Hari Hari mu adalah Umur mu..

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

#BEGINI SEHARUSNYA MENYIKAPI ORANG AWAM#

Oleh Ustadz Wira Bachrun Al Bankawy

FAEDAH- Mungkin sebagian orang bertanya bagaimana sih kondisi peserta di durus ‘am Syaikh Muhammad Al Imam? Apakah semuanya mutawwi’, berjenggot lebat dan memakai gamis panjang?

Ternyata banyak juga orang-orang awam yang ikut pelajaran beliau. Sebagian jenggot mereka dicukur, bahkan banyak juga yang masih pakai banth
olun. Apakah orang-orang yang seperti ini disikapi oleh Syaikh dengan mata sinis dan sikap acuh (sebagaimana sikap sebagian kita terhadap orang-orang yang baru ngaji)?

Ternyata Asy Syaikh memperlakukan mereka sama saja dengan ikhwan lainnya. Beliau menjawab pertanyaan mereka dan merespon apa yang menjadi hajat mereka.

Seperti suatu hari ada dua orang bapak-bapak minta diajari membaca Al Qur’an, Asy Syaikh langsung bertanya pada saat itu juga kepada murid-murid beliau siapa yang bersedia mengajarkan Al Quran kepada kedua bapak tersebut sambil membawakan dalil tentang keutamaan mengajarkan Al Quran.

Di lain waktu, ada orang awam yang meminta syaikh mengutus muridnya untuk menjadi imam shalat tarawih di masjid kampungnya. Asy Syaikh dengan segera merespon, meminta ada di antara muridnya yang bersedia untuk menjadi imam di masjid tersebut.

Bahkan seringkali syaikh mengulang-ulang kepada para thullab, “Hendaknya kalian menjadi SEBAB KEBAIKAN, hendaknya kalian menjadi SEBAB HIDAYAH agar manusia mengikuti kitabullah dan sunnah Rasulullah…”

Inilah bentuk tarbiyah dari seorang ulama Rabbani. Kita ini sekarang bukanlah mengajak orang kepada sebuah organisasi, partai atau kelompok tertentu. Akan tetapi kita mengajak kepada manusia untuk taat kepada Al Quran dan Sunnah dengan pemahaman salaful ummah.

Oleh karena itu dibutuhkan sikap yang hikmah dan kesabaran dalam berdakwah sambil disertai dengan rasa cinta dan suka kalau orang itu dapat hidayah, bukan malah menjauhkan mereka dari al haq dengan sikap yang sinis dan kasar.

Semoga apa yang kami sampaikan di sini bisa merubah mindset sebagian dari kita yang masih keliru dalam menyikapi orang awam atau orang-orang yang baru mengaji. Wallahu ta’ala a’lam.

http://www.facebook.com/wira.mandiri/posts/4327781030465





Leave a Comment