Hari Hari mu adalah Umur mu..

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

Semoga Allah menjaga dan merahmati Ustadz Yazid dan seluruh asatidzah Ahlus Sunnah di Indonesia..

Semakin merasa kecil diri ini mendengar nasehat-nasehat tentang perintah dan larangan yang Allah tegaskan bagi seluruh hamba-Nya!

Saya mendengar cerita suami saya tentang kisah seorang ibu paruh baya yang bertutur dengan air mata yang tak kunjung kering..

Beliau bertutur, bahwa dengan izin Allah, dengan perantara sebuah buku karya Al Ustdz Yazid Abdul Qadir Jawaz yang tak sengaja dia beli, sehingga hidayah itu menyapa ke dalam qalbu-nya..

Setelah itu, beliau langsung memesan 7-8 buku yang berbeda-beda dari karya Ustdz Yazid hafidzahullah..

Dibacalah seluruh buku tersebut dan beliau selalu dan selalu meneteskan air mata..

Sampai hingga saat ini beliau menjadi salah seorang ibu yang sangat tanggap dan sanggat mencintai Dakwah Sunnah yang ada dan yang di selenggarakan di Bumi Gorontalo ini..

Baru sejenak ada info, bahwa ikhwah Gorontalo akan mengundang
Ustadz (Yazid), maka beliaulah orang yang pertama kali penyisihkan hartanya untuk kepentingan dakwah, bukan hanya itu semua, keperluan hotel dan makan Ustadz-pun beliau tak lupa ambil andil…

Subhanllah..

Dari kisah yang dituturkan suami saya, saya kerap merasa tertegur, termenung memikirkan: Sungguh hati yang salim itu tidak semua orang memilikinya..

Hati yang cinta kepada ketaatan, hati yang mudah masuk ke dalam nya nasehat, hati yang dengannya air mata mudah untuk menetes dan mengakui kesalahan..

Dimana (letak) hati kita dari hati-hati mereka??

Yang dengan izin Allah, sudah lama mengenal hidayah, tapi demi Allah, selalu mencari alasan untuk membenarkan seluruh kedurhakaan kedapa Allah.!

Begitu pula 2 pertanyaan penanya di Rodjatv yang saya dengar,
membuat hati saya terpukul dan membuat mata saya tak mampu
menahan tangis..

Seorang bapak bertutur, bahwa beliau adalah orang desa,orang yang tinggal di pelosok terpencil. Beliau hanya mendengar kajian dari Rodja TV. Apakah kalian tau apa yang Bapak ini tanyakan?

Bapak ini bertanya dengan suara terseret-seret yang saya dapat pahami, bahwa beliau (sedang0 menahan tangis..

“Ustadz… Bagaimana cara saya agar saya dapat bertaqwa? Agar saya dapat beriman? Apakah iman saya ini benar, Ustdz, sedang saya jarang mendapat ilmu dan tausiah, karena saya di tempat terpencil!”

Mungkin, bagi sebagian orang tak ada yang istimewa dari pertanyaan Sang Bapak, tapí sungguh bagi saya di dalam hati beliau ada sebuah cahaya keimanan yang besar, hati yang ingin sungguh-sungguh mencintai, hati yang ingin senantiasa mencari ridha-Nya. Hati yang takut atas keimanan dirinya, hati yang salim yang rindu akan ilmu..

Sekali lagi, dimana hati kita dari hati-hati mereka??!

Orang yang mengaku berilmu yang setiap saat diberi nikmat menuntut ilmu, tapi, Demi Allah, rasa takutnya kepada Allah lebih tipis dari seseorang yang hidup dengan sedikit fasilitas ilmu yang memadai..

Pertanyaan kedua seorang ibu yang menuturkan, bahwa beliau memiliki anak laki-laki yang bersikeras memilih kuliah dan mengambil mata kuliah di universitas yang jauh dari syariat. Kira-kira bagaimana persaanmu, apabila mendengar dengan lirih tangisan seorang ibu yang menghawatirkan anaknya terjerumus kedapa hal yang dilarang syariat?

Coba fikirkan sejenak seberapa besar kasih sayang Sang Ibu ini kepada anaknya, sehingga beliau tidak mau anaknya jauh dari syariat!

Lalu, bagaimna pendapat Anda tentang seorang penuntut ilmu syair’i yang telah dipercayakan oleh orang tuanya untuk menuntut ilmu yang haq di sebuah lembaga pendidikan, atau universitas yang syar’i, lalu dia menghianati keduanya dengan bermain-main dengan syariat Allah dan mencoba-coba keimanannya dengan bnyak melanggar apa yang Allah perintah dan larangan-Nya..

Kira-kira bagaimana perasaan orang tua Sang Penuntut ilmu ini?!
Masihkah kita enggan mencari hati yang salim itu?

 

https://www.facebook.com/BuletinDakwahAlMinhaj/posts/660020227355219





Leave a Comment