Hari Hari mu adalah Umur mu..

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

Satu lagi Insinyur Indonesia “dibuang” Keluar Negeri

Informasi April 10th, 2014

KARYA anak bangsa yang bisa membanggakan dunia, belum tentu mendapat tempat di negeri sendiri. Kekhawatiran Ricky Elson, si pembuat mobil listrik itu akhirnya terbukti. Ia pun tak ingin lama-lama kecewa. Daripada ilmunya sia-sia, kini si pemuda asli Padang ini memilih ingin kembali ke negeri Sakura.

Sekian lama Ricky menunggu izin mobil listrik yang dibuatnya bersama Menteri BUMN Dahlan Iskan. Berharap mobil listrik bernama Selo dan Gendhis itu, dapat menjadi inspirasi kelahiran mobil listrik buatan anak negeri. Namun apa daya, izin mobil listrik buatan pria kelahiran Padang 11 Januari 1980 itu tak kunjung keluar. Bahkan terkesan digantung oleh  Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

“Saya tak bisa lagi menahannya (untuk pulang ke Jepang). Dulu saya bermohon-mohon agar pemuda ini mau kembali ke Indonesia. Ilmunya soal mobil listrik sangat berguna. Tapi ternyata benar, ilmu itu tidak dihargai di negerinya sendiri. Dia masih muda, masa depannya masih panjang,”. Begitulah pernyataan kecewa yang diungkapkan Dahlan Iskan, perihal rencana Ricky kembali ke Jepang.

Dahlan yang ditemui wartawan di rumahnya di Surabaya, Rabu (9/4) pantas kecewa. Semangatnya melahirkan mobil masa depan, mobil listrik buatan anak negeri, ternyata tidak mendapat sambutan baik dari koleganya di Kemenristek. Padahal untuk membuat mobil listrik, Dahlan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan untuk memaksa Ricky mau kembali ke Indonesia, Dahlan sampai rela seluruh gajinya sebagai menteri diberikan pada Ricky.

“Ricky ini sudah 14 tahun di Jepang. Ia sudah memiliki hak paten internasional mobil listrik di sana. Saya merayunya habis-habisan agar mau kembali ke Indonesia. Dia sempat takut dengan resiko gajinya turun dan belum tentu ilmunya dihargai. Saya terus yakinkan dia dan memberikan seluruh gaji saya tiap bulan untuknya. Saya minta dia membangun mimpi mobil listrik buatan anak Indonesia, akhirnya dia mau dan kita buat Tucuxi, Selo  dan Gendhis,” kisah Dahlan mengenai awal perkenalannya dengan Ricky.

“Namun ternyata, kekhawatiran Ricky terjadi. Ternyata sambutan dalam negeri (soal mobil listrik) tidak baik. Tidak ada kepastian dan tidak ada ketentuan yang jelas. Saya harus minta maaf pada Ricky. Saya bayangkan dulu orang dari luar negeri kalau pulang bisa dimanfaatkan, ternyata tidak,” tambah Dahlan masih dengan nada kecewa.

Dahlan seolah kehabisan alasan untuk tetap menahan pemuda cerdas itu bertahan di Indonesia. Apalagi hingga saat ini, Kemenristek tak jua memberikan penjelasan, mengapa izin itu belum dikeluarkan. Padahal mobil-mobil listrik buatan Ricky, sudah pernah mejeng di acara KTT APEC di Bali.

“Kalau sampai satu atau dua bulan ini tidak ada kejelasan, saya harus izinkan dia (Ricky) pulang ke Jepang. Dia ini anak muda yang cerdas. Masa depannya masih panjang. Saya tidak mau menggantung masa depannya dengan bertahan di Indonesia,” kata Dahlan.

Izin yang Tak Kunjung Keluar

Mobil listrik Tucuxi, Selo dan Gendhis telah lama selesai. Mungkin ini bukan mobil listrik pertama yang dibuat di Indonesia. Namun inilah jajaran mobil listrik yang pertama kali dikerjakan seluruhnya oleh putra putri bangsa.

Untuk mendapatkan izin ketiga mobil listrik ini, pada awalnya Dahlan meminta surat izin mobil listrik kepada Kementerian Perhubungan, namun kementerian tersebut tidak bisa memberikan izin.

“Akhirnya Kemenhub dan Menristek bicara dan akhirnya urus izin di Menristek. Ini sedang kita urus,” kata Dahlan menjawab wartawan beberapa bulan lalu.

Namun seiring berlalunya waktu, izin dari Kemenristek tak kunjung ada kejelasan. Padahal Menristek Gusti Muhammad Hatta pernah memuji mobil listrik Selo saat melakukan ujicoba.

Berbagai carapun sudah ditempuh bekas Dirut PLN ini agar mengantongi izin menggunakan mobil bernama ‘Selo’ itu. Dari mengirim pesan singkat (SMS), telephone, hingga mengirimkan surat pribadi pada Kemenristek. Hanya saja, upayanya hingga kini tak berbuah manis.

“Saya sudah kirim surat pribadi, sebagai salah satu orang yang bisa kendarai mobil listrik itu untuk uji coba. Sampai sekarang enggak dibales. Saya udah SMS, telepon juga sudah. Jawabannya cuma ‘ya’ saja, tapi tidak dikasih izinnya,” papar Dahlan heran.

Menteri yang ogah pakai pengawalan ini juga bingung, beberapa bus listrik yang juga masih nangkring di Kemenristek masih kesulitan keluar izinnya. Padahal secara tak langsung, bus-bus listrik itu sudah melewati jarak jauh, dari Jakarta-Bandung-Yogjakarta-Jakarta.

“Kalau mobil listrik warna hijau waktu itu pernah saya kendarai sendiri sampai 1000 km. Maksud saya gitu, kalau saya pakai dulu terus baru dikritik apanya saja yang kurang, tapi ini mau dipakai enggak bisa,” sesal mantan Dirut PLN ini.

Perkenalan Ricky Elson dengan Dahlan

Saat kunjungannya ke Balikpapan beberapa waktu lalu, Kaltim Pos (Grup JPNN) sempat membuat laporan mengenai sosok Ricky Elson. Pemuda kelahiran tahun 1980 ini menempuh pendidikan sarjana hingga program master di Jepang. Ia mengambil ilmu spesifikasi Teknik Mesin di Polytechnic University of Japan. Dia selalu jadi lulusan terbaik hingga dilirik seorang profesor di sana yang merupakan perancang motor di Nidec Corporation. Ricky pun memenuhi tawaran itu.

Meski sempat kesulitan, Ricky berhasil beradaptasi. Bahkan, dia jadi andalan di perusahaan tersebut. Banyak pelajaran berharga didapatkan Ricky di sana. Terutama untuk menumbuhkan semangat kerja. Di perusahaan tersebut, kalimat motivasi jadi cambuk semangat karyawan. Yakni; segera kerjakan, pastikan kerjakan, dan kerjakan sampai selesai!

Selain itu, perusahaan-perusahaan di Jepang punya pengertian sendiri bagi setiap jenjang pendidikan. S-1 misalnya. Artinya jenjang ini sekadar tahu bagaimana memecahkan masalah. Sedangkan S-2, bagaimana menemukan masalah dan menyelesaikannya. Terakhir, S-3 adalah bisa membuat masalah dan memecahkannya sendiri.

Berbagai filosofi Negeri Samurai ini rupanya membentuk karakter Ricky menjadi orang yang produktif. Buktinya, enam tahun sejak bekerja di Nidec Corporation, dia berhasil jadi andalan. Sekitar 80 persen produk perusahaan ini merupakan karya sang Putra Petir ini.

Adapun Nidec Corporation bergerak di bidang elektronik, memproduksi elemen motor presisi alias mikromotor.

Selama 14 tahun di Jepang, Ricky telah menemukan belasan teknologi motor penggerak listrik yang sudah dipatenkan oleh pemerintah Jepang.

Namun demikian, di tengah kariernya yang sedang bagus, Ricky memilih kembali ke Indonesia. Dia turut membeberkan alasannya pada para mahasiswa kemarin. Pertemuan Ricky dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, ternyata menjadi titik segalanya.

Bermula dari pertemuan sekitar 3 jam itu, Dahlan melobi Ricky untuk pulang dan berkarya di Tanah Air.

Bagi Ricky, pertemuan serupa bukan hal baru. Ada beberapa tokoh nasional yang sebelumnya menemui Ricky dan menawarkan untuk bekerja di Indonesia. Dia dijanjikan banyak hal yang barang tentu menggiurkan. Gaji tinggi mulai puluhan juta sampai ratusan juta rupiah, hingga diberi perusahaan, sudah biasa didengarnya. Tapi dia selalu menolak. Kenapa kali ini berubah?

“Yang saya tangkap, Pak Dahlan Iskan itu berbeda. Dia tak kasih janji-janji. Hanya berkata ‘Sudah cukup Anda kerja di luar negeri. Maukah ikut dengan saya? Kita bersama-sama berbuat untuk Indonesia’,” ucap Ricky menirukan percakapan dengan Dahlan Iskan saat itu.

“Beliau sangat paham. Dia minta saya pulang. Saya pun tak tahu kenapa tak menolak padahal yang lain berani menggaji hingga dua kali lipat dari yang saya terima kala itu,” sambungnya.

Dahlan yang mengetahui bahwa tenaga dan pikiran Ricky dihargai sangat tinggi, saat itu mengaku tak bisa memberikan hal serupa.

Namun supaya Ricky mau, Dahlan tanpa pusing-pusing langsung menawarkan gajinya sebulan sebagai menteri BUMN, untuk menjadi bayaran Ricky tiap bulan.

Berkat kesamaan visi membangun Indonesia, akhirnya kesepakatan tercapai. Apalagi, dia bertekad mau membalas jasa para guru yang membantunya bisa kuliah hingga ke Jepang. Ricky pun balik ke Indonesia dan memulai proyek mobil listrik Indonesia.

Selo dan Gendhis, mobil listrik karya Ricky yang sekarang jadi sorotan. Karya anak bangsa tak kalah dengan mobil sport buatan luar negeri. Padahal, durasi pengerjaannya hanya lima bulan. Selo memiliki kecepatan 250 kilometer per jam sedangkan Gendhis 180 kilometer per jam. “Karena mengejar untuk ditampilkan di APEC, motor dan controller-nya masih pakai buatan luar negeri,” sebutnya.

Menurut Ricky, langkah membuat mobil listrik saat ini sudah tepat. Beberapa waktu ke depan, dunia diprediksi beralih ke kendaraan listrik. Ini kesempatan buat Indonesia untuk memulai industrinya. Bahkan, bukan hanya Indonesia, seluruh negara saat ini turut berproduksi mobil listrik.

“Jika tidak dari sekarang, puluhan tahun lagi akan dipertanyakan apa produksi Indonesia,” ucap Ricky. “Indonesia butuh penggagas. Dari sini diharapkan lahir pengembang mobil listrik lain,” sambungnya.

Cerita di balik pemberian nama mobil listrik karya Ricky ini turut dibeberkan. Mulanya, mobil tersebut bakal dinamai Gundala. Nama itu diambil dari tokoh fiksi pahlawan super yang dijuluki Putra Petir. Tapi, Gundala terlanjur jadi nama komik. Hingga muncul nama Selo dari legenda Ki Ageng Selo yang dikenal dapat menangkap petir. Akhirnya nama inilah yang didaulat jadi nama mobil listrik Indonesia dengan model sedan sport.

“Kalau Gendhis, memang ingin dicari yang manis untuk mendampingi Selo. Jadi diambillah Gendhis yang artinya gula dari Bahasa Jawa,” imbuhnya.

Segera Pulang ke Jepang

Meski asli Indonesia, prestasi Ricky Elson justru mentereng di negeri Sakura. Di sana, ia sebenarnya telah menduduki jabatan penting. Yakni sebagai kepala Divisi penelitian dan pengembangan teknologi permanen magnet motor dan generator NIDEC Coorporation, Kyoto, Minamiku-kuzetonoshiro cho388, Jepang.

Ilmu anak Padang ini, sedikitnya telah menghasilkan sekitar 14 teori mengenai motor listrik dan telah pula dipatenkan oleh pemerintah Jepang. Ia telah kembali ke tanah air, namun kini ia berencana untuk segera pulang kembali ke Jepang. Melalui akun facebooknya, pembuat kincir angin terbaik di dunia untuk kelas 500 watt peak ini mengaku, perusahaan di Jepang tempatnya bekerja dulu, terus mengirimi tawaran untuknya kembali. Apalagi menurutnya, saat ini Indonesia belum bersahabat untuk hasil-hasil karyanya.Oh Indonesia… (afz/jpnn)
Menteri BUMN Dahlan Iskan saat Melihat Mobil Listrik, Selo. Foto: Jawa Pos

sumber :

http://www.jpnn.com/read/2014/04/10/227553/Tak-Dihargai-di-Indonesia,-Pembuat-Mobil-Listrik-Pilih-Pulang-ke-Jepang-

UNGKU SALIAH / TUANKU SHALEH..

Informasi November 4th, 2013

Himbauan sahaja..
JIKA ANDA SEORANG MUKMIN…DAN MENEMUKAN FOTO INI DIGANTUNG-GANTUNG DI RUMAH MAKAN PADANG DIMANA SAJA…. MAKA SEBAIKNYA :
1. BERITAKAN KEPADA PEMILIK RUMAH MAKAN ITU SECARA BAIK TENTANG KEKHILAFAN DIA AKAN ILMU TAUHID.

2. SEBAIKNYA ANDA CUKUP SEKALI ITU SAJA MEMAKAN MAKANAN YANG DISEMBELIH BUKAN KARENA ALLAH TA’ALA.

3. HINDARI BERTEMAN DALAM “URUSAN AGAMA” DENGAN KAUM NAQSABANDIYAH AL FANSURIYAH..

ungku saliah

Ungku Saliah adalah seorang yang taat beragama semasa hidupnya dan beliau bermazhab syafi’i, beliau tinggal di daerah Piaman Laweh, atau tepatnya di daerah Sungai Sariak, Pariaman,Ungku Saliah sepupu dari Pakiah Saleh dimana beliau dekat sekali dengan Buya Hamka.
Setelah wafat, makam dan foto beliau dikeramatkan oleh murid-murid Hamzah al-Fansuri, para pengagum dan orang-orang yang mengetahui cerita serta seluk beluk beliau. Fotonya pun sering dijadikan jimat pelaris dagangan. Termasuk di kedai-kedai nasi, rumah makan ataupun restoran Padang yang mungkin pernah Anda jumpai.

Jika ada foto kakek berkopiah itu terpajang di dinding rumah makan Padang, Anda bisa langsung menyimpulkan bahwa kedai, toko atau rumah makan Padang tersebut adalah milik orang Pariaman yaitu Ungku Saliah atau masakannya merupakan khas Pariaman. Demikian juga Pakiah Saleh sama nasibnya dengan Ungku Saliah, dimana foto dan gambarnya terpajang di Rumah Makan Padang. Ini membuat keluarga beliau berang sekali. Hal ini terjadi di Kota Pekanbaru Riau ketika keluarga beliau yang sedang makan di Rumah Makan tersebut memaksa pemilik Rumah Makan tersebut untuk menurunkan foto Pakiah Saleh. Ditambah pada tahun lalu ketika keluarga berniat membersihkan kuburan Pakiah Saleh tidak diduga ternyata Sesaji dan Cangkang Kerang besar yang di isi air hujan di letakkan di sekeliling kuburan, ternyata kuburan ini telah dikeramatkan oleh murid-murid Hamzah al-Fansuri. Maka dengan terpaksa keluarga almarhum Pakiah Saleh membersihkan sesaji dan sampah-sampah tersebut dimana mereka menilai itu adalah syirik.

 

Tips Pulang Kampuang Jo Pesawat

Informasi July 31st, 2013

Untuak dunsanak nan punyo niat Pulang Kampuang jo Pesawat, ambo punyo Tips supayo pulang kampuang aman jo nyaman..

1. Pastikan dulu sanak tu punyo Kampuang..!! Beko tiket lah tabali kironyo sanak baru sadar kalau sanak ndak punyo Kampuang, mubazir jadinyo beko :D

2. Sanak harus sadang di Rantau..!! Beko jan urang pulang kampuang, sanak pulang kampuang pulo, urang antri bali tiket, sanak iyo pulo, kironyo sanak sadang di Kampuang wkwkwk..

3. Bali tiket sasuai jo namo pesawat nan sanak inginkan, misalnyo sanak nio naiak Pesawat Puyuah Air, jan sanak bali tiket Pesawat Itiak Air. Atau nan labiah ndak buliah bali tiket NPM atau lo liak jan cubo-cubo bali Tiket untuak nonton konser Boyband :D

4. Bali lah Tiket jauah-jauah hari sabalun barangkek, jan arok dek ongkos murah beko, sanak cubo pulo naiak dijalan wkwkwk..

5. Jan lupo makan atau sarapan sabalun barangkek, karano di pesawat ndak ado nan manjua ‘Paragede Angek’ jo taluah asin  doh.. :D

6. Sasudah Check in jan langsuang NAIAK kateh pesawat, tapi MASUAK kadalam pesawat, naiak kateh pesawat disangko urang suporter bola beko..

7. Duduak lah sasuai jo nomor kursi nan tatulis di tiket sasudah sanak check in, jan duduak pulo disampiang Pilot, sudahtu sanak ajak pulo pilot tu maota..
“Eh Pak Pilot kenal jo si Buyuang Ladiang? Tu Mamak den mah..” Dek arok ongkos perai atau baia saparo, sanak ajak pulo pilot tu maota cando itu. Ndak ado pangaruahnyo doh.. Wkwkwk..

8. Didalam pesawat jan sok akrab atau sok ramah jo urang nan duduak disampiang kito, biaso-biaso sajo lah. Beko dek sok akrab, talapeh sanak batanyo “Dima turun ni?” Jan lay sanak, mambana ambo wkwkwkwk..

9. Katiko pesawat siap-siap ka mandarat, jan bagageh pulo turun, tunggu se lah pesawat tu sabana baranti jo tunggu intruksi dari petugas, saba sajo.. Jan sampai pulo sanak basorak “Kiri ciek da..”

Bukanlah dikatakan diatas kebenaran

Barisan Ustadz Pembela Sunnah, Informasi January 5th, 2012

Bukanlah dikatakan seseorang berjalan di atas kebenaran ialah dengan menganggap benar semua apa yang menjadi pendapat, perkataan maunpun perbuatannya. Akan tetapi , dikatakan seseorang itu berada di atas kebenaran jika ia mau menerima krtikan dan nasehat dari orang lain. Yang selalu bertobat dari kesalahan dan rujuk kepada kebenaran setelah sampainya ilmu kepada dia.

Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata: “Semoga Allah merahmati seorang hamba yang menunjukkan kepadaku kesalahanku dan menuntunku (untuk melihat) kepada cacat dan celaku. Sesungguhnya tidak berat bagiku -dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala- untuk kembali dari kesalahan (menuju kepada kebenaran) yang tampak bagiku kemudian…” [Silsilah al-Ahadits adh-Dha’ifah, (al-Ma’arif, 1/6)].

Alhamdulillah kami masih mendapati saudara-saudara kami (para ustadz dan penuntut ilmu) yang masih berdakwah mengajak kepada Allah, memperhatikan masalah aqidah (tauhid) dan ilmu lainnya.

Menjadikan aqidah sebagai dakwah pertama mereka.

Pertengahan dalam dakwah, tidak berlebihan dalam suatu perkara dan meremehkan perkara lainnya.

Mereka meneladani Rasulullah dan Shahabatnya dalam ilmu, amal, dan dakwah.

Mereka menghormati pemimpin muslim. Mengajak manusia untuk taat kepada mereka.

Mengajak manusia kembali kepada al-Qur’an dan as-Sunnah dengan pemahaman sahabat Nabi Muhammad. Mencintai kaum muslimin dan menasehati mereka agar kembali kepada ke jalan yang benar

Mereka bukan termasuk golongan manusia yang memusuhi pemimpin muslim dan mencelanya.

Bukan termasuk golongan manusia menjauhkan manusia dari kebenaran dan membuat permusuhan, serta menebar kebencian.

Barisan Ustadz Pembela Sunnah, Informasi, Kuliah December 15th, 2011

Mencermati keadaan para pemuda

Syeikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin berkata, “Kalau kita meninjau dengan seksama (keadaan) para pemuda, maka secara umum kita dapat mengklasifikasi para pemuda ke dalam tiga (golongan): pemuda yang istiqamah (baik akhlaknya), pemuda yang menyimpang (akhlaknya), dan pemuda yang kebingungan/terombang-ambing (di persimpangan jalan) di antara dua golongan tersebut di atas.

* Adapun pemuda yang istiqamah (baik akhlaknya) adalah pemuda yang beriman (kepada Allah Ta’ala) dalam arti yang sebenarnya, dia meyakini agama Islam, mencintai, merasa cukup dan bangga dengannya. Mengamalkan Islam merupakan target utamanya, dan lalai dari agama merupakan kerugian yang nyata baginya. Dia adalah pemuda yang selalu beribadah kepada Allah dengan mengikhlaskan agamanya bagi-Nya semata-mata dan tidak ada sekutu baginya. Pemuda yang selalu meneladani Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam dalam (semua) ucapan dan perbuatannya, karena dia meyakini beliau sebagai utusan Allah dan panutan yang (harus) diteladani. Pemuda yang mendirikan shalat secara sempurna sesuai dengan kemampuannya, karena dia yakin bahwa shalat memiliki banyak manfaat dan kebaikan dalam agama maupun dunia, bagi diri pribadi dan masyarakat.
* Adapun golongan yang kedua adalah pemuda yang menyimpang akidahnya, buruk tingkah lakunya, tertipu dengan dirinya sendiri dan tenggelam dalam keburukan hawa nafsunya. Dia tidak mau menerima (nasehat) kebenaran dari orang lain dan tidak mau menjauhkan dirinya dari kebatilan, egois dalam tindak-tanduknya, seolah-olah dia diciptakan untuk (kekal di) dunia dan dunia diciptakan untuk dirinya saja. Dia adalah pemuda yang membangkang dan tidak mau tunduk kepada kebenaran, serta tidak mau meninggalkan kebatilan.
* Dan golongan yang ketiga adalah pemuda yang kebingungan dan terombang-ambing di persimpangan jalan, (sebenarnya) dia telah mengetahui dan meyakini kebenaran serta hidup di masyarakat yang baik, akan tetapi pintu-pintu keburukan terbuka lebar (di hadapannya melalui berbagai media dan sarana), berupa pendangkalan akidah, penyimpangan akhlak, kerusakan amal perbuatan, adat dan kebiasaan buruk, serta serangan berbagai macam kebatilan, yang membuatnya (terkurung) dalam pergolakan pikiran dan mental. Dia berdiri di depan berbagai macam gelombang (fitnah) ini dalam keadaan bingung dan tidak mengetahui, ‘Apakah semua pemikiran dan tingkah laku modern ini yang benar, ataukah adat-istiadat dari nenek moyang dan masyarakatnya yang baik?’ Maka jadilah dia bimbang dan guncang (dalam menentukan pilihan), sehingga terkadang dia mengikuti yang ini dan terkadang yang itu. Golongan pemuda ini akan mengalami keburukan dalam hidupnya, maka dibutuhkan pendorong yang kuat untuk membimbing mereka ke jalan yang baik dan benar, dan ini sangatlah mudah dengan Allah menghadirkan seorang juru dakwah (yang mengajak kepada) kebaikan dengan bijaksana, dan dilandasi ilmu serta niat yang baik…[6].”

Sebab-sebab yang mendukung terjadinya penyimpangan akhlak para pemuda dan cara mengatasinya

Sesungguhnya sebab-sebab (yang mendukung terjadinya) penyimpangan dan problem (di kalangan) para pemuda sangat banyak dan bermacam-macam, karena manusia di masa remaja akan mengalami pertumbuhan besar tubuh, pikiran dan akal. Karena masa remaja adalah masa pertumbuhan, sehingga timbullah perubahan yang sangat cepat (pada dirinya). Oleh karena itulah, dalam masa ini sangat dibutuhkan tersedianya sarana-sarana untuk membatasi diri, mengekang nafsu dan pengarahan yang bijaksana untuk menuntun ke jalan yang lurus[7].

Di antara sebab-sebab penting yang mendukung terjadinya penyimpangan akhlak para pemuda tersebut adalah sebagai berikut:

1. Waktu luang.

Waktu luang bisa menjadi penyakit yang membinasakan pikiran, akal dan potensi fisik manusia, karena diri manusia harus beraktifitas dan berbuat. Jika diri manusia tidak beraktifitas maka pikirannya akan beku, akalnya akan buntu dan aktifitas dirinya akan lemah, sehingga hatinya akan dikuasai bisikan-bisikan pemikiran buruk, yang terkadang akan melahirkan keinginan-keinginan buruk.

Untuk mengatasi hal ini, hendaknya seorang pemuda berupaya (untuk mengisi waktu luangnya) dengan kegiatan yang cocok (dan bermanfaat) untuknya. Seperti membaca, menulis, berwiraswasta atau kegiatan lainnya, untuk menghindari kekosongan aktifitas dirinya, dan menjadikannya sebagai anggota masyarakat yang berbuat untuk dirinya dan orang lain.

2. Kesenjangan dan buruknya hubungan antara pemuda dengan orang tua, baik dari kalangan keluarganya ataupun orang lain. Kita melihat orang tua yang menyaksikan penyimpangan akhlak pada pemuda di keluarganya atau selain keluarganya, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya berdiri kebingungan dan tidak mampu meluruskan akhlaknya, bahkan dia berputus asa dari kebaikan pemuda tersebut. Hal ini menimbulkan kebencian dari pihak orang tua kepada para pemuda, bahkan ketidakperdulian dengan semua keadaan mereka yang baik ataupun buruk. Bahkan terkadang hal ini menjadikan para orang tua menilai negatif kepada semua pemuda, yang ini akan menyebabkan ketidakharmonisan hubungan mereka dalam masyarakat, karena masing-masing pihak akan memandang yang lainnya dengan pandangan kebencian dan melecehkan. Jika ini terjadi maka berarti bahaya besar sedang mengancam kelangsungan hidup bermasyarakat.

Untuk mengatasi masalah ini, hendaknya masing-masing dari pihak pemuda maupun orang tua berusaha keras untuk menghilangkan kesenjangan dan buruknya hubungan mereka itu, dan hendaknya masing-masing pihak meyakini bahwa sebuah masyarakat dengan para pemuda dan orang tua adalah bagaikan tubuh yang satu , jika salah satu anggotanya rusak maka akan menyebabkan kerusakan semua anggota masyarakat lainnya.

3. Bergaul dan menjalin hubungan dengan teman pergaulan yang menyimpang akhlaknya.

Hal ini sangat mempengaruhi akal, pikiran dan tingkah laku para pemuda. Oleh karena itulah, Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda,

المرء على دين خليله، فلينظر أحدكم من يخالل

“Seorang manusia akan mengikuti agama teman dekatnya, maka hendaknya salah seorang darimu melihat siapa yang dijadikan teman dekatnya[8].”

Dalam hadits lain beliau shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Perumpaan teman bergaul yang buruk adalah seperti peniup api tukang besi, bisa jadi dia akan membakar pakaianmu, atau (minimal) kamu akan mencium darinya bau yang tidak sedap[9].”

Untuk mengatasi masalah ini, hendaknya seorang pemuda berusaha mencari teman bergaul orang-orang yang baik dan shaleh serta berakal, agar dia bisa mengambil manfaat dari kebaikan, keshalehan dan akalnya. Maka hendaknya seorang pemuda menimbang keadaan orang-orang yang akan dijadikan teman bergaulnya, dengan meneliti keadaan dan akhlak mereka.

4. Mengkonsumsi sumber-sumber bacaan yang merusak, baik berupa artikel, surat kabar, majalah dan lain-lain. Yang menyebabkan pendangkalan akidah dan agama seseorang, serta menjerumuskannya ke dalam jurang kebinasaan, kekafiran dan keburukan akhlak. Khususnya jika pemuda tersebut tidak memiliki latar belakang pendidikan agama yang kuat dan pola pikir yang benar untuk dapat membedakan antara yang benar dan yang salah, serta yang bermanfaat dan membinasakan.

Untuk mengatasi masalah ini, hendaknya seorang pemuda menjauhi sumber-sumber bacaan tersebut, dan beralih kepada sumber-sumber bacaan lain yang akan menumbuhkan dalam hatinya kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alahi wa sallam, serta menyuburkan keimanan dan amal shaleh dalam dirinya. Dan hendaknya dia bersabar dalam melakukan semua itu, karena hawa nafsunya akan menuntut dia dengan keras untuk kembali membaca bacaan-bacaan yang telah biasa dikonsumsinya, dan menjadikannya bosan serta jenuh untuk membaca bacaan-bacaan lain yang bermanfaat. Ibaratnya seperti orang yang berusaha melawan hawa nafsunya untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah, tapi nafsunya enggan dan selalu ingin melakukan perbuatan yang sia-sia dan salah.

Sumber bacaan bermanfaat yang paling penting adalah Alquran dan kitab-kitab tafsir yang berisi riwayat-riwayat tafsir yang shahih dan penafsiran akal yang benar. Demikian juga hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam, kemudian kitab-kitab yang ditulis oleh para ulama ahlussunnah berdasarkan dua sumber hukum Islam ini.

5. Persangkaan keliru para pemuda yang menganggap bahwa ajaran Islam mengekang kebebasan dan mematikan potensi mereka. Maka persangkaan ini menyebabkan mereka berpaling dari syariat Islam dan meyakininya sebagai agama yang ketinggalan jaman yang mengharuskan pemeluknya untuk mundur kebelakang dan menghalangi mereka untuk mencapai kemajuan dan keterdepanan.

Untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menyingkap tabir yang menghalangi para pemuda dari memahami hakikat ajaran Islam yang sebenarnya, melalui pengajaran dan nasehat yang baik dan bijaksana. Karena persangkaan tersebut timbul dari ketidakpahaman, atau salah persepsi dalam menilai ajaran Islam.

Maka ajaran Islam tidaklah mengekang kebebasan manusia, tetapi justru mengatur dan mengarahkan dengan baik kebebasan tersebut, agar tidak berbenturan dengan kebebasan orang lain, jika kebebasan tersebut tidak dibatasi. Karena tidak ada seorangpun yang menghendaki kebebasan mutlak tanpa batas kecuali dia mesti akan mengorbankan kebebasan orang lain, sehingga terjadilah benturan yang mengakibatkan timbulnya kekacauan dan kerusakan.

Oleh sebab itulah, Allah menamakan hukum-hukum dalam agama Islam dengan sebutan al-hudud (batasan-batasan), baik yang bersifat larangan, seperti dalam firman-Nya,

تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلا تَقْرَبُوهَا

“Itulah batasan-batasan (larangan) Allah, maka janganlah kamu mendekatinya.” (QS Al-Baqarah:187).

Ataupun yang bersifat kewajiban, seperti dalam firman-Nya,

تِلْكَ حُدُودُ اللَّهِ فَلا تَعْتَدُوهَا

“Itulah batasan-batasan Allah, maka janganlah kamu melanggarnya.” (QS. Al-Baqarah:229[10].

Penutup

Demikianlah tulisan singkat ini, semoga bermanfaat dan menjadi motivasi bagi kita semua untuk lebih memperhatikan upaya memeperbaiki kondisi generasi muda Islam, melalui bimbingan dan nasehat yang baik dan bijaksana, agar nantinya mereka benar-benar bisa memberi manfaat yang baik untuk Islam dan kaum muslimin.

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Kota Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam, 11 Ramadhan 1430 H

Penulis: Abdullah bin Taslim Al-Buthoni, M.A.
Artikel www.manisnyaiman.com

_____________

[1] Keterangan syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin dalam kitab Min musykilaatisy syabaab hal. 5-6) dengan ringkas dan sedikit penyesuaian.

[2] HR. Bukhari (no. 1357) dan Muslim (no. 1031).

[3] HR Ahmad (2/263), ath-Thabrani dalam Al-Mu’jamul Kabir (17/309) dan lain-lain, dinyatakan shahih dengan berbagai jalurnya oleh syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahiihah (no. 2843).

[4] Lihat kitab Faidhul Qadiir (2/263).

[5] HSR al-Bukhari (no. 4779) dan Muslim (no. 1400).

[6] Keterangan syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin dalam kitab Min Musykilaatisy Syabaab hal.. 6-12dengan ringkas dan sedikit penyesuaian.

[7] Ibid (hal. 12).

[8] HR Abu Dawud (no. 4833), at-Tirmidzi (no. 2378) dan al-Hakim (4/189), dinyatakan shahih oleh al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi, serta di-hasan-kan oleh syaikh al-Albani.

[9] HR. Bukhari (no. 1995) dan Muslim (no. 2628).

[10] Keterangan syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin dalam kitab Min Musykilaatisy Syabaab hal.. 12-16, dengan ringkas dan sedikit penyesuaian.

Indonesia Innovation Conference 2010, Peresmian Indosat Innovation Lab dan Grand Final Iwic Ke-5

Informasi, Kuliah December 1st, 2010

Indonesia Innovation Conference 2010, Peresmian Indosat Innovation Lab dan Grand Final Iwic Ke-5



Apresiasi untuk Negeri di 43 Tahun, Indosat Hadirkan Grand Final IWIC ke-5
– Mengokohkan komitmen untuk selalu berinovasi di 43 tahun usianya, Indosat menyelenggarakan Grand Final Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC) ke-5. IWIC bertujuan untuk mendorong tumbuhnya kreatifitas dalam bidang teknologi, khususnya nirkabel (wireless), sekaligus ajang kompetisi dan apresiasi karya inovasi wireless generasi muda Indonesia. Grand Final IWIC 2010 ini melahirkan 20 nominator muda yang menghadirkan berbagai karya kreatif dan inovatif dalam berbagai kategori. Tampak dalam gambar President Director & CEO Indosat, Harry Sasongko (4 dari kiri/tengah) bersama para pemenang IWIC 2010 saat acara Grand Final IWIC 2010 di Kantor Pusat Indosat (23/11).

…Read the rest of this entry »

Bedah Buku: “Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah – Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawwas Hafizhahullah”

Informasi February 7th, 2010

HADIRILAH
“BEDAH BUKU”
MERUJUK KITAB

(Karya Ustadz Yazid Bin Abdul Qodir Jawwas)

Sumber : muslim.or.id via http://infokajiansalaf.blogspot.com/

Insya Allah akan dilaksanakan pada

Hari : Sabtu, 13 Februari 2010

Tempat : Masjid Istiqomah, Jalan Taman CitaJarum Bandung Waktu : Jam 09.00 – 12.00

PEMBICARA

“Ustadz Yazid Bin Abdul Qodir Jawwas”

PENYELENGGARA

Ma’had An Najiyah Al Islamy

INFORMASI

  • Ikhwan : Abu Umar : 0856 2484 9492
  • Akhowat : Milla Kamila : 0852 2934 7943

PEMESANAN BUKU

Suria Dhani (0881 2096 238)

Silataurahhim bersama Ulama Saudi Arabia

Informasi January 6th, 2010

istiqlal

Tabligh Akbar ini bertemakan Sebab-Sebab Datangnya Kebahagiaan, diisi oleh Syaikh Prof. Dr. Abdur Rozzaq bin Abdul Muhsin al-Badr Hafizhahullah di Masjid Istiqlal pada tanggal 17 Januari 2010.

Syaikh hafizhahullah merupakan Dosen Ilmu ‘Aqidah Pasca Sarjana di Fakultas Aqidah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah.

Tabligh Akbar ini dihadiri oleh sekitar 30.000 jama’ah dari seluruh Indonesia. (pernyataan dari penyiar radio rodja yang ada di Istiqlal)

Update: Ternyata jama’ah yang hadir sekitar 105 ribu orang. (http://www.republika.co.id/node/101323)

Dimoderatori oleh Ustadz Arman Amri, Lc.

Penerjemah oleh Ustadz Firanda Andirja, Lc.

Link Play dan Download: http://www.archive.org/details/TablighAkbarSyaikhProf.Dr.AbdurRozzaqBinAbdulMuhsinAl-badr