Hari Hari mu adalah Umur mu..

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji hanyalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah melimpahkan karunia-Nya yang tiada terkira kepada hamba-hambanya yang beriman, sesungguhnya termasuk dari sekian kenikmatan yang terbesar adalah nikmat menuntut ilmu serta menyibukkan diri dengan sesuatu yang dapat mengantarkan kepada pemahaman mengenai agama secara baik dan benar.

Tak sedikit ayat-ayat al-quran dan lembaran-lembaran sunnah Rosulullah Shallallaahu ‘alaihi Wasallam yang menegaskan tentang keutamaan ilmu dan ahli ilmu, tentunya –setelah taufiq dari Allah Subhaanahu Wa Ta’ala – keutamaan tersebut tidaklah dapat diraih melainkan dengan wasilah menuntut ilmu, menyibukkan diri dengan sesuatu yang menghasilkan faidah ilmiah berupa mempelajari hukum-hukum agama, sungguh sebuah kenikmatan yang besar tatkala seorang muslim mencondongkan jiwanya, mengorbankan waktunya, melapangkan hati untuk menuntut ilmu agama, ikhlas karena mengharap ridho Rabb semesta alam, serta mengangkat kekurang tahuan akan ilmu agama yang ada pada dirinya.

Kalaulah kita mau menengok sejenak tentang kondisi umat islam dewasa ini.. kalaulah kita mau jujur dalam menyikapi, sesungguhnya kaum muslimin sangat membutuhkan jutaan muslim yang berpengetahuan baik tentang agamanya, untuk membimbing umat ini kepada ajaran agama yang sesuai dengan tuntunan rosulullah sholallahu alaihi wa sallam, menjelaskan kepada umat terkait hukum-hukum agama, menerangkan yang benar dan menyalahkan yang batil, jauh melebihi kebutuhan orang-orang yang sakit akan kehadiran seorang dokter yang mengobati mereka.

Untuk dapat mengenyam belajar di Yaman barangkali ada sebagian sobat yang ngebayangin begitu susah banget ngurusinya and seleksinya seperti di negara timur tengah lainnya, apalagi bagi kita yang nggak mudeng bahasa arab. Sobat nggak perlu khawatir, jalur belajar ke Yaman sangat mudah karena nggak ada yang namanya tes seleksi, umur pun tak dibatasi, dan tidak ada batasan standar intelektual.
Wah enak banget kan. Tapi apa yang musti disiapkan? Sobat cukup siapin uang dan paspor, lalu kirim ke Yaman agar di daftarkan di sebuah Universitas. Ngirimnya ke temen-temen yang ada di sana, insyaallah mereka siap membantu. Untuk lebih detailnya sobat bisa tanya langsung sama temen-temen yang pernah belajar di sana biar dikenalin sama temen yang masih belajar di sana. Dengan demikian setiap santri yang datang ke Yaman legal dengan visa pelajar. Biaya yang dibutuhkan untuk mengurusi itu semua sekitar 18-22 juta rupiah. Mahal? Itulah sobet, memang merupakan salah satu syarat untuk bisa mendapatkan ilmu adalah dengan modal uang atau dirham kata Imam Syafi’i.
Setelah sampai di Yaman, sobat nggak perlu khawatir masalah fasilitas dan akomodasi di kampus. Di Darul Hadits makanan santri sudah disediakan dengan gratis tiga kali sehari, tentu dengan menu orang Yaman. So nggak perlu khawatir kelaparan di tanah gersang.
Terus biaya kuliahnya gimana? Untuk biaya belajar atau kuliah nggak dipungut biaya sepeser pun alias gratis. Hanya yang perlu disiapkan adalah biaya untuk membeli kitab dan biaya untuk tajdidul iqamah (pembaharuan ijin tinggal) setiap tahunnya sekitar 3-5 juta rupiah. Dengan memiliki iqamah (izin tinggal resmi) kita akan mendapatkan perlindungan dari pemerintah Yaman dan KBRI disana. Selain itu juga akan mendapatkan kemudahan dalam pengurusan haji & umroh, juga kemudahan dalam pengurusan reentry visa bagi yang ingin pulang ke Indonesia & kembali ke Yaman dengan biaya yang lebih murah (hanya dengan mengurus reentry visa & membeli tiket Yaman – Jakarta PP)
Pengin Sih Tapi….
Saya ingin belajar ke Yaman tapi…. Yup barangkali ada juga sobat yang pengen banget belajar ke Yaman tapi ada kendala karena sudah nikah alias berkeluarga. Bagi temen-temen yang sudah berkeluarga nggak usah putus asa, karena di sana bakal disediakan rumah gratis. Bahkan pondok pun memberi Mukafaah (bantuan) untuk biaya kebutuhan keluarga setiap harinya.
Ada lagi nih pertanyaannya, gimana kalau bawa anak atau mungkin juga ada sobat yang pengen mengenyam pendidikan formal seperti tingkat SD sampai SMA? Bagi orang yang masih duduk di sekolahan SD, SMP, atau SMA maka di dalam pondok pun ada sekolahan resmi milik pemerintah yang siap menampung anak-anak pondok. So, nggak perlu khawatir juga.
Ada lagi nih buat kamu yang pengen mencari gelar formal di bangku kuliah seperti LC (S1), MA (S2), atau DR (S3), maka di Yaman sangat mudah, hanya dengan mendaftar di universitas lalu datang ke universitasnya ketika musim ujian saja, dan setiap harinya tetap mernimba ilmu bersama ulama yang ahli dalam bidangnya di pondok. Sobat juga nggak perlu khawatir mengenai soal-soal yang keluar ketika ujian karena soal-soal ujian universitas sangat mudah bagi yang setiap harinya belajar di pondok. Kok bisa? Yup, ini dikarenakan pelajaran di pondok lebih tinggi dari pelajaran yang di universitas.
Kayaknya jadi semangat banget nih buat nuntut ilmu disana, tapi ada lagi nih yang masih mengganjal di benakku, semangat oke punya tapi aku nggak bisa bahasa arab sama sekali karena selama ini di indonesia hanya mengenyam pendidikan di sekolah umum, gimana dong? Apa perlu kursus bahasa arab dulu di indonesia baru berangkat ke sana? Atau gimana nih?
Bagi yang masih nol belum bisa Bahasa Arab atau belum punya hafalan Al-Qur’an, maka di sana banyak temen-temen senior yang siap mengajari bahasa arab sampai bisa dan mampu duduk mengambil faedah ilmu langsung dari para masyayikh tanpa harus mengundang penerjemah.
Semoga Allah memberkati negeri Yaman dan para ulama serta para penuntut ilmu di dalamnya, sebagaimana Rosulullah berdo’a:
اللهم بارك لنا في شامنا و في يمننا
“Ya Allah berkatilah negeri Syam dan Yaman kami”. (Riwayat Bukhari dari Ibnu Umar)
Sobat muda, itu tadi sekelumit pengalaman tentang cara belajar ke Yaman. Mudah-mudahan bisa memberikan sedikit gambaran bagi yang pengin banget ngelanjutin studi di Yaman. Tentu tulisan tersebut belum sepenuhnya terperinci mengenai tata cara belajar di sana, tapi paling tidak sudah memberikan info secara globalnya.
So, buat semua sobat fata, jangan pernah putus asa dech dalam menuntut ilmu syar’i hanya karena kendala bahasa yang asing bagi kita. Mumpung masih muda, pompa terus adrenalin kita buat belajar sebelum nyesel kelak di hari tua. Berhentilah mengukur masalah atau kendala yang kita hadapi dan mulailah untuk membangun langkah ke depan.

Hadiah rihlah ilmiah dari Ustadz Thabrani dengan penyesuaian redaksi.





One Comment to “Thullabul ‘Ilmi”

  1.   wulan | July 9th, 2015 at 2:53 am     

    Assalamu’alaikum. Maaf,saya mau bagamaimana cara membuat iqamah??biayanya kisaran 3-5jt itu?trimakasih

Leave a Comment