Hari Hari mu adalah Umur mu..

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

Suatu ketika ada orang buta menemui syaikh Abdurrozzaq Al Badr di Madinah. Syaikh terlihat sangat menghormati orang buta tersebut, dikecupnya kening sang buta, lalu mereka mengobrol bersama…

Setelah selesai, ustadz bertanya “tadi ada apa?”. Lalu syaikh Abdurrazzaaq menjawab “tadi ada orang buta ingin meminta izin mencetak buku tulisan saya”. Dan selesailah perbincangan.

Usut punya usut, ternyata orang buta tersebut adalah Syaikh Shalih as-Suhaimi, salah seorang syaikh senior di Masjid Nabawi yang memang Allah takdirkan buta… beliau adalah guru syaikh Abdurrazzaaq, dan beliau meminta izin utk mencetak buku syaikh Abdurrazzaaq utk diajarkan di masjid Nabawi…

Dan apa penjelasan syaikh Abdurrazzaaq? “Tadi ada orang buta ingin meminta izin mencetak buku tulisan saya”…

SubhaanAllah… lihatlah betapa rendah hatinya jawaban ini… sama sekali tidak ada nada meninggikan diri… tidak berbangga bahwa guru kita yang seorang syaikh sepuh di Madinah sekarang “berguru” pada kita… tidak berbangga bahwa buku kita dipakai mengajar di Masjid Nabawi…

‪#‎Disebuah‬ muhadhorah ust Firanda Andirja , Masjid Cipaganti , Bandung 14 juli 2013

 





Leave a Comment