Hari Hari mu adalah Umur mu..

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

UMMAT HARUS TAHU!! INILAH JAWABANYA!!
KENAPA AGAMA SYI’AH BERPUSAT DI IRAN & KENAPA IRAN SANGAT BENCI DENGAN BANGSA ARAB???
——————————————————————————————-
Ayyuhal-Ikhwah,Seperti yang kita ketahui,Iran adalah salah satu negara Syi’ah terbesar di dunia. Iran terkenal dengan sejarahnya yaitu ‘Revolusi Islam Iran’ yang dipimpin oleh Ayatullah Khomeini,seorang pendeta besar Agama Syi’ah Rafidhah.

Namun,pernahkah kita bertanya,“MENGAPA AGAMA SYI’AH BERPUSAT DI NEGARA IRAN DAN TIDAK DI NEGARA LAIN? dan MENGAPA IRAN SANGAT BENCI DENGAN ISLAM DAN BANGSA ARAB?”

Untuk menjawab pertanyaan ini,maka alangkah baiknya kita kembali kebelakang,mengkaji realita dan sejarah masa lalu.

Iran merupakan negara yang dahulunya dikenali dengan nama Parsi/Persia. Persia merupakan sebuah kerajaan yang besar di mana majoriti penduduknya menganut agama Majusi (penyembah api,atau lebih dikenal sebagai Zoroaster). Kehidupan mereka mewah dengan harta benda,kerana sememangnya kota-kota di Persia itu indah dan subur,serta peradabannya cukup maju pada masa itu.

Pada abad ke-7 Masihi,ketika cahaya Islam baru saja menjadi satu kekuasaan besar dalam percaturan kekuasaan di dunia,Islam tampil sebagai ‘rising star’ and super power di bawah pimpinan Amirul-Mukminin Sayyidina Umar Bin Al-Khattab Karramallahu Wajhah. Ketika itu,Bangsa Arab (Ummat Islam) di bawah Pimpinan Sayyidina ‘Umar Bin Khattab Radhiyallahu’anhu mengembangkan wilayah Islam sehingga ke Persia,ketika itu bernama Sassania.

Pertempuran tentara Islam melawan tentara Persia yang dikenal dengan nama peperangan Qadisiyah,diantara Pasukan Sahabat Nabi yang ulia Sa’ad bin Abi Waqqash melawan panglima Parsi,Rustum. Persia akhirnya kalah. Peperangan demi peperangan melemahkan Imperium Persia sekaligus membawa Kaisar Persia ke ambang pintu kehancuran. Akhirnya Empayar Parsi (Imperium Persia) benar-benar runtuh dalam Perang Madain pada tahun 651 Masihi.

Nah ketika itu,banyak kaum Majusi yang berpura-pura memeluk agama Islam. Niat mereka hanyalah satu : UNTUK MENGHANCURKAN ISLAM DARI DALAM. Mereka menyusun rancangan dan siasat busuk demi meruntuhkan kekuasaan kaum muslimin dengan cara menyelewengkan ajaran Islam dengan mencampur adukkan ‘aqidah Majusi dan Yahudi. Dan antara rancangan lain yang yang termasuk dalam strategi mereka untuk melemahkan Islam adalah dengan pembunuhan Umar Al-Khattab, Khalifah Islam yang telah meruntuhkan Imperium Majusi Kaisar Persia. Hal itulah yang menjadikan Syi’ah benar-benar benci kepada Umar Bin Al-Khattab. Kebencian yang terlalu tinggi itu di potretkan lagi apabila mengagungkan Fairuz Abu Lu’luah (Si Majusi pembunuh Khalifah ‘Umar) dengan gelar “Baba Syujja’uddin” yang artinya ‘Bapak Pembela Agama’

Sementara salah seorang puteri kaisar terakhir mereka, yaitu Yazdegerd III telah menjadi tawanan kaum Muslimin setelah runtunya Kaisar Persia. Puteri Kaisar itu akhirnya di nikahkan dengan Husein bin Ali bin Abi Thalib. Maka, kerana ini jugalah mereka begitu fanatik dan cenderung ‘mendewakan’ Husein bin Ali,Dari sinilah Husein memiliki keturunan dari puteri Sassania yang mereka anggap sebagai keramat.

Disini terjawablah sudah mengapa Syi’ah berpusat di Iran. Syi’ah adalah agama yang ‘Ciptakan’ oleh Majusi untuk membalas dendam atas kekalahan Kaisar Persia terhadap Islam. Syi’ah adalah simbol kedengkian dan kemarahan kaum Persia Majusi kepada bangsa ‘Arab umumnya dan kaum Muslimin khususnya.

Silahkan merujuk ke http://www.nahimunkar.com/kenapa-syiah-berpusat-di-iran-2/

Allaahumma Shalli Wa Sallim ‘Ala Nabiyyina Muhammadin Wa ‘Ala Aalihi Wa Shahbihi Ajma’iin.

Indonesia Damai Tanpa Syi’ah.
#Abu Husein At-Thuwailibi.





Leave a Comment