Hari Hari mu adalah Umur mu..

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

“Bismillah,

 

Ini adalah sebuah surat dari seorang ikhwahfillah kepada kedua orangtuanya yang semoga dapat kita jadikan ibroh.. bahwa memberi pengertian kepada orangtua haruslah dengan lemah lembut karena Islam itu lembut dan bahwa orangtua harus senantiasa kita muliakan.. walaupun Alhamdulillah saya tidak mengalami seperti ini dari kedua orangtua saya, tetapi saya dapati relatif banyak yang mengalami ini.. bagi yang mengalaminya, semoga Alloh menguatkan untuk tetap istiqomah dan semoga Alloh senantiasa memberi hidayahNya bagi kita dan keluarga serta menunjukkan kita semua jalan yang lurus yang Alloh Ta’ala Ridhoi, aamiin.. dan semoga dengan berbagi ini, dapat membantu ikhwahfillah dalam menyampaikannya dengan cara yang ma’ruf..”

 

 

Ya Abi Ummi (bapakku Ibuku) , Aku Anakmu, Bukan teroris

 

Abi, Ummi, maukah membaca suratku? mendengar sedikit cerita dariku?

 

Tentang ISLAM yang begitu indah..

 

Tentang ISLAM yang begitu damai..

 

Seperti tertuang dalam ayat Al Qur’an : “Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya’: 107)

 

Sebuah dakwah ISLAM yang luar biasa indah..

 

sangat lembut hingga aku sadar ISLAM itu LEMBUT

 

Dari sana aku mulai belajar tentang ISLAM secara menyeluruh..

 

Tentang Tauhid yang ESA, tentang aqidah islamiyah, tentang fiqh, tentang adab bermuamalah, hukum-hukum dan segala sesuatu tentang ISLAM.

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.“﴾ Al Baqarah:208 ﴿

 

Subhanallah..

 

Ya Abi wa Ummi..

 

ISLAM itu sungguh SEMPURNA

 

Dari sana aku tahu,

 

Bagaimana caranya berbakti kepada kalian

 

Hanya dengan amalan ringan yang sebelumnya aku sepelekan, ternyata itu bisa mendekatkanku dengan jannah.

 

na’am, itulah BIRRUL WALIDAIN

 

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”. ﴾ Al Ahqaaf:15 ﴿

 

Subhanallah.. ISLAM ternyata MUDAH.

 

Dari sana aku juga tahu..

 

Mengenai segala perkara tentang kaum WANITA.

 

Mulai dari pakaian, jilbab, adab keluar rumah, adab berbicara dan adab lainnya, juga ketika kaum ini menjadi seorang istri dan menjadi ibu seperti Ummi..

 

Ada banyak hal yang dipelajari disana..

 

Dan dari sana aku tahu ISLAM itu sangat MEMULIAKAN WANITA.

 

Dari sana juga aku tahu apa pentingnya ilmu..

 

Semua amalan hendaknya didasari ilmu.

 

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. ﴾ Al Israa’:36 ﴿

 

Dan ilmu itu akan kita dapatkan dengan terus mencarinya.

 

Ilmu itu cahaya dan ilmu itu warisan para Nabi.

 

Dan aku ingin termasuk menjadi orang yang mendapatkan warisan yang besar itu..

 

Oleh karenanya aku ingin terus mencarinya, karena ilmuku masih sangat sedikit..

 

Ummi tidak perlu khawatir dengan penampilanku saat ini,

 

“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” ﴾ Al A’raf:26 ﴿

 

“Ada 3 golongan yang tidak akan dilihat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari kiamat, tidak dilihat dan tidak disucikan (dari dosa) serta mendapatkan azab yang sangat pedih, yaitu pelaku Isbal (musbil), pengungkit pemberian dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu.” (HR. Muslim, Ibn Majah, Tirmidzi, Nasa’i).

 

*Musbil (pelaku Isbal) adalah seseorang yang menurunkan sarung atau celananya kemudian melewati kedua mata kakinya.

 

“Abdullah bin Umar berkata : Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam : Janganlah kamu menyerupai orang-orang Musyrikin, peliharalah jenggot kamu dan tipiskanlah kumis kamu”. HR al Bukhari, Muslim dan al Baihaqi.

 

“Dari Aisyah berkata : Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam : Sepuluh perkara dari fitrah (dari sunnah nabi-nabi) diantaranya ialah mencukur kumis dan memelihara jenggot”. HR Ahmad, Muslim, Abu Daud, at Tirmidzi, an Nasaii dan Ibn Majah.

 

Dan bagi wanita :

 

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan perempuan-perempuan mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Ahzaab 59)

 

Jangan pikirkan apa kata sebagian orang,

 

Bukankah Ummi yang melahirkan aku? Bukankah Ummi yang merawat dan mendidikku?

 

Ummi lebih tahu aku dari pada mereka..

 

Insya Alloh aku tidak akan mengkhianati kepercayaanmu juga Abi.

 

Mengapa mereka melabeli fanatik atau ekstrim..

 

Apakah karena berbeda dengan kebiasaan?

 

Bukankah kita tidak boleh menjadikan kebiasaan sebagai suatu kebenaran, tetapi jadikanlah kebenaran sebagai suatu kebiasaan?

 

Dan kebenaran itu datangnya hanya dari Alloh Ta’ala..

 

“Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?”. ﴾Al Baqarah:170﴿

 

Kita mempunyai teladan terbaik di muka bumi ini yaitu Rosululloh shalallahu ‘alaihi wassalam

 

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” ﴾Al Ahzab:21﴿

 

Aku bukan pemberontak penguasa

 

Aku bukan golongan teroris

 

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” ﴾An Nisaa:59﴿

 

Oleh karena itu, Rasululloh Shalallahi ‘Alaihi Wassallam memerintahkan kita tunduk dan taat pada penguasa/ulil ‘amri, selama itu tidak melanggar perintahNya seperti jika melarang kita sholat misalnya (na’udzubillahimindzalik)

 

Jika Bapak Ibu mendapati sederet mahasiswa/i para aktifis dakwah ikhwan bahkan akhwat berdiri berbaris sambil membawa spanduk, berteriak dan berorasi di bawah teriknya jalanan..

 

Dan Ummi berfikir, “jangan-jangan anakku ikut dalam deretan itu..”

 

Maka ku pastikan aku tidak akan pernah ada di deretan itu Ummi

 

Tidak! Tidak akan pernah ikut ‘aksi’ istilah kerennya..

 

Karena itu bukanlah adab seorang muslim..

 

“Barangsiapa yang ingin menasehati penguasa maka janganlah menyatakannya di depan umum terang-terangan. Hendaklah ia mengambil tangan penguasa tersebut (ke tempat tersembunyi). Maka bila penguasa itu mau mendengar nasehat tersebut, itulah yang dikehendaki. Tetapi bila tidak mau mendengarnya, sungguh penasehat itu telah menunaikan apa yang diwajibkan atasnya.” Hadits tersebut Shahih riwayat Ahmad, Ibnu Abi Ashim, Al-Hakim, Al-Baihaqi dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ad-Dhilal hal.507 no.1096.

 

Dan jika Abi wa Ummi mendapati orang yang suka mengkafirkan orang lain.

 

Mendapati golongan yang menganggap diri paling benar serta berbuat kerusakan.

 

Ketahuilah bahwa aku juga bukan golongan mereka.

 

Aku bukan orang yang suka mengkafirkan orang lain Ummi..

 

Abu Dzar juga menuturkan hal yang sama dari Rasulullah Shalallahi ‘Alaihi Wassallam:

“Siapa yang menyeru kepada seseorang dengan sebutan kekafiran atau ia mengatakan: wahai musuh Allah, sementara yang dituduhnya itu tidak demikian maka sebutan tersebut kembali kepadanya.” (Shahih, HR. Muslim no. 61)

 

Ibnu ‘Umar berkata: Rasulullah Shalallahi ‘Alaihi Wassallam bersabda:

“Apabila seseorang menyeru kepada saudaranya: Wahai orang kafir, maka sungguh akan kembali sebutan kekafiran tersebut kepada salah seorang dari keduanya. Bila orang yang disebut kafir itu memang kafir adanya maka sebutan itu pantas untuknya, bila tidak maka sebutan kafir itu kembali kepada yang mengucapkan.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 6104 dan Muslim no. 60)

 

Karenanya mengkafirkan seorang muslim yang tidak melakukan salah satu pembatal keislaman sangatlah berbahaya..

 

Olehnya, yang berhak memvonis murtad hanyalah para hakim syar’i dan ahli fatwa yang diakui keilmuannya.

 

Adapun yang merealisasikan hukumannya adalah pemerintah kaum muslimin, selain itu hanya akan melahirkan kekacauan..

 

Selain itu, aku ingin Ummi tahu, aku mendambakan sosok wanita sholihah

 

Bukankah Ummi juga mendambakan menantu demikian?

 

Tempat seorang muslimah bukan di jalanan, tapi di dalam rumahnya.

 

Bukan bernyanyi, berteriak, berorasi yg bisa dengan bebas disaksikan puluhan pasang mata..

 

Wanita itu aurat dan fitnah amat sangat dekat dengan kita.

 

Akan lebih mulia ketika kita menjaga diri.

 

Aku ingin berusaha menjaganya.. menjaga diriku sendiri…

 

Karena wanita sholihah pun mendambakan lelaki sholih

 

“… dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)..”. ﴾ An Nuur:26 ﴿

 

Ketika Abi dan Ummi menyaksikan pemberitaan di televisi tentang sekelompok orang dengan penampilannya yang kata orang ‘ekstrim’ : berjenggot, bercelana cingkrang, berjilbab lebar..

 

Dan kalian berkata kepadaku “kenapa kamu berpakaian seperti mereka? Tidakkah kamu takut, bila ternyata kamu diintai Densus 88?”

 

Maka ku yakinkan

 

AKU BUKAN TERORIS!

 

Aku bukan golongan mereka.

 

Mungkin penampilanku hampir atau bahkan sama dengan mereka.

 

Tapi apakah bijak menyalahkan seseorang hanya karena pakaiannya?

 

Bukankah Rosululloh shalallahu’alaihi wassalam berjenggot?

 

Bagaimana bila para teroris itu memakai dasi atau pakaian safari yang sering Abi kenakan?

 

Apakah Abi mau dituduh demikian?

 

Demi ALLAH yang jiwaku ada ditanganNya…

 

Aku berlindung dari pemahaman mereka…

 

Aku berlindung dari pemahaman kaum khawarij.

 

Jihad itu asalnya adalah mulia. Sehingga jihad itupun ada aturan-aturannya.

 

Mereka bilang ingin memberantas kemaksiatan, menghancurkan orang kafir.

 

Tapi apa mereka tahu, hukum menumpahkan darah sesama muslim? Membunuh orang kafir yg sudah melakukan perjanjian dan dalam perlindungan pemerintah?

 

“Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja Maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya”. (QS. An-Nisa`: 93)

 

“Siapa yang membunuh kafir mu’ahad ia tidak akan mencium bau surga dan sesungguhnya bau surga itu tercium dari perjalanan empat puluh tahun”. (HR. Al-Bukhary no. 3166, 6914, An-Nasa`i 8/25 dan Ibnu Majah no. 2686).

 

Allah berfirman:

 

“…..Dan janganlah kalian membunuh diri kalian, sesungguhnya Allah adalah Maha penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (An-Nisa: 29-30)

 

Karenanya, Sungguh…

 

Jangan kalian menghukumiku seperti mereka…

 

Pakaian dan penampilan yang mereka kenakan tidak salah

 

Justru mereka melestarikan Sunnah Rasululloh yang semakin memudar..

 

Tapi PEMAHAMAN mereka yang sempit…

 

Bukan seperti itu ISLAM yang dicontohkan Rasululloh dan para shahabatnya..

 

ISLAM adalah agama yang sempurna yang menebar rahmat..

 

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. ” (an-Nahl: 125)

 

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (Ali ‘Imran: 159)

 

Sufyan ats-Tsauri t berkata, “Seseorang tidak boleh menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar melainkan jika ia memiliki tiga perangai: lemah lembut dalam mengajak dan melarang, bersikap adil dalam mengajak dan melarang, serta berilmu tentang apa yang diajak dan dilarangnya.” (al-Wara’, al-Imam Ahmad hlm. 166)

 

Rasulullah Shalallahi ‘Alaihi Wassallam bersabda:

 

“Sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Mahalembut. Ia mencintai kelembutan dalam setiap hal. Ia akan memberikan (kebaikan) pada kelembutan sesuatu yang tidak Ia berikan pada kekerasan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

 

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar….” (Ali Imran: 110)

 

Nabi Shalallahi ‘Alaihi Wassallam juga bersabda:

 

”Tidaklah sikap lemah lembut itu ada dalam sesuatu, melainkan akan menghiasinya, dan tidaklah sikap lemah lembut itu dicabut dari sesuatu, melainkan akan menghinakannya.” (HR. Muslim no. 4698, Abu Dawud no. 2119, dan Ahmad no. 23171, 23664, 23791)

 

Dan terakhir, semoga aku, Abi wa Ummi serta seluruh ummat muslim senantiasa dibimbing Allah Ta’ala agar berada di jalan yang lurus yang Allah Ta’ala Ridhoi, aamiin..

 

“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.(An Naml 19)

 

Wallaahu waliyyut Taufiq





Leave a Comment