Hari Hari mu adalah Umur mu..

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

Wa alaykumus salaam warohmatullah.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Ana hanya ingin menanggapi tentang Manhaj Salaf (tertulis salafi) yang dipandang
ekstrim.

Sebelum memperkenalkan Manhaj, pertama-tama, kita harus mengetahui dan memahami
lebih dahulu tentang Manhaj. Seseorang tidak dapat mengenalkan Manhaj, sebelum
ia mengetahui dan memahami tentang Manhaj. Kemudian, setelah mengetahui dan
memahami, maka ia aplikasikan dalam amal dan akhlaqnya. Orang tidak akan
menerima Manhaj yang haq, yakni Manhaj Salaf atau Manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah
atau Manhaj Shahabat, ketika ia belum menyesuaikan amal dan akhlaqnya dengan
ajaran Salaful Ummah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, Shahabat
radhiyallahu anhu, Tabi’in dan Tabi’ut Tabi’in.

Kaum Muslimin berbondong-bondong masuk Islam (Surat Al-Fath; pernah juga
ditafsirkan salah seorang Ustadz PKS dengan peristiwa menangnya PKS di Jakarta
tahun 2004. Dan ini tafsir yang bathil dari Manhaj yang bathil. Karena tafsir
seseorang atau kelompok biasanya mengikuti Manhaj-nya. Jika dia Haroki maka
tafsirnya dengan sudut pandang haroki. Wallahu Ta’ala a’lam), bukan karena
dipaksa atau dirayu-rayu sebagaimana kita merayu dan sangat ingin Hizbiyyun dan
Harokiyyin untuk masuk ke Manhaj Salaf.

Namun, Kaum Muslimin dengan izin Allah berbondong-bondong masuk ke dalam Islam
karena apa yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, yakni
Qalallah wa Qalarasul.

Selain itu, dengan izin Allah pula Kaum Muslimin berbondong-bondong masuk ke
dalam Islam, karena amal dan akhlaq para Shahabat. Dan menjadi perhatian kita
adalah, masuknya Kaum Muslimin yang terbanyak adalah ketika terjadi Perjanjian
Hudaibiyah, antara lain dengan masuknya Panglima Besar dari Kaum Musyrikin,
Khalid bin Walid radhiyallahu anhu ke dalam barisan Kaum Muslimin.

Maka, apabila dikatakan oleh fulanah Manhaj Salaf adalah ekstrim, pernah
disampaikan oleh Ustadzuna, Abdul Hakim bin Amir Abdat hafizhahullah, bukan
Manhaj-nya yang keliru. Mereka (Hizbiyyin dan Harokiyyin) yang belum mengetahui
dan memahami atau kekeliruan dari orang-orang dalam mengaplikasikan Manhaj
Salaf.

Dan ini sejalan dengan perkataan dari Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin
rahimahullah, sebagaimana yang pernah disampaikan akhina, Ustadz Abdul Halim
hafizhahullah dalam kajiannya, “Tidaklah pantas kita merepresentasikan Islam
dengan kondisi Umat Islam saat ini. Karena Umat Islam saat ini jauh dari
Al-Qur’an dan Sunnah.”

Mafhumnya, orang Yahudi, Nashrani dan Musyrik tidak akan masuk Islam, ketika
melihat Umat Islam membuat kerusakan, berdemo menghalangi jalan-jalan dan
lain-lain kerusakan yang mereka tidak sadari. Namun, orang Yahudi, Nashrani dan
Musyrik, dengan izin dan Hidayah dari Allah, akan masuk Islam, akan masuk ke
dalam Islam, ketika Kaum Muslimin beramal dan berakhlaq sebagaimana akhlaq dan
amalnya para Salafush Shalih.

Oleh karenanya, ana nasehati kepada diri ana dan antum, untuk tidak terlalu
berlebihan dalam mengajak Hizbiyyin dan Harokiyyin untuk kembali ke Manhaj yang
haq. Setelah disampaikan, maka mereka mau terima Alhamdulillah, jika tidak yang
kita kembalikan urusannya kepada Allah.

Dan alhamdulillah, ada yang rujuk setelah 1 tahun mengikuti Liqo’ IM. Ada juga
yang lebih dari 5 tahun…
Dan sudah banyak pula dari berbagai firqoh lainnya, apakah itu Jema’ah Tabligh,
NII dan lain-lain.

Terakhir, sebelum mengenalkan Manhaj kepada teman yang Harokiyyin dan Hizbiyyin,
utamakan diri kita untuk memahami terlebih dahulu, kemudian barulah kepada
keluarga dekat terlebih dahulu.

Wallahu Ta’ala a’lam.





Leave a Comment