Hari Hari mu adalah Umur mu..

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

Kita hidup di akhir zaman yang merupakan suatu takdir dari Allah yang tidak kita ingkari. Di zaman inilah kita hidup, yang mana tentang zaman ini Nabi kita telah bersabda tentangnya “Yaitu masa-masa  yang penuh dengan kebodohan, dimana kebodohan merajalela”, “sesungguhnya di hadapan kalian nanti akan datang hari-hari yang penuh dengan kesabaran. Dimana orang yang berpegang teguh dengan agamanya bagaikan orang yang menggenggam bara api”.

Rasulullah juga mengatakan “Sesungguhnya Islam itu datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing . Maka beruntunglah orang-orang yang dianggap asing tersebut”.

Salah satu yang bisa menyalamatkan manusia adalah menuntu ilmu syar’i. Inilah pondasi awal, jika ilmu ini hilang maka tersesatlah jalan manusia selama-lamanya.

Al Imam ibnul Jauzi -rahimahullah- didalam kitab Talbisul Iblis mengatakan “Sesugguhnya tipu daya setan yang pertama kali kepada anak manusia adalah menajauhkan mereka dari ilmu. Karna ilmu adalah cahaya. Apabila cahaya ini berhasil dipadamkan, maka iblis akan leluasa dalam menyesatkan manusia”.

Al Imam Asy Syafi’i mengatakan “Semua ilmu itu menyibukkan dan sia-sia. Kecuali ilmu Qur’a, Sunnah dan Fiqih”.

Dan diantara pertanyaan Malaikat Munkar Nakir di alam kubur kepada kita ialam , Maa ‘ilmuka ? (apa ilmu mu)

Maka alangkah celakanya kalo kita menjawab , ilmuku adalah S2 teknik elektro, ilmuku adalah sarjana pendidikan, ilmuku adalah spesialis bidang kedokteran. Jika itu jawaban kita tentu tidak selamat dari adzab kubur.

Adapun orang mukmin (orang beriman) ketika ditanya oleh malaikat Mungkar Nangkir dengan pertanyaa , Ma ‘Ilmuka ?(apa ilmu mu), maka orang mukmin akan menjawab, qora’tu kitabullah faaaminu faamaltu.

 

Faedah ini didapatkan pada dauroh 2 hari Di kota Bandung, Sabtu di masjid Cipaganti, dan Ahad di Masjid An Nuur PT. Bio Farma (timur RS. Hasan Shadikin). 30 November-1 Desember 2014. Pemateri Ustad Abu Ihsan Al Maidani -hafidzahullah-

 





One Comment to “Membentengi Akidah Akhlak & Keluarga di Masa Fitnah”

  1.   Awan Riena | December 2nd, 2013 at 8:52 am     

    kapan dijogja yaa……

Leave a Comment