak pernah dilakukan dan dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan oleh para Sahabat Rodhiyallahu Anhum Jami’an. Maunya ngikut Al-Qur’an, Hadist-hadist shahih, ijma para sahabat dan ulama-ulama yang mengikuti manhaj mereka. Berbeda dengan guru mereka (anti Salafi) yang merayakan karena saking cintanya kepada Nabi, bahkan cintanya guru mereka kepada Nabi bisa melebihi cintanya Abu Bakar dan Umar kepada Nabi sendiri, karena Abu Bakar dan Umar tidak merayakan acara tersebut.

Orang-orang “salafi” tuh aneh dan ngeselin. Mereka tuh “gerombolan” yang patuh dan taat banget sama ulil amri (penguasa). Boro-boro mau demontrasi, orasi, mencela aib pemimpin-pemimpinnya, untuk urusan kapan lebaran aja mereka manut apa kata pemerintah. Kalo mereka anti sekali sama penguasa, gak perlu taat sama penguasa (mumpung Nabi sudah wafat, jadi boleh tidak taat (anti Salafi) sama penguasa, kecuali terpaksa karena mau nikah biar bisa dinikahkan di KUA).

Orang-orang “salafi” tuh aneh dan ngeselin. Mereka “males” banget kalo disuruh ‘bersholawat’ kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan cara mereka, apalagi bersholawat pake rebana atau music dan nyanyi2. Mereka mau bersholawat hanya dengan dalil atau kalimat yang diajarkan dan keluar langsung dari mulut Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang mulia, pada waktu-waktu yang dianjurkan. Beda dengan mereka (anti Salafi)… yang katanya pecinta Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, katanya rajin sholawatan, tapi nulis sholawat dibelakang nama Nabi aja males, pake disingkat …SAW (gergaji).

Orang-orang “salafi” tuh aneh dan ngeselin. Penampilannya menyeramkan atau malu2in bagi orang awam, pasang jenggot lebat, celana ngatung diatas mata kaki, yang perempuannya banyak yang pake cadar, mereka sabar dicela dan dihina orang karena penampilannya, tidak lain karena berpegang teguh kepada ‘sunnah’. Berbeda dengan mereka (anti Salafi) yang tampil modern (tidak mau kuno) biar diridhai sama manusia (bukan mencari ridha Allah), sehingga wajah2 mereka menjadi ‘cantik’ seperti artis sinetron atau artis korea (karena jenggotnya dicukur bersih), dan wanita2nya berjilbab seksi untuk menyegarkan pandangan pria hidung belang.

Orang-orang “salafi” tuh aneh dan ngeselin. Sebentar-bentar Tauhid…sebentar-bentar Syirik…sebentar-bentar Sunnah…sebentar-bentar bid’ah…kayak Nabi aja…bikin pemecah belah umat (Nabi shalallahu alaihi wasallam juga dibilang pemecah belah oleh kaum musyrikin, pemecah belah antara ayah dengan anaknya, kakak dengan adiknya, dll). Berbeda dengan guru2 mereka (anti Salafi) yang sebentar-bentar nyanyi pake musik (marawis), sebentar-bentar nangis berjamaah, sebentar-bentar demo, sebentar-bentar merusak fasilitas umum, sebentar-bentar menutup jalan.

Jadi, yang benar yang mana sich? Yang Salafi atau Anti Salafi?
Kalau Salafi itu adalah pengikut Salafush Shalih (shahabat Nabi), berarti yang anti Salafi apa ya? Habibi (pengikut Habib)?!
Kalau hanya Islam doank, bukankah Islam itu terbagi menjadi 73 golongan dan semuanya masuk neraka kecuali 1?
Siapakah yang satu itu???
Bingung?? Yuk ngaji!!!….

sumber : http://www.facebook.com/negara.tauhid/posts/2306791966585





Leave a Comment