Hari Hari mu adalah Umur mu..

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

Saya Lebih Suka Dipoligami?!

Tanya Jawab April 27th, 2012

Assalamu’alaikum,

Ustadz, ada yang ingin saya tanyakan. Ada seorang teman (wanita) yang masih lajang dan dikarunia Allah memiliki semangat beragama yang kuat (rajin menghadiri majelis taklim dan sejenisnya). Namun, dalam masalah jodoh, menurut saya dia punya prinsip yang sedikit unik. Tiap kali ditawari untuk taaruf (melakukan perkenalan sesuai syariat) dengan pria, dia selalu menjawab, daripada menikah dengan pria muslim biasa-biasa saja saya lebih suka dipoligami seorang ustadz. Maksud pria muslim biasa di sini, jika pria tersebut tidak punya kemampuan ilmu agama lebih (hafalan Al-Quran dan Al-Hadits, kemampuan bahasa Arab, dan sejenisnya), atau masih di bawah kemampuan dirinya. Menurut ustadz, apakah prinsip semacam itu sudah tepat? Apakah poligami membuat pelakunya (dalam hal ini wanita yang dipoligami) punya keutamaan dan pahala melebihi pernikahan biasa? Syukran atas penjelasannya.

Wassalamu’alaikum
AD di bumi Allah

Cara berdakwah kepada masyarakat

Tanya Jawab April 25th, 2012

Bagaimanakah cara berdakwah kepda masyarakat yang kental dengan subhat, adat istiadat dan kebid’ahan ?
***
Jawaban Syaikh  Muhammad bin Sa’id Al ‘Adni (Mudir Markaz Daarul Hadits as Sunnah, Kota ‘Ibb – Yaman):
Bahwa bagi seorang da’i untuk bisa berdakwah di tengah masyarakat yang demikian keadaanya agar ia membekali dirinya dengan ilmu agar bisa menjawab subhat2 dengan perkataan allah, rasulullah dan ulama. dan hendakah ia berdakwah dengan lemah lembut, karna allah berfirman “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imran: 159) dan hendaklah ia memeiliki ketabahan dan kesabaran dan tidak boleh putus asa dan hendaknya ia continyu dan terus menerus dalam dakwanya bersma jalannya siang dan malam. dan setelah itu semua nya , taufik hanya dari Allah subhanahu wata’ala , dan kita berdoa agar allah limpahkan taufiknya kepda masysrakat dan meberkahi dakhwah yang kita lakukan.
(Syaikh Muhammad bin Sa’id Al ‘Adni (Mudir Markaz Daarul Hadits as Sunnah, Kota ‘Ibb – Yaman, Islmaic Centre Bin Baz, Yogya, 23-april-2012)