Hari Hari mu adalah Umur mu..

العلماء هم ضالتي في كل بلدة وهم بغيتي ووجدت صلاح قلبي في مجالسة العلماء // Orang-orang yang berilmu agama adalah orang yang kucari di setiap tempat. Mereka adalah tujuan yang selalu kucari. Dan aku menemukan keshalihan hatiku di dalam bergaul dengan mereka. (حلية الأولياء وطبقات الأصفياء , IV/85 )

Pentingnya teman yang shaleh

Barisan Ustadz Pembela Sunnah May 21st, 2014

Pertanyaan: Alhamdulillah saya istiqamah di atas agama Allah sejak sebulan yang lalu. Saya merasakan kekokohan ketika bersama sebagian ikhwah yang shalih. Ketika saya berpisah dengan mereka karena kesibukan dan pekerjaan saya, saya rasakan iman berkurang. Apa yang kalian nasehatkan kepada saya?

Dijawab oleh Syaikh Abul Aziz bin Baaz
Kami wasiatkan kepada Saudara untuk senantiasa bersahabat denganorang-orang akhyar (shalih). Ketika Saudara berpisah dengan mereka karena sebagian kesibukan Saudara, bertakwalah (takut dan taat) kepada Allah Subhanahu waTa’ala dan ingatlah bahwa Allah senantiasa mengawasimu. Dia lebih agung daripada mereka. Allah Subhanahu waTa’ala berfirman,
{إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا}
“Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian”. [Q.S. an-Nisa: 1]
Dia Subhanahu waTa’ala juga berfiman,
{الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ}{وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ}
“Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat), dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.” [Q.S. asy-Syu’ara: 218]
Dia Subhanahu waTa’ala juga berfirman,
{لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا}
“Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” [Q.S. at-Taubah: 40]

Sumber:
Majmu’ Fatawa al-‘Allamah Abdulaziz bin Baz –rahimahullah– (9/39-40)

nasehat dari akhi al-mahmub

Barisan Ustadz Pembela Sunnah May 14th, 2014

alhamdulillah masih banyak ikhwah yang memiliki ghiroh yang tinggi dalam menasehati saudaranya yang mungkin lupa, lalai atau belum sampai ilmu kepadanya, mungkin juga punya pendapat yang menyelisihinya dalam masalah-masalah khilafiyah yang mu’tabar dikalangan ulama ummah dengan cara lemah-lembut dan mendahulukan adab islamy daripada memvonis hitam putih tanpa rohmah, baarakalallahu fikum wa fi ilmikum ya akhona al-habiib.

Brunei’s Answer To The West

Barisan Ustadz Pembela Sunnah May 10th, 2014

“In your countries you practice freedom of speech, freedom of press, freedom of religion, etc. It’s in your constitution It’s your political system, your national identity, your rights, your way of life.

In my country, we practice a Malay, Islamic, Monarchical system and we’re going to start practicing the laws of Islam, Sharia Law. Islam is in our constitution, our national identity, our rights, our way of life.

We may find loopholes in your laws and justice system and you may have found ours, but this is our country. Just like you practice your right to be gay, etc. for this world you live in now, we practice our rights to be Muslims for this world and the Hereafter.

This is an Islamic country practising Islamic law. Why don’t you worry about your kids being gunned down in schools, worry about your prisons being unable to accommodate convicts, worry about your high rate of crimes and DUIs, worry about your high suicide and abortion rate, worry about whatever it is that you should be worried about there. Many religions are against homosexuality, it’s nothing new.

The moment you hear that Islam and Muslims making a stand and trying to reaffirm their faith, you judge, you boycott, you say that it’s wrong, it’s stupid, it’s barbaric.

Again, go back to those worries that you should focus on I’ve mentioned earlier. Is it not wrong to legalize deadly weapons, is it not wrong to allow unborn babies to be killed, is it not wrong to allow a lifestyle that results in AIDS and discontinuation of the next generation?

Why do you care so much what’s happening here in an Islamic nation when you didn’t even bat an eyelid about the Syrians, Bosnians, Rohingyas, Palestinians, etc.

Thousands are being killed there and you don’t care, not one is killed here under this Sharia Law, and you make a big fuss, even when the citizens here who are directly affected by it, accepts it with peace.

Punishments may be harsher but it does not mean it’s easier to be carried out. There are processes to go through before an actual conviction. We are fine with it, we are happy.”

 

Another story from Palembang

Perjalanan April 25th, 2014

When i decided to move to palembang , i never know how palembang ‘s circumstance is. Oh yes I’ve ever visited this city but it just for a short while. Not more than two days when my company had me to collect data here. In contrast, Bandung which is convenience city, everything is available with easy as well as the clement air.

Satu lagi Insinyur Indonesia “dibuang” Keluar Negeri

Informasi April 10th, 2014

KARYA anak bangsa yang bisa membanggakan dunia, belum tentu mendapat tempat di negeri sendiri. Kekhawatiran Ricky Elson, si pembuat mobil listrik itu akhirnya terbukti. Ia pun tak ingin lama-lama kecewa. Daripada ilmunya sia-sia, kini si pemuda asli Padang ini memilih ingin kembali ke negeri Sakura.

Sekian lama Ricky menunggu izin mobil listrik yang dibuatnya bersama Menteri BUMN Dahlan Iskan. Berharap mobil listrik bernama Selo dan Gendhis itu, dapat menjadi inspirasi kelahiran mobil listrik buatan anak negeri. Namun apa daya, izin mobil listrik buatan pria kelahiran Padang 11 Januari 1980 itu tak kunjung keluar. Bahkan terkesan digantung oleh  Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek).

“Saya tak bisa lagi menahannya (untuk pulang ke Jepang). Dulu saya bermohon-mohon agar pemuda ini mau kembali ke Indonesia. Ilmunya soal mobil listrik sangat berguna. Tapi ternyata benar, ilmu itu tidak dihargai di negerinya sendiri. Dia masih muda, masa depannya masih panjang,”. Begitulah pernyataan kecewa yang diungkapkan Dahlan Iskan, perihal rencana Ricky kembali ke Jepang.

Dahlan yang ditemui wartawan di rumahnya di Surabaya, Rabu (9/4) pantas kecewa. Semangatnya melahirkan mobil masa depan, mobil listrik buatan anak negeri, ternyata tidak mendapat sambutan baik dari koleganya di Kemenristek. Padahal untuk membuat mobil listrik, Dahlan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Bahkan untuk memaksa Ricky mau kembali ke Indonesia, Dahlan sampai rela seluruh gajinya sebagai menteri diberikan pada Ricky.

“Ricky ini sudah 14 tahun di Jepang. Ia sudah memiliki hak paten internasional mobil listrik di sana. Saya merayunya habis-habisan agar mau kembali ke Indonesia. Dia sempat takut dengan resiko gajinya turun dan belum tentu ilmunya dihargai. Saya terus yakinkan dia dan memberikan seluruh gaji saya tiap bulan untuknya. Saya minta dia membangun mimpi mobil listrik buatan anak Indonesia, akhirnya dia mau dan kita buat Tucuxi, Selo  dan Gendhis,” kisah Dahlan mengenai awal perkenalannya dengan Ricky.

“Namun ternyata, kekhawatiran Ricky terjadi. Ternyata sambutan dalam negeri (soal mobil listrik) tidak baik. Tidak ada kepastian dan tidak ada ketentuan yang jelas. Saya harus minta maaf pada Ricky. Saya bayangkan dulu orang dari luar negeri kalau pulang bisa dimanfaatkan, ternyata tidak,” tambah Dahlan masih dengan nada kecewa.

Dahlan seolah kehabisan alasan untuk tetap menahan pemuda cerdas itu bertahan di Indonesia. Apalagi hingga saat ini, Kemenristek tak jua memberikan penjelasan, mengapa izin itu belum dikeluarkan. Padahal mobil-mobil listrik buatan Ricky, sudah pernah mejeng di acara KTT APEC di Bali.

“Kalau sampai satu atau dua bulan ini tidak ada kejelasan, saya harus izinkan dia (Ricky) pulang ke Jepang. Dia ini anak muda yang cerdas. Masa depannya masih panjang. Saya tidak mau menggantung masa depannya dengan bertahan di Indonesia,” kata Dahlan.

Izin yang Tak Kunjung Keluar

Mobil listrik Tucuxi, Selo dan Gendhis telah lama selesai. Mungkin ini bukan mobil listrik pertama yang dibuat di Indonesia. Namun inilah jajaran mobil listrik yang pertama kali dikerjakan seluruhnya oleh putra putri bangsa.

Untuk mendapatkan izin ketiga mobil listrik ini, pada awalnya Dahlan meminta surat izin mobil listrik kepada Kementerian Perhubungan, namun kementerian tersebut tidak bisa memberikan izin.

“Akhirnya Kemenhub dan Menristek bicara dan akhirnya urus izin di Menristek. Ini sedang kita urus,” kata Dahlan menjawab wartawan beberapa bulan lalu.

Namun seiring berlalunya waktu, izin dari Kemenristek tak kunjung ada kejelasan. Padahal Menristek Gusti Muhammad Hatta pernah memuji mobil listrik Selo saat melakukan ujicoba.

Berbagai carapun sudah ditempuh bekas Dirut PLN ini agar mengantongi izin menggunakan mobil bernama ‘Selo’ itu. Dari mengirim pesan singkat (SMS), telephone, hingga mengirimkan surat pribadi pada Kemenristek. Hanya saja, upayanya hingga kini tak berbuah manis.

“Saya sudah kirim surat pribadi, sebagai salah satu orang yang bisa kendarai mobil listrik itu untuk uji coba. Sampai sekarang enggak dibales. Saya udah SMS, telepon juga sudah. Jawabannya cuma ‘ya’ saja, tapi tidak dikasih izinnya,” papar Dahlan heran.

Menteri yang ogah pakai pengawalan ini juga bingung, beberapa bus listrik yang juga masih nangkring di Kemenristek masih kesulitan keluar izinnya. Padahal secara tak langsung, bus-bus listrik itu sudah melewati jarak jauh, dari Jakarta-Bandung-Yogjakarta-Jakarta.

“Kalau mobil listrik warna hijau waktu itu pernah saya kendarai sendiri sampai 1000 km. Maksud saya gitu, kalau saya pakai dulu terus baru dikritik apanya saja yang kurang, tapi ini mau dipakai enggak bisa,” sesal mantan Dirut PLN ini.

Perkenalan Ricky Elson dengan Dahlan

Saat kunjungannya ke Balikpapan beberapa waktu lalu, Kaltim Pos (Grup JPNN) sempat membuat laporan mengenai sosok Ricky Elson. Pemuda kelahiran tahun 1980 ini menempuh pendidikan sarjana hingga program master di Jepang. Ia mengambil ilmu spesifikasi Teknik Mesin di Polytechnic University of Japan. Dia selalu jadi lulusan terbaik hingga dilirik seorang profesor di sana yang merupakan perancang motor di Nidec Corporation. Ricky pun memenuhi tawaran itu.

Meski sempat kesulitan, Ricky berhasil beradaptasi. Bahkan, dia jadi andalan di perusahaan tersebut. Banyak pelajaran berharga didapatkan Ricky di sana. Terutama untuk menumbuhkan semangat kerja. Di perusahaan tersebut, kalimat motivasi jadi cambuk semangat karyawan. Yakni; segera kerjakan, pastikan kerjakan, dan kerjakan sampai selesai!

Selain itu, perusahaan-perusahaan di Jepang punya pengertian sendiri bagi setiap jenjang pendidikan. S-1 misalnya. Artinya jenjang ini sekadar tahu bagaimana memecahkan masalah. Sedangkan S-2, bagaimana menemukan masalah dan menyelesaikannya. Terakhir, S-3 adalah bisa membuat masalah dan memecahkannya sendiri.

Berbagai filosofi Negeri Samurai ini rupanya membentuk karakter Ricky menjadi orang yang produktif. Buktinya, enam tahun sejak bekerja di Nidec Corporation, dia berhasil jadi andalan. Sekitar 80 persen produk perusahaan ini merupakan karya sang Putra Petir ini.

Adapun Nidec Corporation bergerak di bidang elektronik, memproduksi elemen motor presisi alias mikromotor.

Selama 14 tahun di Jepang, Ricky telah menemukan belasan teknologi motor penggerak listrik yang sudah dipatenkan oleh pemerintah Jepang.

Namun demikian, di tengah kariernya yang sedang bagus, Ricky memilih kembali ke Indonesia. Dia turut membeberkan alasannya pada para mahasiswa kemarin. Pertemuan Ricky dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, ternyata menjadi titik segalanya.

Bermula dari pertemuan sekitar 3 jam itu, Dahlan melobi Ricky untuk pulang dan berkarya di Tanah Air.

Bagi Ricky, pertemuan serupa bukan hal baru. Ada beberapa tokoh nasional yang sebelumnya menemui Ricky dan menawarkan untuk bekerja di Indonesia. Dia dijanjikan banyak hal yang barang tentu menggiurkan. Gaji tinggi mulai puluhan juta sampai ratusan juta rupiah, hingga diberi perusahaan, sudah biasa didengarnya. Tapi dia selalu menolak. Kenapa kali ini berubah?

“Yang saya tangkap, Pak Dahlan Iskan itu berbeda. Dia tak kasih janji-janji. Hanya berkata ‘Sudah cukup Anda kerja di luar negeri. Maukah ikut dengan saya? Kita bersama-sama berbuat untuk Indonesia’,” ucap Ricky menirukan percakapan dengan Dahlan Iskan saat itu.

“Beliau sangat paham. Dia minta saya pulang. Saya pun tak tahu kenapa tak menolak padahal yang lain berani menggaji hingga dua kali lipat dari yang saya terima kala itu,” sambungnya.

Dahlan yang mengetahui bahwa tenaga dan pikiran Ricky dihargai sangat tinggi, saat itu mengaku tak bisa memberikan hal serupa.

Namun supaya Ricky mau, Dahlan tanpa pusing-pusing langsung menawarkan gajinya sebulan sebagai menteri BUMN, untuk menjadi bayaran Ricky tiap bulan.

Berkat kesamaan visi membangun Indonesia, akhirnya kesepakatan tercapai. Apalagi, dia bertekad mau membalas jasa para guru yang membantunya bisa kuliah hingga ke Jepang. Ricky pun balik ke Indonesia dan memulai proyek mobil listrik Indonesia.

Selo dan Gendhis, mobil listrik karya Ricky yang sekarang jadi sorotan. Karya anak bangsa tak kalah dengan mobil sport buatan luar negeri. Padahal, durasi pengerjaannya hanya lima bulan. Selo memiliki kecepatan 250 kilometer per jam sedangkan Gendhis 180 kilometer per jam. “Karena mengejar untuk ditampilkan di APEC, motor dan controller-nya masih pakai buatan luar negeri,” sebutnya.

Menurut Ricky, langkah membuat mobil listrik saat ini sudah tepat. Beberapa waktu ke depan, dunia diprediksi beralih ke kendaraan listrik. Ini kesempatan buat Indonesia untuk memulai industrinya. Bahkan, bukan hanya Indonesia, seluruh negara saat ini turut berproduksi mobil listrik.

“Jika tidak dari sekarang, puluhan tahun lagi akan dipertanyakan apa produksi Indonesia,” ucap Ricky. “Indonesia butuh penggagas. Dari sini diharapkan lahir pengembang mobil listrik lain,” sambungnya.

Cerita di balik pemberian nama mobil listrik karya Ricky ini turut dibeberkan. Mulanya, mobil tersebut bakal dinamai Gundala. Nama itu diambil dari tokoh fiksi pahlawan super yang dijuluki Putra Petir. Tapi, Gundala terlanjur jadi nama komik. Hingga muncul nama Selo dari legenda Ki Ageng Selo yang dikenal dapat menangkap petir. Akhirnya nama inilah yang didaulat jadi nama mobil listrik Indonesia dengan model sedan sport.

“Kalau Gendhis, memang ingin dicari yang manis untuk mendampingi Selo. Jadi diambillah Gendhis yang artinya gula dari Bahasa Jawa,” imbuhnya.

Segera Pulang ke Jepang

Meski asli Indonesia, prestasi Ricky Elson justru mentereng di negeri Sakura. Di sana, ia sebenarnya telah menduduki jabatan penting. Yakni sebagai kepala Divisi penelitian dan pengembangan teknologi permanen magnet motor dan generator NIDEC Coorporation, Kyoto, Minamiku-kuzetonoshiro cho388, Jepang.

Ilmu anak Padang ini, sedikitnya telah menghasilkan sekitar 14 teori mengenai motor listrik dan telah pula dipatenkan oleh pemerintah Jepang. Ia telah kembali ke tanah air, namun kini ia berencana untuk segera pulang kembali ke Jepang. Melalui akun facebooknya, pembuat kincir angin terbaik di dunia untuk kelas 500 watt peak ini mengaku, perusahaan di Jepang tempatnya bekerja dulu, terus mengirimi tawaran untuknya kembali. Apalagi menurutnya, saat ini Indonesia belum bersahabat untuk hasil-hasil karyanya.Oh Indonesia… (afz/jpnn)
Menteri BUMN Dahlan Iskan saat Melihat Mobil Listrik, Selo. Foto: Jawa Pos

sumber :

http://www.jpnn.com/read/2014/04/10/227553/Tak-Dihargai-di-Indonesia,-Pembuat-Mobil-Listrik-Pilih-Pulang-ke-Jepang-

Kenapa harus di Iran ?

Barisan Ustadz Pembela Sunnah January 31st, 2014

UMMAT HARUS TAHU!! INILAH JAWABANYA!!
KENAPA AGAMA SYI’AH BERPUSAT DI IRAN & KENAPA IRAN SANGAT BENCI DENGAN BANGSA ARAB???
——————————————————————————————-
Ayyuhal-Ikhwah,Seperti yang kita ketahui,Iran adalah salah satu negara Syi’ah terbesar di dunia. Iran terkenal dengan sejarahnya yaitu ‘Revolusi Islam Iran’ yang dipimpin oleh Ayatullah Khomeini,seorang pendeta besar Agama Syi’ah Rafidhah.

Namun,pernahkah kita bertanya,“MENGAPA AGAMA SYI’AH BERPUSAT DI NEGARA IRAN DAN TIDAK DI NEGARA LAIN? dan MENGAPA IRAN SANGAT BENCI DENGAN ISLAM DAN BANGSA ARAB?”

Untuk menjawab pertanyaan ini,maka alangkah baiknya kita kembali kebelakang,mengkaji realita dan sejarah masa lalu.

Iran merupakan negara yang dahulunya dikenali dengan nama Parsi/Persia. Persia merupakan sebuah kerajaan yang besar di mana majoriti penduduknya menganut agama Majusi (penyembah api,atau lebih dikenal sebagai Zoroaster). Kehidupan mereka mewah dengan harta benda,kerana sememangnya kota-kota di Persia itu indah dan subur,serta peradabannya cukup maju pada masa itu.

Pada abad ke-7 Masihi,ketika cahaya Islam baru saja menjadi satu kekuasaan besar dalam percaturan kekuasaan di dunia,Islam tampil sebagai ‘rising star’ and super power di bawah pimpinan Amirul-Mukminin Sayyidina Umar Bin Al-Khattab Karramallahu Wajhah. Ketika itu,Bangsa Arab (Ummat Islam) di bawah Pimpinan Sayyidina ‘Umar Bin Khattab Radhiyallahu’anhu mengembangkan wilayah Islam sehingga ke Persia,ketika itu bernama Sassania.

Pertempuran tentara Islam melawan tentara Persia yang dikenal dengan nama peperangan Qadisiyah,diantara Pasukan Sahabat Nabi yang ulia Sa’ad bin Abi Waqqash melawan panglima Parsi,Rustum. Persia akhirnya kalah. Peperangan demi peperangan melemahkan Imperium Persia sekaligus membawa Kaisar Persia ke ambang pintu kehancuran. Akhirnya Empayar Parsi (Imperium Persia) benar-benar runtuh dalam Perang Madain pada tahun 651 Masihi.

Nah ketika itu,banyak kaum Majusi yang berpura-pura memeluk agama Islam. Niat mereka hanyalah satu : UNTUK MENGHANCURKAN ISLAM DARI DALAM. Mereka menyusun rancangan dan siasat busuk demi meruntuhkan kekuasaan kaum muslimin dengan cara menyelewengkan ajaran Islam dengan mencampur adukkan ‘aqidah Majusi dan Yahudi. Dan antara rancangan lain yang yang termasuk dalam strategi mereka untuk melemahkan Islam adalah dengan pembunuhan Umar Al-Khattab, Khalifah Islam yang telah meruntuhkan Imperium Majusi Kaisar Persia. Hal itulah yang menjadikan Syi’ah benar-benar benci kepada Umar Bin Al-Khattab. Kebencian yang terlalu tinggi itu di potretkan lagi apabila mengagungkan Fairuz Abu Lu’luah (Si Majusi pembunuh Khalifah ‘Umar) dengan gelar “Baba Syujja’uddin” yang artinya ‘Bapak Pembela Agama’

Sementara salah seorang puteri kaisar terakhir mereka, yaitu Yazdegerd III telah menjadi tawanan kaum Muslimin setelah runtunya Kaisar Persia. Puteri Kaisar itu akhirnya di nikahkan dengan Husein bin Ali bin Abi Thalib. Maka, kerana ini jugalah mereka begitu fanatik dan cenderung ‘mendewakan’ Husein bin Ali,Dari sinilah Husein memiliki keturunan dari puteri Sassania yang mereka anggap sebagai keramat.

Disini terjawablah sudah mengapa Syi’ah berpusat di Iran. Syi’ah adalah agama yang ‘Ciptakan’ oleh Majusi untuk membalas dendam atas kekalahan Kaisar Persia terhadap Islam. Syi’ah adalah simbol kedengkian dan kemarahan kaum Persia Majusi kepada bangsa ‘Arab umumnya dan kaum Muslimin khususnya.

Silahkan merujuk ke http://www.nahimunkar.com/kenapa-syiah-berpusat-di-iran-2/

Allaahumma Shalli Wa Sallim ‘Ala Nabiyyina Muhammadin Wa ‘Ala Aalihi Wa Shahbihi Ajma’iin.

Indonesia Damai Tanpa Syi’ah.
#Abu Husein At-Thuwailibi.

Daily Lesson

jaringan January 23rd, 2014

Everyday  i usually about to adjust myself in this work. I’m embarrassed in case of not able to perform the jobs.

I’m a beginner, therefore i ask a question to my friend sitting beside me often. Today, i acquie new thing. I’m so excited. I learned how to check the parameter cell o the whole. Using Nastar aplication, we able to do it easily.

Thank a lot for my colleage !

 

 

DAUROH BAHASA ARAB – BANDUNG

Barisan Ustadz Pembela Sunnah January 17th, 2014

Alhamdulillah , satu lagi acara yang sudah sangat saya tunggu – tunggu

 

IKUTILAH DAUROH BAHASA ARAB ANGKATAN II

Pada 20-29 Januari 2014 (Dua sesi per hari)

Pemateri Ustadz Rahmat Fitrah Ramadhan (Mahasiswa LIPIA)

Tempat di Masjid Al-Furqon, Jalan Jurang Bandung (Sebelah Alfamart)

Biaya pendaftaran Rp.50.000,- (Fasilitas modul, notebook, dan snack)

Pendaftaran dan Contact Person: +6285710100076 (Mahrus)

Diselenggarakan Oleh Udrussunnah Bandung (http://udrussunnah.or.id/)

Ariel Sharon, Mati Beriring Laknat

Barisan Ustadz Pembela Sunnah January 16th, 2014

=== > Share sebanyak2nya untuk renungan kita semua !!!

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Allah berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
Sesungguhnya orang yang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya. (QS. Al-Baqarah: 161).

Lahir diiringi tawaan, meninggal diiringi tangisan. Itulah kondisi umumnya manusia. Di saat kita dilahirkan di dunia, kita menangis sendirian, sementara orang-orang di sekitar kita menyambut dengan dengan tertawa suka cita.

Kita berharap, keadaan akan terjadi sebaliknya, di saat kita meninggal dunia, kita tersenyum sendirian, sementara orang di sekitar kita mengiringinya dengan tangisan. Tangisan yang menandakan mereka kehilangan kita. Tangisan yang menandakan mereka mengharapkan kita. Sehingga doa kebaikan akan mereka lantunkan, mengiringi kepergian kita meninggalkan dunia yang fana.

Namun di sana ada manusia yang bernasib sebaliknya. Kematiannya justru disambut dengan gembira seluruh umat manusia. Kematiannya disambut dengan senyum dan tawa manusia di berbagai penjuru dunia. Kebahagiaan yang menandakan kebencian mereka kepada orang yang meninggal. Di saat yang sama, doa buruk umat manusia, mengiringi kepergiannya menuju akhirat yang abadi.

Tak jauh untuk menyebutkan contohnya, Ariel Sharon, perdana menteri yang kematiannya disambut gembira oleh umat manusia di penjuru dunia. Doa buruk kaum muslimin mengiringi kematiannya, menuju murka Allah yang abadi.

Kita menjadi saksi, dia adalah manusia yang buruk…

Kita menjadi saksi atas kedzalimannya…

Kita menjadi saksi, dia manusia yang layak mendapat laknat…

Kita menjadi saksi baginya dari kalangan penduduk bumi.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan,

Suatu ketika para sahabat melihat seorang jenazah yang diangkat menuju pemakamannya. Merekapun memuji jenazah ini. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وجبَتْ، وجبتْ، وجبت
”Wajib.., wajib.., wajib.”

Tidak berselang lama, lewat jenazah lain. Kemudian para sahabat langsung mencelanya. Seketika, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وجبَتْ، وجبتْ، وجبت
”Wajib.., wajib.., wajib.”

Umarpun keheranan dan bertanya,

”Apanya yang wajib?”

Jawab sang Nabi,

هَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ خَيْرًا، فَوَجَبَتْ لَهُ الجَنَّةُ، وَهَذَا أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ شَرًّا، فَوَجَبَتْ لَهُ النَّارُ، أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الأَرْضِ
”Jenazah pertama kalian puji dengan kebaikan, maka dia berhak mendapat surga. Jenazah kedua kalian cela, maka dia berhak mandapat neraka. Kalian adalah saksi Allah di muka bumi.” (HR. Bukhari 1367 dan Muslim 949).

http://www.konsultasisyariah.com/ariel-sharon-mati-beriring-laknat/

More at Moslem Channel

Ilmu Tajwid – Dauroh Al Qu’an

Barisan Ustadz Pembela Sunnah December 30th, 2013

Pertumbuhan ilmu tajwid berkaitan dengan 2 hal:

  1. Ilmu Lughotul ‘Arabiyah
  2. Ilmu Qiroat

Inti dari ilmu tajwid adalah tentang cara pelafalan.

Ada 3 fase tentang imu tajwid:

  1. Marhalatul uwla (Fase pertama)

Dimulai sejak zaman nabi sampai abad ke-2 H

  1. Marhalatul Ats Tsani

Diawal-awal penulisan ushul dan tilawah yang kita jumpai dalam pokok-pokok kitab qiroah

  1. Marhalut AtsTsalisah

Pada munculnya kitab-kitab khusus pada ilmu tajwd