Hari Hari mu adalah Umur mu..

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

So Many Memories

Perjalanan April 13th, 2016

I was born and raised in Pariaman, West Sumatera, Indonesia and began my career newly arrived in jakarta while finishing my study at UGM, Jogjakarta. I moved to jakarta in May 2011 and had the opportunity to work with some wonderful person in Telco company. Within telco company i conducted activities such as planning and optimizing network, make a report and analyzing.

After a terrific 3 months living in jakarta, i decided to relocate to my beloved hometown, padang. My boss agreed with my decision because this company had also a running project there. 1st ramadhan i leaved for padang by airline which is arranged by my company as well. I had the pleasure of working on site because it was closer to my family.

During working period in padang, i had been relocated to some areas in indonesia.

On january 2012 , i relocated to jakarta for one month and then went back to padang.

On Macrh 2012, i relocated to palembang for two weeks and went then went back to padang.

On april 2012, i relocated to semarang for one month and then went back to padang.

From june 2012 to March 2013 i was involved in telkomsel project , West sumatera region.

On April 2013 , i move to Bandung, west java for a long term, if not wrong it took 1 year i live in bandung.

On june, i asked for permission to my company to allow me flying to padang. Do you know what’s happen ?

I finally got married on June 7th 2013 (yes!). i brought my wife to bandung to live together there.

After then, on March 2014 i decided to sign out from my previous company in due to several reasons. Then i moved to palembang and stayed there for several months. At the end of October, my son born, i named him Uwais. And i have to took care him afterward. Walhamdulillah.

January 2015 i flew to madinah, Saudi Arabia. Visited Grand Masjidil Haram, University of Madinah, tasted somes arabic traditional food walhamdulillah.

March 2015, i got a job opportunity in Bandung moved together with my family as soon, rent a house, bought a motorcycle. I was satisfied during staying in Bandung, many families around and friends who can get along as well.

Not almost one year In Bandung, i decided to sign out.
In this february 2016, I relocated to Balikpapan.
Now, i’m in Samarinda Kota Tepian which 3 hours from Balikpapan.

I obviously write this short experience due to feeling how quick the time running is.

 

samarinda

 

15 February 2016

Tepian Sungai Mahakam, Kota Samarinda

Meet me

Kuliah, Perjalanan May 21st, 2014

I was born and raised in Pariaman, West Sumatera, Indonesia and began my career newly arrived in jakarta while finishing my study at UGM, Jogjakarta. I moved to jakarta in May 2011 and had the opportunity to work  with some wonderful person in Telco company. Within telco company i conducted activities such as drive tested and post processing, making  report and analyzing. Almost all whole areas in jakarta I’ve ever visited. hehe

After a terrific 3 months living in jakarta, i decided to relocate to my beloved hometown, padang. My boss agreed with my decision because this company had also a running project there. 1st ramadhan i leaved for padang by airline which is arranged by my company as well.  I had the pleasure of working on site because it was closer to my family.

During working period in padang, i had been relocated to some areas in indonesia.

On january 2012 , i relocated to jakarta for one month and then went back to padang.

On Macrh 2012, i relocated to palembang for two weeks and went then went back to padang.

On april 2012, i relocated to semarang for one month and then went back to padang.

From june 2012 to March 2013 i was involved in telkomsel project , West sumatera region.

On April 2013 , i move to Bandung, west java for a long term, if not wrong it took 1 year i live in bandung.

On june, i asked for permission to my company to allow me flying to padang. Do you know what’s happen ?

I finally got married on June 7th 2013 (yes!).  i brought my wife to bandung to live together there.

After then, on March 2014 i decided to sign out from my previous company in due to several reasons. That’s why i have been being here in palembang afterward.

 

i feel very enthusiastic about my job, my interest , my passion now, therefore I’m plan to pursue my higher education, master degree and PHD surely. Good luck with your studies !

Another story from Palembang

Perjalanan April 25th, 2014

When i decided to move to palembang , i never know how palembang ‘s circumstance is. Oh yes I’ve ever visited this city but it just for a short while. Not more than two days when my company had me to collect data here. In contrast, Bandung which is convenience city, everything is available with easy as well as the clement air.

Ngak jelas

Perjalanan August 1st, 2013

Nggak jelas rasanya..

Ketika surat kontrak baru saya keluar , kecewa

Tidak seperti yang diharapkan.

Aku ingin adan perubahan, ada peningkatan yang significant.

But, it can’t !

 

Sekarang tahun baru ya !

Perjalanan December 31st, 2012

Hanya ini yang bisa keluar dari mulut saya hari ini.

Sudah berulang – ulang kali saya melewatinya. Tidak ada yang istimewa , hanyalah umur yang berkurang.

5 tahun saya hidup di Jogja bersama teman – teman para penuntut ilmu lainnya. Setiap tahun baru di sana , malamnya saya tidak bisa tidur. Bunyi terompet di sana sini, ditambah dengan letusan petasan dan kembang api membelah langit malam.

2006 ke 2007.. saya udah lupa.. ngapain waktu itu

Kalo pergantian tahun 2008 ke 2009 itu kami melihat perkembangan perang Gaza.

2009 ke 2010 saya lagi menyusun skirpsi, bukan nyusun ding , cuma mengembangkan penelitian sebelumnya.

2010 ke 2011 .. hhmm.. nge game. inilah saat pertama kali saya bermain game (PES) di Jogja. .cuma buat gila-gilaan aja ^^.

2011 ke 2012.. saya sudah back to kampung. Keputusan saya juga sih meninggalakan perantauan dan balik mengabdi di kampung sendiri..

And now.. what will happend ? let’s See !

Merantaulah – Nasihat Imam Syafi’i

Barisan Ustadz Pembela Sunnah, Perjalanan November 22nd, 2011

Orang pandai dan beradab tak kan diam di kampung halaman

Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang

Pergilah, kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan teman

Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan

Jika mengalir menjadi jernih jika tidak dia kan keruh menggenang

Singa tak kan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang

Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak kan kena sasaran

Jika saja matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam

Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman

Orang-orang tak kan menunggu saat munculnya datang

Biji emas bagai tanah biasa sebelum digali dari tambang

Setelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkan

Kayu gaharu tak ubahnya kayu biasa di dalam hutan

Jika dibawa ke kota berubah mahal jadi incaran hartawan

Berkelanalah dari kampungmu untuk mencari keutamaan. Lakukanlah safar, sebab di dalam safar ada lima faedah:

1. Mengusir kejenuhan,

2. Mengais rezeki,

3. Memperoleh ilmu,

4. Meraih adab,

5. Mendapatkan teman yang baik

Rumahku tak lagi rame seperti dulu

Perjalanan September 21st, 2011

Biasanya sehabis shalat maghrib, kami biasa ngumpul di meja bundar yang ada di ruang tengah rumah kami. Acara seperti ini memang sudah disetting oleh ayah , agar kami , anak anak nya belajar bareng dalam satu meja sedangkan beliau sebagai instrukturnya. Di sana ada kakakku yang paling tua, trus kakak kedua, aku dan adikku. Sedangkan ibuku sibuk ngurusin makan malam di dapur.

Yahh.. begitulah hari hariku bersama kedua orang tuaku,  saudaraku setiap hari di rumah.

Tapi, itu beberapa tahun yang lalu. Sewaktu kami semua masih sekolah atau tepatnya masih berstatus pelajar SMA maupun SMP. Karna SMA dan SMP kami masih di dekat rumah , sehingga tidak mengharuskan kami keluar rumah atau keluar kota dan tinggal di kosan.

Namun, seiring beranjak nya umur ,  mulailah satu persatu dari kami meninggallkan rumah. Dimulai dari kakakku yang paling tua, pindah ke Jakarta , karna diterima kuliah di sana. 3 tahun kemudian disusul kakak keduaku pindah ke Bukittinggi untuk tujuan yang sama. Dan tak kalah jauhnya, aku pun juga mengikuti jejak kakak kakak ku. Aku memliih untuk menempati kota Jogjakarta. Dimana aku menuntut ilmu di sana. Bagi ku Jogjakarta adalah kota samudra ilmu , walau bagaimanapun orang berkomentar miring terhadapnya.

Maka sejak saat itu, mulailah terasa kesunyian dirumahku. Yang tinggal hanya kedua orang tuaku, nenek dan adikku yang masih SMA.

Kemudian,  kesunyian pun bertambah .. Dengan berakhirnya kehidupan ayah di dunia pada bulan Ramadhan 2009.  – rahimahulllah-

Mau bikin bon berapa pak ?

Perjalanan June 15th, 2011

Seperti biasanya, aku melakukan tugas dinas keluar kota. Hari ini kota yang ku kunjungi adalah kota wisata Cibubur.. Jarak dari kantor (jakarta) ke Cibubur ada sekitar 1 jam perjalanan. Aku berangkat bersama seorang sopir kantor. Sedangkan aku disebelahnya memonitoring laptop untuk mengecek kondisi sinyal jaringan GSM di sebuah spot (baca : site). Setelah pekerjaan monitoring dan pengumpulan data selesai, maka kami memutuskan untuk pulang, balik ke jakarta. Berhubung si sopir tinggal di cileungsi, yaitu daerah dekat cibubur , si sopir memutuskan untuk mampir dulu di rumahnya. Sopir ku ini namanya Putra, orang padang juga ternyata. Umurnya 2 tahun diatasku, sudah berkeluarga dan punya bayi mungil umur 2 bulan.

Putra gak ikut lagi bersamaku balik ke jakarta. Repot katanya, kalo harus ke jakarta lagi lalu pulang lagi ke cileungsi. Karna waktu sudah menunjukkan jam 5 sore. Jadinya, aku sendiri yang nyetir mobil.

Aku dititipin duit 20rb, 15rb buat bensin, dan sisanya untuk bayar tol.

Ketika ngisi bensin di SPBU, aku meminta untuk dibikinkan bon-nya kepada petugas SPBU. Petugas SPBU malah nanya lagi, mau dibikinkan bon-nya berapa. Trus aku bilang, kalo ngisi bensin 15rb ya bonnya juga 15rb.

Lalu aku sempat berpikir, oww.. berarti permainan seperti ini sudah biasa kali ya.. kataku sambil nyengir.