Hari Hari mu adalah Umur mu..

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

DAUROH BAHASA ARAB – BANDUNG

Barisan Ustadz Pembela Sunnah January 17th, 2014

Alhamdulillah , satu lagi acara yang sudah sangat saya tunggu – tunggu

 

IKUTILAH DAUROH BAHASA ARAB ANGKATAN II

Pada 20-29 Januari 2014 (Dua sesi per hari)

Pemateri Ustadz Rahmat Fitrah Ramadhan (Mahasiswa LIPIA)

Tempat di Masjid Al-Furqon, Jalan Jurang Bandung (Sebelah Alfamart)

Biaya pendaftaran Rp.50.000,- (Fasilitas modul, notebook, dan snack)

Pendaftaran dan Contact Person: +6285710100076 (Mahrus)

Diselenggarakan Oleh Udrussunnah Bandung (http://udrussunnah.or.id/)

Ariel Sharon, Mati Beriring Laknat

Barisan Ustadz Pembela Sunnah January 16th, 2014

=== > Share sebanyak2nya untuk renungan kita semua !!!

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Allah berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Sesungguhnya orang yang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya. (QS. Al-Baqarah: 161).

Lahir diiringi tawaan, meninggal diiringi tangisan. Itulah kondisi umumnya manusia. Di saat kita dilahirkan di dunia, kita menangis sendirian, sementara orang-orang di sekitar kita menyambut dengan dengan tertawa suka cita.

Kita berharap, keadaan akan terjadi sebaliknya, di saat kita meninggal dunia, kita tersenyum sendirian, sementara orang di sekitar kita mengiringinya dengan tangisan. Tangisan yang menandakan mereka kehilangan kita. Tangisan yang menandakan mereka mengharapkan kita. Sehingga doa kebaikan akan mereka lantunkan, mengiringi kepergian kita meninggalkan dunia yang fana.

Namun di sana ada manusia yang bernasib sebaliknya. Kematiannya justru disambut dengan gembira seluruh umat manusia. Kematiannya disambut dengan senyum dan tawa manusia di berbagai penjuru dunia. Kebahagiaan yang menandakan kebencian mereka kepada orang yang meninggal. Di saat yang sama, doa buruk umat manusia, mengiringi kepergiannya menuju akhirat yang abadi.

Tak jauh untuk menyebutkan contohnya, Ariel Sharon, perdana menteri yang kematiannya disambut gembira oleh umat manusia di penjuru dunia. Doa buruk kaum muslimin mengiringi kematiannya, menuju murka Allah yang abadi.

Kita menjadi saksi, dia adalah manusia yang buruk…

Kita menjadi saksi atas kedzalimannya…

Kita menjadi saksi, dia manusia yang layak mendapat laknat…

Kita menjadi saksi baginya dari kalangan penduduk bumi.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan,

Suatu ketika para sahabat melihat seorang jenazah yang diangkat menuju pemakamannya. Merekapun memuji jenazah ini. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وجبَتْ، وجبتْ، وجبت
”Wajib.., wajib.., wajib.”

Tidak berselang lama, lewat jenazah lain. Kemudian para sahabat langsung mencelanya. Seketika, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وجبَتْ، وجبتْ، وجبت
”Wajib.., wajib.., wajib.”

Umarpun keheranan dan bertanya,

”Apanya yang wajib?”

Jawab sang Nabi,

هَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ خَيْرًا، فَوَجَبَتْ لَهُ الجَنَّةُ، وَهَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ شَرًّا، فَوَجَبَتْ لَهُ النَّارُ، أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الأَرْضِ
”Jenazah pertama kalian puji dengan kebaikan, maka dia berhak mendapat surga. Jenazah kedua kalian cela, maka dia berhak mandapat neraka. Kalian adalah saksi Allah di muka bumi.” (HR. Bukhari 1367 dan Muslim 949).

http://www.konsultasisyariah.com/ariel-sharon-mati-beriring-laknat/

More at Moslem Channel

Ilmu Tajwid – Dauroh Al Qu’an

Barisan Ustadz Pembela Sunnah December 30th, 2013

Pertumbuhan ilmu tajwid berkaitan dengan 2 hal:

  1. Ilmu Lughotul ‘Arabiyah
  2. Ilmu Qiroat

Inti dari ilmu tajwid adalah tentang cara pelafalan.

Ada 3 fase tentang imu tajwid:

  1. Marhalatul uwla (Fase pertama)

Dimulai sejak zaman nabi sampai abad ke-2 H

  1. Marhalatul Ats Tsani

Diawal-awal penulisan ushul dan tilawah yang kita jumpai dalam pokok-pokok kitab qiroah

  1. Marhalut AtsTsalisah

Pada munculnya kitab-kitab khusus pada ilmu tajwd

Membentengi Akidah Akhlak & Keluarga di Masa Fitnah

Barisan Ustadz Pembela Sunnah December 1st, 2013

Kita hidup di akhir zaman yang merupakan suatu takdir dari Allah yang tidak kita ingkari. Di zaman inilah kita hidup, yang mana tentang zaman ini Nabi kita telah bersabda tentangnya “Yaitu masa-masa  yang penuh dengan kebodohan, dimana kebodohan merajalela”, “sesungguhnya di hadapan kalian nanti akan datang hari-hari yang penuh dengan kesabaran. Dimana orang yang berpegang teguh dengan agamanya bagaikan orang yang menggenggam bara api”.

Rasulullah juga mengatakan “Sesungguhnya Islam itu datang dalam keadaan asing, dan akan kembali asing . Maka beruntunglah orang-orang yang dianggap asing tersebut”.

Salah satu yang bisa menyalamatkan manusia adalah menuntu ilmu syar’i. Inilah pondasi awal, jika ilmu ini hilang maka tersesatlah jalan manusia selama-lamanya.

Al Imam ibnul Jauzi -rahimahullah- didalam kitab Talbisul Iblis mengatakan “Sesugguhnya tipu daya setan yang pertama kali kepada anak manusia adalah menajauhkan mereka dari ilmu. Karna ilmu adalah cahaya. Apabila cahaya ini berhasil dipadamkan, maka iblis akan leluasa dalam menyesatkan manusia”.

Al Imam Asy Syafi’i mengatakan “Semua ilmu itu menyibukkan dan sia-sia. Kecuali ilmu Qur’a, Sunnah dan Fiqih”.

Dan diantara pertanyaan Malaikat Munkar Nakir di alam kubur kepada kita ialam , Maa ‘ilmuka ? (apa ilmu mu)

Maka alangkah celakanya kalo kita menjawab , ilmuku adalah S2 teknik elektro, ilmuku adalah sarjana pendidikan, ilmuku adalah spesialis bidang kedokteran. Jika itu jawaban kita tentu tidak selamat dari adzab kubur.

Adapun orang mukmin (orang beriman) ketika ditanya oleh malaikat Mungkar Nangkir dengan pertanyaa , Ma ‘Ilmuka ?(apa ilmu mu), maka orang mukmin akan menjawab, qora’tu kitabullah faaaminu faamaltu.

 

Faedah ini didapatkan pada dauroh 2 hari Di kota Bandung, Sabtu di masjid Cipaganti, dan Ahad di Masjid An Nuur PT. Bio Farma (timur RS. Hasan Shadikin). 30 November-1 Desember 2014. Pemateri Ustad Abu Ihsan Al Maidani -hafidzahullah-

 

KISAH SEORANG SYAIKH MENGETEST MAHASISWA

Barisan Ustadz Pembela Sunnah November 3rd, 2013

Suatu hari salah seorang dosen yang begelar doktor masuk ke salah satu ruang mahasiswa, yang kebetulan mata kuliah saat itu adalah tentang siroh Nabi shalallahu alaihi wasallam. Untuk menguji wawasan atau pengetahuan mahasiswa tentang siroh Nabi shalallahu alaihi wasallam, sang dosen mengajukan satu pertanyaan yang sangat simple kepada mereka yang saat itu berjumlah empat puluh mahasiswa.

“Sebutkan empat saja dari istri Nabi shalallahu alaihi wasallam ”, kata sang dosen. Spontan salah seorang dari mereka mengacungkan tangan dan menjawab, “Khadijah ya syaikh”, “Bagus!” jawab syaikh sambil menghitung dengan jemarinya, lantas seorang mahasiswa lain pun memberi jawaban setalah mengangkat tangan, “Aisyah ya syaikh”, “Bagus!, mumtaz!”, kata syaikh.

Lalu tiba-tiba semua mahasiswa terdiam, ya, empat puluh orang mahasiswa diam seribu bahasa, lantas sang dosen mulai menatapi mereka sambil mengulang-ulang kata “sungguh aneh, tidakkah kalian mengetahui rosul kalian..? tidakkah kalian mengetahui Ummahatul mukminin (istri-istri Nabi shalallahu alaihi wasallam)?” lanjut syaikh.

Di saat suasana kelas terdiam, tiba-tiba salah seorang diantara mereka berkata, “Ya syaikh..!!”, “Ya” sahut syaikh, “Saya teringat nama salah seorang dari istri Nabi shalallahu alaihi wasallam” katanya, “Siapa?” kata syaikh, “Aminah” jawabnya, “Aminah itu ibunya, dia mengira Aminah itu istrinya, itu ibunya!” tegas syaikh, sang mahasiswa tadi pun terdiam karena malu.

Mereka kembali terdiam, sang syaikh merasa sedih (melihat realita para mahasiswanya). Salah seorang dari mereka ingin menghilangkan kesedihan dan kekecewaan syaikh seraya berkata, “Ya syaikh..! aku teringat nama seorang istri Nabi shalallahu alaihi wasallam”, “Hah siapa?” tanya syaikh, mahasiswa tadi menjawab “Fatimah”, spontan sebagian mahasiswa lain tertawa dan sebagian lainnya merasa aneh sedang sebagiannya lagi tak ada reaksi apapun karena menyangka jawabannya benar, bahwa Fatimah adalah salah satu dari istri Nabi shalallahu alaihi wasallam. “Fatimah adalah putri Nabi shalallahu alaihi wasallam” tutur syaikh. Sontak sang mahasiswa tersebut diam bahkan semua mahasiswa terdiam.

Kemudian syaikh bertutur lagi,
“Sebutkan lima nama pemain salah satu club sepak bola,” saat itu syaikh teringat dengan club korea, tapi syaikh mengira club ini terlalu mudah untuk dijawab, maka syaikh menyebutkan club yang menurutnya agak susah dengan harapan mereka tidak bisa menjawabnya,,, sebutkan diantara pemain bola club brazil? Lanjut syaikh.

Sungguh menakjubkan ternyata mereka pada ngacung sambil berkata saya,,,saya,,saya,,mulailah nama-nama pemain brazil meluncur dari mulut2 mereka,, Ronaldo….dst, sang syaikh sambil menghitung dengan jarinya, jari tangan kanan habis pindah jari tangan kiri, tangan kiri habis balik lagi ke awal,,ternyata mereka telah menyebutkan lima belas nama pemain.

Sang syaikh bertanya, “Setahu saya pemain setiap club itu cuma 11orang.. kenapa kalian sebutkan 15 pemain…?”

Para mahasiswa menjawab, “Kami sebutkan pemain inti beserta pemain cadangannya syaikh…”

Yang aneh lagi kata syaikh,,, ketika mereka menyebutkan nama pemain bola itu, saya mengulangnya sambil menghitung dengan jari saya, ketika saya salah dalam pengucapan nama pemain tersebut, mereka tertawa (karena kebodohan sang syaikh terhadap nama pemain bola itu).. dan mereka membenarkan pengucapan ku,,, tegas sang syaikh.

Benarlah firman Allah: “Tidakkah mereka mengetahui rosul mereka…?”
Jangan kalian minta maaf……!!

para mahasiswa melihat wajah syaikh yang terlihat sedih,,, maka mereka meminta maaf seraya berkata, ya syaikh jangan engkau cela kami, media telah menayangkan tentang mereka sehingga kami menghafalnya.

Jangan kalian minta maaf, tegas syaikh.. media punya hak untuk menampilkan kabar tentang mereka kehadapan kalian tetapi mereka tidak punya hak untuk mengharuskan kalian mengikuti acara, berita-berita serta menghafal nama-nama mereka, mengingat-ingat kisah2 mereka, menjadikan mereka topic pembicaraan di majlis2 kita….jelas sang syaikh..dst

Sebagaimana halnya media yang menayangkan berita olahraga, disana juga ada media-media yang menampilkan berita-berita tentang islam dan pengajaran-pengajaran yang baik dan bermanfaat.

Kenapa kalian tidak bersikap terhadap masalah keislaman seperti kalian bersikap terhadap media olahraga dan internet….!!?? Jangan kalian minta maaf…..tegas sang syaikh.

Saudaraku fillah…
Apakah kita seperti mereka…? Apakah kita lebih menghafal nama-nama bintang film daripada nama-nama para sahabat…? Apakah kita lebih tahu kisah-kisah para artis-artis dari pada kisah para pejuang islam..?
Setiap kita lebih mengetahui tentang diri kita sendiri…..

====================
Keterangan:
– Ini adalah kisah Dr. Muhammad bin Abdurrahman al-‘Arifi dengan para mahasiswanya di Riyadh.
– Kisah ini diterjemahkan secara bebas dari salah satu buku beliau tentang sirah Nabi shalallahu alaihi wasallam.
(http://belajardienulislam.blogspot.com/)

Thullabul ‘Ilmi

Barisan Ustadz Pembela Sunnah October 3rd, 2013

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji hanyalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah melimpahkan karunia-Nya yang tiada terkira kepada hamba-hambanya yang beriman, sesungguhnya termasuk dari sekian kenikmatan yang terbesar adalah nikmat menuntut ilmu serta menyibukkan diri dengan sesuatu yang dapat mengantarkan kepada pemahaman mengenai agama secara baik dan benar.

Tak sedikit ayat-ayat al-quran dan lembaran-lembaran sunnah Rosulullah Shallallaahu ‘alaihi Wasallam yang menegaskan tentang keutamaan ilmu dan ahli ilmu, tentunya –setelah taufiq dari Allah Subhaanahu Wa Ta’ala – keutamaan tersebut tidaklah dapat diraih melainkan dengan wasilah menuntut ilmu, menyibukkan diri dengan sesuatu yang menghasilkan faidah ilmiah berupa mempelajari hukum-hukum agama, sungguh sebuah kenikmatan yang besar tatkala seorang muslim mencondongkan jiwanya, mengorbankan waktunya, melapangkan hati untuk menuntut ilmu agama, ikhlas karena mengharap ridho Rabb semesta alam, serta mengangkat kekurang tahuan akan ilmu agama yang ada pada dirinya.

Kalaulah kita mau menengok sejenak tentang kondisi umat islam dewasa ini.. kalaulah kita mau jujur dalam menyikapi, sesungguhnya kaum muslimin sangat membutuhkan jutaan muslim yang berpengetahuan baik tentang agamanya, untuk membimbing umat ini kepada ajaran agama yang sesuai dengan tuntunan rosulullah sholallahu alaihi wa sallam, menjelaskan kepada umat terkait hukum-hukum agama, menerangkan yang benar dan menyalahkan yang batil, jauh melebihi kebutuhan orang-orang yang sakit akan kehadiran seorang dokter yang mengobati mereka.

Untuk dapat mengenyam belajar di Yaman barangkali ada sebagian sobat yang ngebayangin begitu susah banget ngurusinya and seleksinya seperti di negara timur tengah lainnya, apalagi bagi kita yang nggak mudeng bahasa arab. Sobat nggak perlu khawatir, jalur belajar ke Yaman sangat mudah karena nggak ada yang namanya tes seleksi, umur pun tak dibatasi, dan tidak ada batasan standar intelektual.
Wah enak banget kan. Tapi apa yang musti disiapkan? Sobat cukup siapin uang dan paspor, lalu kirim ke Yaman agar di daftarkan di sebuah Universitas. Ngirimnya ke temen-temen yang ada di sana, insyaallah mereka siap membantu. Untuk lebih detailnya sobat bisa tanya langsung sama temen-temen yang pernah belajar di sana biar dikenalin sama temen yang masih belajar di sana. Dengan demikian setiap santri yang datang ke Yaman legal dengan visa pelajar. Biaya yang dibutuhkan untuk mengurusi itu semua sekitar 18-22 juta rupiah. Mahal? Itulah sobet, memang merupakan salah satu syarat untuk bisa mendapatkan ilmu adalah dengan modal uang atau dirham kata Imam Syafi’i.
Setelah sampai di Yaman, sobat nggak perlu khawatir masalah fasilitas dan akomodasi di kampus. Di Darul Hadits makanan santri sudah disediakan dengan gratis tiga kali sehari, tentu dengan menu orang Yaman. So nggak perlu khawatir kelaparan di tanah gersang.
Terus biaya kuliahnya gimana? Untuk biaya belajar atau kuliah nggak dipungut biaya sepeser pun alias gratis. Hanya yang perlu disiapkan adalah biaya untuk membeli kitab dan biaya untuk tajdidul iqamah (pembaharuan ijin tinggal) setiap tahunnya sekitar 3-5 juta rupiah. Dengan memiliki iqamah (izin tinggal resmi) kita akan mendapatkan perlindungan dari pemerintah Yaman dan KBRI disana. Selain itu juga akan mendapatkan kemudahan dalam pengurusan haji & umroh, juga kemudahan dalam pengurusan reentry visa bagi yang ingin pulang ke Indonesia & kembali ke Yaman dengan biaya yang lebih murah (hanya dengan mengurus reentry visa & membeli tiket Yaman – Jakarta PP)
Pengin Sih Tapi….
Saya ingin belajar ke Yaman tapi…. Yup barangkali ada juga sobat yang pengen banget belajar ke Yaman tapi ada kendala karena sudah nikah alias berkeluarga. Bagi temen-temen yang sudah berkeluarga nggak usah putus asa, karena di sana bakal disediakan rumah gratis. Bahkan pondok pun memberi Mukafaah (bantuan) untuk biaya kebutuhan keluarga setiap harinya.
Ada lagi nih pertanyaannya, gimana kalau bawa anak atau mungkin juga ada sobat yang pengen mengenyam pendidikan formal seperti tingkat SD sampai SMA? Bagi orang yang masih duduk di sekolahan SD, SMP, atau SMA maka di dalam pondok pun ada sekolahan resmi milik pemerintah yang siap menampung anak-anak pondok. So, nggak perlu khawatir juga.
Ada lagi nih buat kamu yang pengen mencari gelar formal di bangku kuliah seperti LC (S1), MA (S2), atau DR (S3), maka di Yaman sangat mudah, hanya dengan mendaftar di universitas lalu datang ke universitasnya ketika musim ujian saja, dan setiap harinya tetap mernimba ilmu bersama ulama yang ahli dalam bidangnya di pondok. Sobat juga nggak perlu khawatir mengenai soal-soal yang keluar ketika ujian karena soal-soal ujian universitas sangat mudah bagi yang setiap harinya belajar di pondok. Kok bisa? Yup, ini dikarenakan pelajaran di pondok lebih tinggi dari pelajaran yang di universitas.
Kayaknya jadi semangat banget nih buat nuntut ilmu disana, tapi ada lagi nih yang masih mengganjal di benakku, semangat oke punya tapi aku nggak bisa bahasa arab sama sekali karena selama ini di indonesia hanya mengenyam pendidikan di sekolah umum, gimana dong? Apa perlu kursus bahasa arab dulu di indonesia baru berangkat ke sana? Atau gimana nih?
Bagi yang masih nol belum bisa Bahasa Arab atau belum punya hafalan Al-Qur’an, maka di sana banyak temen-temen senior yang siap mengajari bahasa arab sampai bisa dan mampu duduk mengambil faedah ilmu langsung dari para masyayikh tanpa harus mengundang penerjemah.
Semoga Allah memberkati negeri Yaman dan para ulama serta para penuntut ilmu di dalamnya, sebagaimana Rosulullah berdo’a:
اللهم بارك لنا في شامنا و في يمننا
“Ya Allah berkatilah negeri Syam dan Yaman kami”. (Riwayat Bukhari dari Ibnu Umar)
Sobat muda, itu tadi sekelumit pengalaman tentang cara belajar ke Yaman. Mudah-mudahan bisa memberikan sedikit gambaran bagi yang pengin banget ngelanjutin studi di Yaman. Tentu tulisan tersebut belum sepenuhnya terperinci mengenai tata cara belajar di sana, tapi paling tidak sudah memberikan info secara globalnya.
So, buat semua sobat fata, jangan pernah putus asa dech dalam menuntut ilmu syar’i hanya karena kendala bahasa yang asing bagi kita. Mumpung masih muda, pompa terus adrenalin kita buat belajar sebelum nyesel kelak di hari tua. Berhentilah mengukur masalah atau kendala yang kita hadapi dan mulailah untuk membangun langkah ke depan.

Hadiah rihlah ilmiah dari Ustadz Thabrani dengan penyesuaian redaksi.

Hidayah bagi yang dikehendakiNya

Barisan Ustadz Pembela Sunnah September 21st, 2013

Semoga Allah menjaga dan merahmati Ustadz Yazid dan seluruh asatidzah Ahlus Sunnah di Indonesia..

Semakin merasa kecil diri ini mendengar nasehat-nasehat tentang perintah dan larangan yang Allah tegaskan bagi seluruh hamba-Nya!

Saya mendengar cerita suami saya tentang kisah seorang ibu paruh baya yang bertutur dengan air mata yang tak kunjung kering..

Beliau bertutur, bahwa dengan izin Allah, dengan perantara sebuah buku karya Al Ustdz Yazid Abdul Qadir Jawaz yang tak sengaja dia beli, sehingga hidayah itu menyapa ke dalam qalbu-nya..

Setelah itu, beliau langsung memesan 7-8 buku yang berbeda-beda dari karya Ustdz Yazid hafidzahullah..

Dibacalah seluruh buku tersebut dan beliau selalu dan selalu meneteskan air mata..

Sampai hingga saat ini beliau menjadi salah seorang ibu yang sangat tanggap dan sanggat mencintai Dakwah Sunnah yang ada dan yang di selenggarakan di Bumi Gorontalo ini..

Baru sejenak ada info, bahwa ikhwah Gorontalo akan mengundang
Ustadz (Yazid), maka beliaulah orang yang pertama kali penyisihkan hartanya untuk kepentingan dakwah, bukan hanya itu semua, keperluan hotel dan makan Ustadz-pun beliau tak lupa ambil andil…

Subhanllah..

Dari kisah yang dituturkan suami saya, saya kerap merasa tertegur, termenung memikirkan: Sungguh hati yang salim itu tidak semua orang memilikinya..

Hati yang cinta kepada ketaatan, hati yang mudah masuk ke dalam nya nasehat, hati yang dengannya air mata mudah untuk menetes dan mengakui kesalahan..

Dimana (letak) hati kita dari hati-hati mereka??

Yang dengan izin Allah, sudah lama mengenal hidayah, tapi demi Allah, selalu mencari alasan untuk membenarkan seluruh kedurhakaan kedapa Allah.!

Begitu pula 2 pertanyaan penanya di Rodjatv yang saya dengar,
membuat hati saya terpukul dan membuat mata saya tak mampu
menahan tangis..

Seorang bapak bertutur, bahwa beliau adalah orang desa,orang yang tinggal di pelosok terpencil. Beliau hanya mendengar kajian dari Rodja TV. Apakah kalian tau apa yang Bapak ini tanyakan?

Bapak ini bertanya dengan suara terseret-seret yang saya dapat pahami, bahwa beliau (sedang0 menahan tangis..

“Ustadz… Bagaimana cara saya agar saya dapat bertaqwa? Agar saya dapat beriman? Apakah iman saya ini benar, Ustdz, sedang saya jarang mendapat ilmu dan tausiah, karena saya di tempat terpencil!”

Mungkin, bagi sebagian orang tak ada yang istimewa dari pertanyaan Sang Bapak, tapí sungguh bagi saya di dalam hati beliau ada sebuah cahaya keimanan yang besar, hati yang ingin sungguh-sungguh mencintai, hati yang ingin senantiasa mencari ridha-Nya. Hati yang takut atas keimanan dirinya, hati yang salim yang rindu akan ilmu..

Sekali lagi, dimana hati kita dari hati-hati mereka??!

Orang yang mengaku berilmu yang setiap saat diberi nikmat menuntut ilmu, tapi, Demi Allah, rasa takutnya kepada Allah lebih tipis dari seseorang yang hidup dengan sedikit fasilitas ilmu yang memadai..

Pertanyaan kedua seorang ibu yang menuturkan, bahwa beliau memiliki anak laki-laki yang bersikeras memilih kuliah dan mengambil mata kuliah di universitas yang jauh dari syariat. Kira-kira bagaimana persaanmu, apabila mendengar dengan lirih tangisan seorang ibu yang menghawatirkan anaknya terjerumus kedapa hal yang dilarang syariat?

Coba fikirkan sejenak seberapa besar kasih sayang Sang Ibu ini kepada anaknya, sehingga beliau tidak mau anaknya jauh dari syariat!

Lalu, bagaimna pendapat Anda tentang seorang penuntut ilmu syair’i yang telah dipercayakan oleh orang tuanya untuk menuntut ilmu yang haq di sebuah lembaga pendidikan, atau universitas yang syar’i, lalu dia menghianati keduanya dengan bermain-main dengan syariat Allah dan mencoba-coba keimanannya dengan bnyak melanggar apa yang Allah perintah dan larangan-Nya..

Kira-kira bagaimana perasaan orang tua Sang Penuntut ilmu ini?!
Masihkah kita enggan mencari hati yang salim itu?

 

https://www.facebook.com/BuletinDakwahAlMinhaj/posts/660020227355219

Nasehat Ustadzuna Abu Sa’ad Nur Huda

Barisan Ustadz Pembela Sunnah September 3rd, 2013

Nasehat Ustadzuna Abu Sa’ad Nur Huda hafizhohullooh

Ketika peristiwa Suria pecah, kaum muslimin di sana dibantai siang dan malam oleh kaum Syiah, sebagian besar kaum muslimin di seluruh dunia mengingkari dan menentang peristiwa ini, hampir semua pihak ikut bahu membahu membantu saudaranya, dengan harta, jiwa dan apa saja yang mereka miliki, dan ini sudah berlangsung hampir 3 tahun! Tapi yang menjadi keheranan kita, kenapa saudara-saudara kita, harokiyyin tidak memberikan perhatian sama sekali terhadap masalah suria, pernah ana tanya kepada salah seorang diantara mereka tentang sikap diam dan ketidakpedualiannya maka beliau menjawab: “kan di sana terjadi perang saudara!” “kita tidak mau ikut campur dalam perang saudara!”

Kemudian saya teruskan pembicaraan tersebut:”Na’am kalau antum anggap itu perang saudara, kan di sana banyak kaum muslimin yang menderita dan membutukan bantuan saudaranya!” Beliau menjawab dengan kata singkat: “Kami tidak mau perpihak kepada siapapun!”

Pembantaian Syiah terhadap kaum muslimin dianggap perang saudara! Syiah haus darah juga masih disebut saudara! Wallahu musta’an! Di mana akidah wala’ dan baro’?! Di mana kepedulian mereka terhadap kaum muslimin!?

Sekarang kita lihat apa yang terjadi di Mesir! Darah kaum muslimin tertumpah dimana-mana! Anak-anak, wanita, para pemuda, meregang nyawa di jalan-jalan Mesir! Kehormatan kaum muslimin tercabik-cabik! Bahkan ribuan orang tewas, menggenaskan! Untuk apa semua ini terjadi? Apa yang mereka perjuangkan? Kekuasaan!? Kursi!? Demokrasi!? Jihad?! Mati syahid?! Dengan mengorbankan ribuan nyawa kaum muslimin?! Apa tidak ada dalam benak mereka hadist ini?!

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لزوال الدنيا أهون على الله عز وجل من سفك دم مسلم بغير حق

Rosulullah (semoga sholawat dan salam Allah Ta’ala tercurahkan selalu kepada beliau) bersabda: “Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan tertumpahnya darah seorang muslim tanpa hak.” (riwayat Al-Baihaqy dengan sanad shohih lighoirihi)

Apabila darah sudah tertumpahkan maka tidak akan pernah berhenti mengalir! Di Afghanistan, sudah lebih dari 30 tahun mereka berjuang! Sampai sekarang darah masih terus mengalir! Di Iraq! Di Mali ! Di Myanmar! Di Suria! Sekarang di Mesir!

Kaum harokiyyun teriak dimana-mana! Tangisan! Ratapan! Kesedihan! Seakan-akan melebihi dari peristiwa-peristiwa sebelumnya! Bahkan mengerahkan pengikutnya untuk lebih banyak turun ke jalan! Dan korban-pun bertambah dan terus berjatuhan! Ya ikhwah! Kasihanilah kaum muslimin! Sayangilah jiwa mereka! Jangan menambah korban! Bersabarlah dalam menghadapi fitnah! Bertakwalah kepada Allah Ta’ala serta ikutilah sikap para Salaf dalam menghadapi fitnah!

{وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا}

“Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, Allah jadikan baginya jalan keluar!” Kalaulah umat ini mengamalkan ayat ini! Tentulah ayat ini cukup bagi mereka dalam menghadapi segala fitnah! Dan membawa mereka keluar dari segala kesulitan dengan bimbingan Allah! Akan tetapi hidayah dan taufiq hanya milik Allah semata!

Semoga Allah selalu membimbing umat ini di jalan kebenaran dan menjauhkannya dari segala keburukan, baik yang tampak ataupun tersembunyi dan mengembalikan mereka di atas petunjuk-Nya yang lurus! sesungguhnya Dia adalah Maha Perkasa lagi Maha Berkuasa![]

*) Relawan Tim Kesehatan Muslimin Indonesia di Suriah

Footnote:
Hakekat konflik di Mesir oleh asy-Syaikh Muhammad bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah, kunjungi http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=34396, download suara: http://www.ajurry.com/vb/attachment.php?attachmentid=30515&d=1375385164
Seruan dari Masjid Nabawi untuk Rakyat Mesir: “Kembalilah ke Rumah-rumah Kalian!” disampaikan oleh asy-Syaikh Al-’Allaamah DR. Shalih bin Sa’ad As-Suhaimi hafizhahullah pada majelis beliau di Masjid Nabawi, Madinah, kota Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,http://nasihatonline.wordpress.com/2013/08/17/seruan-dari-masjid-nabawi-untuk-rakyat-mesir-kembalilah-ke-rumah-rumah-kalian/

Kenikmatan

Barisan Ustadz Pembela Sunnah August 30th, 2013

Para ulama sudah banyak menjelaskan, bahwa kenikmatan itu terbagi menjadi 2. Ada kenikmatang yang dirasakan oleh jasad/badan, dan ada kenikmatan yang dirasakan oleh ruh. Dan kenikmatan kedua inilah yang terbesar. Dan diantara kenikmatan ruh itu ialah berkumpul dan hadir di halaqoh-halaqoh ilmu. Ialah sebuah kenikmatan yang luar biasa dan tidak semua orang merasakanya kecuali oleh orang-orang yang merasakannya saja. Apakah anda kira mudah mencari orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya ? Apakah mudah menemukan seorang atau dua orang yang menyandarkan hatinya kepada kitabullan dan sunnah rasululullah shalallahu’alihi was salam?

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء

Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

♥♥ Perjalanan Seorang Penuntut Ilmu ♥♥

Barisan Ustadz Pembela Sunnah August 3rd, 2013

Kisah Nyata di Suatu Majelis: Perjalanan Seorang Penuntut Ilmu yang Perlu Diteladani

Bismillaahirrohmaanirrohiim…….. 
Cerita ini saya (penulis) tulis adalah untuk memberikan ibroh kepada kita semua khususnya saya sendiri bahwa penderitaan dan kesusahahpayahan kita dalam menempuh jalan yang haq ini tidaklah seberapa, bahkan jika kita bandingkan dengan para salafushalih. Cerita yang saya ambil ini adalah kisah manusia di masa ini, dimana sangat langka dan sulit ditemui orang-orang yang memiliki ghiroh yang sama sepertinya dalam tholabul ‘ilm. Saya menuliskan cerita ini adalah berdasarkan sebuah kisah nyata, dimana kisah tersebut saya dengar sendiri oleh salah satu sumber (akhowat) terpercaya yang mengetahui kisah tersebut…wallahua’lam. Semoga kisah ini dapat memotivasi dan menginspirasi kita untuk lebih dapat bersemangat dalam menuntut ilmu syar’ie…Baarokallohufiikum……
Di suatu daerah terpencil, terdapat sepasang suami istri yang sangat zuhud….mereka belum dikaruniai seorang putra karena masih dikategorikan pengantin yang masih baru. Perlu diketahui sang suami adalah
seorang yang sangat rajin menuntut ilmu, ia adalah seseorang yang memiliki semangat yang sangat luar biasa untuk memperoleh ilmu. Bahkan dahulu ketika ia ingin menikah, ia tidak mempunyai sepeser uang yang cukup untuk meminang seorang akhowat, dan akhirnya ia menghadap kepada salah seorang ustadz di ma’had yang saat itu ia belajar di sana hanya untuk meminta nasihat bagaimana ia dapat menikah. Ia sangat sadar bahwa dirinya tak tampan, dan tidak mapan dalam pekerjaan karena hampir masa mudanya dihabiskan di ma’had. Sang ustadz pun menghargai tekadnya dan pada akhirnya membiayai pernikahan lelaki tersebut.
Sang suami di masa mudanya adalah salah seorang murid yang diakui kepandaiannya di ma’hadnya. Beberapa rekan dan ustadz memujinya dalam hal keilmuannya. Suatu hari sang suami berniat ingin mendatangi suatu majelis di luar kota. Karena ia belum memiliki pekerjaan yang tetap (masih serabutan-red-) maka ia dan istrinya memikirkan bagaimana caranya agar sang suami dapat pergi untuk mendatangi majelis tersebut walau ekonomi mereka sangat pas-pasan. Jarak yang harus ditempuh sangatlah jauh, sehingga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Sedangkan penghasilan mereka untuk makan sehari-hari saja masih belum cukup. Sang suami bukanlah seorang yang malas dalam mencari nafkah, namun qadarallah….Allah telah menetapkan rezekinya hanya sedemikian. Walau demikian ia tetap bersemangat dalam menjalani hidupnya.
Suatu hari istrinya yang walhamdulillah sangat qona’ah dan juga zuhud, berinisiatif membongkar tabungan yang beberapa bulan ia kumpulkan di kotak penyimpanannya. Qaddarallah…..uang yang terkumpul hanya Rp 10.000,-. Bayangkan wahai pembaca,,,,bahkan mata ini ingin menangis ketika saya mengetik kisah ini….Dalam sehari kita bisa memegang uang puluhan ribu, ratusan ribu, bahkan mungkin hingga ada yang mencapai nominal jutaan…Dengan keistiqomahan dan kezuhudan sang istri tidak pernah mengeluh untuk mengumpulkan 100 perak (Rp 100,-) setiap keuntungan yang diperoleh suaminya yang tidak setiap hari ia dapatkan…..
Sang istri segera mengumpulkan uang tersebut dan berinisiatif untuk membuatkan bekal arem-arem (bahasa jawa), yaitu sejenis nasi kepal yang dibungkus daun pisang untuk bekal perjalanan suaminya. Hanya itu yang dapat sang istri berikan kepada suaminya sebagai wujud cinta dan kasih sayangnya….
Sang suami pun kemudian berangkat dengan membawa bekal dan do’a dari istrinya untuk menuntut ilmu….Ia pergi dengan berjalan kaki…..yah!! hanya berjalan kaki untuk menepuh jarak puluhan kilometer!!! (wallahua’lam) Karena ia tak membawa uang sepeserpun untuk bepergian…hanya beberapa buah arem-arem dan pakaian yang melekat di badannya yang ia bawa ke luar kota… Subhanallooh…..
Perjalanan ia tempuh 3 hari 3 malam dengan kedua kakinya tanpa kendaraan satupun….Akhirnya ia pun sampai di tempat majelis dilaksanakan, hanya dengan berjalan kaki dan berteduh di tempat seadanya selama perjalanan…..
Majelis akhirnya dimulai…selama majelis ia sangat antusias untuk mengambil ilmu yang diterimanya, ia mengambil shaf paling depan dan dekat dengan ustadz pemateri. Namun beberapa saat kemudian ia mendapat teguran oleh seseorang di sampingnya karena setiap beberapa menit ia selalu meluruskan kakinya ketika materi berlangsung…hal itu tidak ia lakukan sekali-dua kali….namun hingga beberapa kali…hingga akhirnya orang disampingnya pun menegurnya karena menganggapnya tidak sopan….Hal itu ia lakukan karena kakinya terasa pegal selama 3 hari 3 malam berjalan kaki….Masyaa Alloh..
Saat istirahat pun tiba…ia berkumpul dengan ikhwan-ikhwan lain di dapur untuk membantu berbenah….ia pun akhirnya menceritakan kisah 3 hari 3 malamnya itu kepada salah seorang ikhwan di tempat tersebut..dan seketika membuat tercengang orang-orang yang mendengarnya…..Akhirnya cerita itu sampai ke telinga ustadz pemateri majelis…Ustadz pun tercengang dengan kisah itu….dan akhirnya ustadz beserta ikhwan-ikhwan mengumpulkan dana sukarela untuk memberikan sumbangan kepadanya…dan terkumpulah uamg Rp 300.000,- sebagai dana bantuan untuk kepulangannya….
Subhanalloh…sebuah kisah yang mungkin sempat kita ragukan kebenarannya, tapi Insya Alloh ini kisah nyata…..Semoga kita dapat mengambil ibroh dari kisah ini….terakhir mari kita simak hadist berikut ini….
“Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu agama, pasti Allah membuat mudah baginya jalan menuju surga” (HR Muslim)
Yahya bin Abi Katsir rahimahullahu ta’ala berkata, “Ilmu tidak akan diperoleh dengan tubuh yang dimanjakan (dengan santai/tidak bersungguh-sungguh).” (Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abdil Barr dalam Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi I/385, no. 554)
Semoga cerita ini dapat menjadi pelajaran yang berharga bagi kita semua terkhususnya saya sebagai penulis…..Wallahua’lam bishowab….
Nb: Jika ada kekurangan penulisan maupun kekurangtepatan alur cerita dalam kisah ini…semua kesalahan dari penulis semata dan mohon untuk dimaklumi karena keterbatasan ingatan dan lain sebagaianya…karena kebenaran semuanya dari Alloh azza wa jalla semata..
Baarokallohufiikum
(Menuntut Ilmu Dien (Syar’ie)’s blog)
Yogyakarta, 9 juni 2011

http://sunniy.wordpress.com/2011/06/13/kisah-nyata-di-suatu-majelis-perjalanan-seorang-penuntut-ilmu-yang-perlu-diteladani/