Hari Hari mu adalah Umur mu..

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

Seorang Syaikh bercerita :

Suatu ketika saya duduk di suatu majelis yang disitu terdapat lebih dari 40 orang laki-laki.. Sangat banyak pembicaraan mereka, sampai-sampai suara mereka pun meninggi.. Hal itu terus berlangsung lebih dari satu jam..

Saya berusaha untuk mendiamkan mereka, tapi hal itu berat saya rasakan.. Kebetulan yang duduk di sampingku adalah seorang tokoh mereka.. Saya memintanya untuk mendiamkan mereka.. Dia berteriak dan akhirnya mereka pun diam..

Saya berkata kepada mereka : “Sejak kita duduk tadi, kalian berbicara tentang perkara-perkara yang aku tidak tahu apakah itu tertulis dalam lembaran kebaikan atau keburukan.. Akan tetapi saya akan bertanya kepada kalian sebuah pertanyaan.. Kalian semua hafal surat Qul huwa_Llâhu ahad?”

Mereka saling bersahutan menjawab : “Iya.. iya..”

Aku bertanya : “Apakah makna ‘Allâhu_sh_shamad’?”

Mereka semua diam..

Aku bertanya lagi : “Kalian hafal surat al Falaq?”

Mereka berkata : “Iya.. iya..”.

Aku berkata : “Apakah makna ‘Ghâsiqin idzâ waqab’?!”

Mereka juga hanya berdiam diri..

Aku akhirnya berkata : “Kalau sendainya kalian dalam majelis ini membaca tafsir sebuah ayat, atau penjelasan sebuah hadits, atau kalian belajar sebuah hukum dari hukum-hukum agama; niscaya hal itu lebih baik bagi kalian dan lebih lurus..”

————————

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Kaum mana saja yang bermajelis dan duduk lama dalam majelis tersebut, kemudian mereka berpisah sebelum mengingat Allah dan bershalawat kepada nabi-Nya, melainkan kaum itu akan memperoleh hukuman dari Allah, jika Dia menghendaki Dia akan menyiksa mereka, dan jika Dia menghendaki Dia akan mengampuni mereka”. [Terjemah HR. at Tirmidzi dan al Hakim dan hadits ini adalah redaksi beliau]

Sungguh aneh suatu kaum yang menyibukkan majelis-majelis mereka dengan perkara yang tidak bermanfaat. Jika ada orang yang akan memberikan manfaat, atau mengucapkan suatu kalimat, mereka akan berpaling dan merasa bosan.. Dan lebih suka menyibukkan diri dengan perkara-perkara remeh dan rendahan; berbicara tentang wanita, menggunjing orang, sibuk dengan maksiat,dan cerita-cerita yang tidak bermanfaat…

Disebutkan bahwa Khalid bin Shofwan –dan beliau adalah seorang pakar balaghah dan adab bahasa Arab- senantiasa meramaikan majelisnya dengan berbagai berita, sejarah dan adab.. Suatu hari, seorang laki-laki berkata padanya : “Wahai Amir, mengapa jika aku melihat kalian menyebutkan berita-berita, saling mempelajari sejarah dan menyenandungkan sya’ir; aku merasa bosan dan mengantuk?!”

Khalid menjawab : “Karena engkau adalah seekor keledai dalam wujud seorang manusia!”

Ya,, orang yang obsesi dunianya hanya makan, minum dan tidur, serta lalai dari menuntut ilmu dan mempelajari agama; dia sangat mirip dengan hewan dan lebih dekat kepada kehancuran. Hidupnya terbatas, nafasnya dalam hitungan dan waktunya berlalu begitu saja tanpa manfaat.

————————

Sahabat,

Berilah perhatian agar hidupmu tidak berlalu dalam kesia-siaan. Jadilah engkau orang yang bersegera untuk memberikan faedah kepada manusia dalam majelis-majelis mereka. Datangkan sebuah buku yang bermanfaat dan bacakan kepada mereka walau hanya 10 menit yang dengannya engkau mensucikan majelis mereka, dan mensucikan diri-diri mereka..

Wallahul musta’an.

————————-

Disarikan dari : “Hal Tabhats ‘an al Wadzhifah?”, Syaikh Dr. Muhammad bin Abdurrahman al ‘Arifi





Leave a Comment